Tepat 23 Februari 2017 lalu, unit metalcore progresif asal Tangerang Selatan, Undelayed akhirnya secara resmi merilis album mini (EP) pertamanya, “Primordial”. Lewat rilisan yang juga diedarkan dalam format fisik cakram padat (CD) tersebut, Undelayed yang dihuni formasi Yanuar Rizky (vokal), Dimas Radityo (gitar), Dzikri Mufidi (gitar), Edrian Sutarya (bass) dan Yudha Erlangga (dram) mengedepankan tema lirik lagu yang positif. “Setiap lagu mengandung pesan positif yang bisa memotivasi para pendengar,” tulis pihak band di press release-nya.

Pihak band juga menyebut, racikan musik mereka di EP yang memuat enam lagu tersebut bisa dikategorikan cukup enerjik. Sarat distorsi gitar yang padat, ambient yang mengarah ke kontur progresif, clean vocal yang catchy, kebuasan dentuman ritem di lini bass dan dram plus guest vocal dari ‘raja’ post-hardcore di Jakarta diklaim sebagai resep ter-gokil musik band ini.
Sebelumnya, untuk menyambut perilisan “Primordial”, Undelayed telah meluncurkan single pembuka bertajuk “Apresiasi” – yang juga menghadirkan vokal tamu dari band post-hardcore asal Jakarta, Divide.
Saat penggarapan “Primordial”, Undelayed menjalaninya proses yang melelahkan namun menyenangkan. “Karena banyaknya kegiatan di luar dari urusan ngeband ini. Tetapi lelah tersebut terbayar dengan hasil akhir album yang sudah kami buat dengan proses produksi kurang lebih delapan bulan,” ulas pihak band kepada MUSIKERAS.
Dari segi musikal, Undelayed sengaja memilih sub-genre metalcore yang progresif karena belum banyak yang memainkannya di Indonesia. Referensi mereka antara lain datang dari band-band seperti Northlane, In Hearts Wake, Novelists, Erra dan Issues. Selain itu, karena ingin menerapkan penggunaan gitar bersenar tujuh. (Mdy)