Obituary Tawarkan “Ten Thousand Ways To Die”

Hampir dua tahun jeda setelah merilis album “Inked in Blood”, akhirnya dua single terbaru dari unit death metal ekstrim asal Tampa, Florida AS, Obituary muncul ke permukaan. Lagu tersebut bertajuk “Loathe” dan “Ten Thousand Ways To Die”, yang disandingkan dengan selusin lagu terbaik Obituary dalam versi live. Jadi total 14 trek yang termuat dalam kemasan album berjudul “Ten Thousand Ways To Die” yang dirilis pada 21 Oktober 2016 via Relapse Records.

Lagu-lagu versi live itu sendiri – di antaranya ada “Til Death”, “Don’t Care”, “Chopped In Half”, “Slowly We Rot” dan “Visions in My Head” – direkam dari konser mereka di 11 kota berbeda, saat menjalani tur untuk mempromosikan album “Inked In Blood” (2014), tahun lalu. Sementara album yang benar-benar memuat materi baru Obituary baru akan dirilis pada musim semi 2017 mendatang.

“Kami sangat bersemangat dengan materi lagu-lagu yang direkam dari perjalanan tur kami di Amerika tersebut,” seru pihak band, seperti yang tertuang di siaran pers resminya. “Joe Cincotta dari Full Force Studio yang juga merupakan sound engineer kami untuk tur membawa serta segala perlengkapan rekamannya. Jadi kami lantas memanfaatkannya dan merekam konser kami setiap malam. Kualitasnya benar-benar luar biasa, sehingga kami memutuskan merilisnya, untuk memberikan para penggemar kami bonus. Tak ada yang kami poles dari lagu-lagu tersebut setelah direkam. Jadi benar-benar apa adanya dan nyata, sebuah live show tanpa editan.”

Obituary dibentuk pada Oktober 1984 silam, dengan nama awal, Executioner. Empat tahun kemudian baru berganti menjadi Obituary. Sepanjang perjalanan karirnya, formasi band ini cukup sering berubah. Hanya dua bersaudara John Tardy (vokal) dan Donald Tardy (dram) serta gitaris Trevor Peres yang bertahan hingga saat ini. Kini, Obituary juga diperkuat Terry Butler (bass) dan Kenny Andrews (gitar).

Diskografi: “Slowly We Rot” (1989), “Cause of Death” (1990), “The End Complete” (1992), “World Demise” (1994), “Back from the Dead” (1997), “Frozen in Time” (2005), “Xecutioner’s Return” (2007), “Darkest Day” (2009) dan “Inked in Blood” (2014).

Kredit foto: Ester Segarra

 

Kredit foto: Ester Segarra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.