Berkonsep Metalcore-Etnik Hibrida, LXDM Lepas “Until the End of Day (Sangu Pati)”

Walau sempat kehilangan gitaris, lalu yang terakhir kibordis, plus terpaan pandemi yang belum benar-benar usai, tidak menyurutkan semangat band metal asal Malang, Jawa Timur ini untuk terus berkarya. Kini, diperkuat empat personel, La Xavier De Mystelltain (LXDM) pun kembali menerjang lewat karya rekaman baru, sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Until the End of Day (Sangu

Protes DISSMISIVE tentang Alkohol dan Hardcore Punk

Hardcore punk bukan sebatas genre musik. Hardcore punk juga adalah sikap dan ekspresi. Seperti yang diterapkan band cadas jebolan UKM Musik Ikabama UMM asal Malang, Jawa Timur ini. Bagi mereka, selain musik, lampiasan lirik pun sangat merepresentasikan Dissmisive, dimana pendengar lagu mereka bisa menemukan sudut pandang yang meneriakkan pemberontakan. Keresahan-keresahan Dissmisive itulah yang dimuntahkan di

OSBORN Lintasi Ragam Metal di “The Gray Chapter”

Band cadas crossover asal Malang, Jawa Timur ini sebenarnya sudah malang-melintang sejak 2013 silam. Awalnya bernama Our Chance. Namun tujuh tahun kemudian, mereka sepakat mendaur ulang identitas, dengan mengganti nama menjadi Osborn. Dan sebagai penegas wajah barunya, Osborn pun melepas karya rekaman berformat album mini (EP) debut bertajuk “The Gray Chapter” sebagai langkah awal. Sebelumnya,

SOMNIUMSAIC Serukan Isu ‘Mental Breakdown’, Sisihkan ‘Metal Breakdown’

Tepat tiga bulan lalu, unit modern metal asal Malang, Jawa Timur ini telah memperdengarkan karya debut mereka yang bertajuk “Untruth”. Somniumsaic menerapkan paduan bantingan ‘breakdown’ serta penggunaan bentuk tangga nada Phrygian pada beberapa bagian untuk menambah kesan ‘gelap’ di lagu tersebut. ‘Phrygian’ sendiri banyak digunakan di musik-musik etnik Timur Tengah seperti Mesir dan Arab. Dan

PACIFICMYTH Ungkap Rasa Nostalgia dalam Balutan Metalcore

“Karena kami terbentuk memang dari latar belakang referensi dan selera genre musik yang sama, yaitu metalcore!” Lewat karya lagu tunggal terbarunya yang bertajuk “Hiraeth”, unit cadas asal Malang, Jawa Timur bentukan 2015 lalu ini terus mengeksplorasi kreativitas mereka dalam meracik komposisi metalcore, sebuah paham musik yang telah mendarah daging di tubuh para personel Pacificmyth. Akan

Tiba Saatnya INCREMATION Ungkap Kebusukan Manusia dalam Terjangan Brutal Death Metal

“Brutal death metal selalu memainkan ketukan dram yang cepat dengan perpindahan tempo yang secara tiba-tiba, lalu part-part yang groovy membuat seseorang yang mendengarkannya melakukan headbang.” Ungkapan kepuasan di atas dilontarkan Incremation kepada MUSIKERAS, tentang alasan mengapa band cadas asal kota Malang, Jawa Timur ini begitu menikmati menyalakkan brutal death metal. Dan kini, gelegak gairah tersebut

STUPID TWELFTH, Berani Tampil Beda di Ranah Post-Punk

Duo bentukan Juli 2018 ini hanya diperkuat dua personel yang berasal dari Maros, Sulawesi Selatan. Namun Stupid Twelfth baru diresmikan eksistensinya setelah mereka bermukim di kota Malang, Jawa Timur. Dan setelah memperkenalkan diri lewat lagu tunggal debut bertajuk “4chord Hari Ini” yang dirilis pada 2019 lalu, kini duo Idlal (gitar/vokal) dan Muh. Khalilullah a.k.a. Ghibran

Di “Parrhesia”, LAISSEZ-FAIRE Geber Hardcore yang Terpengaruh Radiohead?

