Band asal Jakarta Selatan ini, Useless Rebels, tak ingin tampil biasa dengan paham post-hardcore atau metalcore tipikal, yang hingga kini memang masih mewabah di dunia metal modern. Mereka lantas berevolusi jauh, sejak terbentuk pada 2010. Dan kini, elemen electronic akhirnya dipilih sebagai gimmick pada ramuan musik mereka, sekaligus membuat musik Useless Rebels berbeda dibanding band-band penganut paham yang kurang lebih sejenis.
Penerapan konsep yang mereka sebut dengan istilah “electronic hardcore music” tersebut lantas tertuang total di album mini (EP) pertama mereka, “Alive” yang bakal menghujam pasar metal Tanah Air dalam waktu dekat. Selain sebagai penyaluran imajinasi musikal yang dibuat sekreatif mungkin, album yang memuat enam lagu plus satu trek remix tersebut juga dimaksudkan sebagai simbol kekonsistenan Useless Rebels menjalani karir bermusiknya.
“Makanya debut album kami ini judulnya ‘Alive’,” cetus Ais Eykhma Setiady, vokalis Useless Rebels kepada MUSIKERAS. “Ajang pembuktian kalo kami tuh masih hidup dan terus berkarya. Semua lagu kami menceritakan semangat hidup, buat hidup lebih berarti lagi di setiap harinya.”
Ide untuk mengeksplorasi musik Useless Rebels dengan imbuhan elektronik sendiri berasal dari I See Stars, sebuah band asal Michigan AS yang menjadi referensi musikal utama Ais, Afritriyono aka Avry (gitar), Atir Matski (gitar), Koko Andri Devanto aka Kober (bass), Vito Soemirat (kibord) dan Dimas Sekti Wibisana aka Deswe (dram).
“Kami suka banget sama I See Stars. Semua personel influence-nya rata-rata ke band itu. Istilahnya satu garis merahlah ke I See Stars,” ungkap Ais mengakui. Tapi intinya, inspirasi semacam itu sekalian dimaksudkan untuk menunjukkan kepada anak-anak muda untuk tidak takut mengembangkan kreativitas di bidangnya masing-masing. “Keep alive, jangan pantang menyerah. Seperti di lagu kami, ‘Imagine’, bayangkan impianmu dan selanjutnya lakukan!”
“Imagine” sendiri merupakan trek terfavorit Useless Rebels yang termuat di “Alive”. Karena menurut mereka, secara musikal paling puas, mengandung pesan positif dan tergolong easy listening. “Gampang diingat lagunya, dan sebentar lagi bakal keluar video klipnya,” seru Ais memberi bocoran.
Pergerakan karir Useless Rebels sendiri awalnya bermula dari pertemanan sekomplek dan teman main masa kecil. Tapi setelah terbentuk pada 1 Agustus 2010, perjalanan selanjutnya mulai diwarnai pergantian formasi, baru stabil pada 2015 silam dan bertahan sampai sekarang. (Mdy)
.
Yipiiiii kereeeeen musikeras magz!