Nantikan Beatdown Hardcore Ala SHOUT KEEPERS

Kurang lebih sebulan lagi, unit hardcore asal Tambun, Bekasi, Shout Keepers a.k.a shokeepHC bakal menghajar kuping para penggemar musik cadas lewat album mini (EP) yang bertajuk “Aliansi // Alliance” via Hadeath Records, sebuah label independen asal Bandung.

Para personel Shout Keepers, yakni Gita (vokal), Awank (gitar), Benk (gitar), Kake (bass) dan Konx (dram) menggarap album tersebut di “rush home recording” dengan mengeksplorasi konsep musik beatdown hardcore yang lantas mereka lebur dengan unsur punk, oldschool hardcore serta hiphop. Ada empat lagu ‘panas’ yang bakal menghiasi album tersebut, yakni “Blood Stage”, “Kerangka Baja (feat D.B.H)”, “Tangkap Hajar (feat. Rhezz ‘Halfway to the Grave’) dan “The Lion Roars” (feat. Indra ‘Soulare’).

Secara keseluruhan, Shout Keepers puas dengan hasil akhir keseluruhan rekaman “Aliansi // Alliance” ini. Namun jika harus memilih, mereka memilih lagu “Blood Stage” yang paling membanggakan dari segi musikalitas. “Paling terwakili semua dan puas serta menjadi (lagu) andalan kami, karena setiap member banyak memberikan kontribusi di lagu tersebut,” cetus Awank kepada MUSIKERAS.

Sejauh ini, materi lagu dari Shout Keepers yang sudah pernah diperdengarkan secara resmi di khalayak ramai adalah lagu “The Lion Roars” karena sudah sempat dihadirkan di album kompilasi digital gratis bertajuk “Heavyweight Compilation Vol. 8”. Oleh karena itu, di versi “Aliansi // Alliance” ini, lagu tersebut telah direkam ulang untuk memberikan sentuhan baru.

Dalam perjalanannya, Shout Keepers yang terbentuk 12 Desember 2012 silam sempat mengalami beberapa kali pergantian personel. Awalnya ada Aldino (vokal), Awank dari band Racer Dancer (gitar) dan Kiki  (dram) yang memainkan konsep musik yang berkiblat ke band-band seperti Shutdown, Strife dan  Agnostic Front. Setahun kemudian, band ini sempat berhenti dan baru dibangkitkan lagi pada 2015 dengan formasi baru, yakni Awank, Gita dari band Pesona 13 (vokal), Ardi dari Back to the Future (bass) serta  Aad dari Lostime (dram) dengan menggunakan nama shookepHC. Pada Januari 2015, konsep musik mereka mulai bergeser dan banyak terpengaruh gaya Hatebreed, Wolfdown, Terror dan Madball. Formasi kembali berubah tak lama setelahnya, dimana Ardi dan Aad mengundurkan diri dan diganti oleh bassis Kake serta dramer Konx (Secret Forgotten/Mesin Rusak), plus tambahan gitaris, Benk (Destination Before Death/Secret Forgotten). (Mdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.
j-rocks
Read More

J-ROCKS: Pekik “Merdeka” yang Agresif

Jelang perayaan delapan dekade hari kemerdekaan Indonesia, J-Rocks menjadi salah satu band rock yang terlibat di proyek album kebangsaan “10 Windu Indonesia”.