Semangat Perjuangan KARAT Dipertegas di “Elegi”

Sambil menyiapkan materi album keduanya yang diharapkan rilis pada akhir tahun ini, kawanan penggeber musik cadas asal Malang bernama Karat terus memberondong kuping penggemarnya lewat peluncuran beberapa single dari album “Elegi” yang dirilis via label Portal Music Indonesia sejak September 2016 lalu.

Mereka – Billy (bass), Sonny (gitar), Ferry (vokal), Gaguk (gitar) dan Freandy (dram) – memulainya sejak Februari 2016, dimana mereka merilis single pembuka bertajuk “Kitalah Luka”, yang lantas disusul dengan single “Elegi” pada bulan lalu. Di luar itu, Karat juga melansir video musik dari dua lagunya secara acak, yakni “Duka Fanatisme” dan “Diorama Asa”. Albumnya sendiri, mulai 25 April 2017 mendatang, secara resmi juga akan merilis album “Elegi” dalam format digital.

Khusus tentang lagu “Elegi”, Karat menumpahkan unek-unek dalam tuturan liriknya, tentang sebuah harapan dan keyakinan dalam mengejar mimpi. “Walau banyak halangan yang menantang kita. Kami juga mencoba menceritakan apa yang sudah kami yakini selama ini di lagu tersebut,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

“Elegi adalah ungkapan cerita dari sebuah harapan dan semangat kami untuk terus diperjuangkan dengan penuh keyakinan tanpa menghiraukan hambatan dan gangguan. Di dalam lagu ini, kamia coba untuk terus memberikan spirit untuk saudara saudara kami yang terintimidasi.”

Saat menjalani proses rekaman lagu-lagu dari “Elegi”, para personel Karat mengaku terbiasa berbicara dan mengadopsi situasi dan kondisi yang sedang terjadi tanpa melebih-lebihkannya. Terutama dalam bahasan lirik. Namun untuk musik, Karat merangkai akar musik cadasnya lewat beberapa referensi band seperti Metalica, Megadeth, Anthrax, Slayer, Pantera, As I Lay Dying, Amon Amarth, Unearth, Lamb of God hingga Parkway Drive.

“Dalam proses pengumpulan lagu-lagu baru kami, yang pasti sebuah pergeseran psikis kami alami, ditambah dengan tantangan komposisi yang lebih baik lagi sebagai bentuk tanggung jawab karakter musik kami,” urai pihak Karat lagi.

Karat yang mulai eksis pada 17 Agustus 2014 lalu ini adalah salah satu band yang cukup percaya diri membawakan paham metal dengan raungan distorsi yang meledak-ledak, paduan vokal scream dan growl yang kasar serta penerapan tempo yang cepat, hasil gabungan berbagai roots dari influence. Nama Karat sendiri memiliki arti dan filosofi khusus, yang mengibaratkan kehidupan manusia seperti besi yang berkarat. Artinya, band ini ingin menyampaikan pesat lewat nama band, bahwa jika semua kehidupan dan manusia kelak akan tiada (tak abadi), layaknya besi yang kokoh kelak akan menjadi ‘karat’ (berkarat / karatan). (Mdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.