“Tanpa kesalahan, manusia akan tetap menjadi binatang, tetap terbang bersama kebencian pada nilai.” Secuil lirik di atas tersiar di lagu bertajuk “Delusi”, yang termuat di “Parrhesia”, album terbaru besutan salah satu unit hardcore asal kota Malang, Jawa Timur ini. “Parrhesia” sendiri lahir di tengah keresahan Laissez-Faire terhadap kondisi yang tidak mendukung akibat hadangan pandemi, dimana

Di “Nomenklatur”, INTERVENSI Melebar ke Thrash Metal/Crossover

Perubahan formasi mendatangkan penyegaran secara musikal di tubuh band cadas asal Malang, Jawa Timur ini. Semangat baru itu menghasilkan sebuah rilisan lagu tunggal bertajuk “Nomenklatur” yang kental akan keberingasan hardcore metal bernuansa crossover. Sebelumnya, Intervensi sempat vakum selama kurang lebih tiga tahun lantaran terkendala kesibukan masing-masing personel di luar kegiatan band. Lalu gitaris dan bassis

Rilis “Holy Fire”, COLDERRA Bakar Semangat Bertenaga Power Metal

Karena kehidupan ini layak untuk diperjuangkan. Ini tema yang dikumandangkan trio power metal asal Malang, Jawa Timur ini lewat single terbarunya yang bertajuk “Holy Fire”. Sebuah karya lagu yang memuat pesan semangat membara dalam menghadapi dunia nyata. Sebelumnya, tepatnya pada Juni 2021 lalu, Colderra telah memperdengarkan lagu debut berjudul “Cracked” yang ternyata berhasil menembus chart

Tentang Film yang Abadikan ‘Kebinalan’ Betina Rock SYLVIA SAARTJE

Usai penayangan perdana di bioskop Sarinah Moviemax, Malang pada Senin, 15 November 2021 lalu, akhirnya film dokumenter “Sylvia Saartje, Lady Rocker Pertama Indonesia” juga dipertontonkan di depan insan pers dan para penikmat musik rock di Jakarta. Tepatnya digelar semalam, di Creative Hall, M Bloc Market dengan menghadirkan Sylvia Saartje sendiri, serta sutradara Subiyanto. Juga ada

KIDS NEXT DOOR Hidup Lagi, Tuntaskan “Bleeding Ballerina” Versi Baru

Berawal dari kepulangan sang dramer Fariz Angga Oktavian dari perantauannya, akhirnya Kids Next Door (KND) menggelora lagi. Tanpa buang waktu, band bentukan 2002 silam yang disebut-sebut sebagai founding father skena emo di Malang, Jawa Timur ini langsung gerak cepat, bangkit dari kevakuman. Mereka lantas masuk dapur rekaman, dan kemudian melepas video musik ‘penggoda’ dari lagu

ELIMINATOR Hujat Kebencian Lewat Semburan Metalcore

Penyebar kebencian di era digital menjadi titik sentral semburan lirik dari unit metalcore asal Malang, Jawa Timur ini. Di mata Eliminator, era saat ini, banyak sekali yang menyalahgunakan media sosial untuk menyebarkan berita palsu atau hoax dan lain sebagainya. Itulah yang melatari penciptaan single bertajuk “Hatred” yang baru saja mereka lontarkan ke skena musik keras.

MIDNIGHT MEOWTH Lebur Hardcore Punk dengan Kultur Weaboo

Band keras asal kota Malang, Jawa Timur ini cukup unik. Mereka mengibarkan keberingasan hardcore punk yang dibumbui unsur metal plus sentuhan kultur otaku atau weaboo. Dua istilah yang disebut terakhir dikenal di komunitas penggemar kultur Jepang, tepatnya merupakan sebutan untuk orang-orang yang menyukai budaya pop asal negeri Matahari Terbit tersebut seperti manga dan anime. Dan

Lewat “Aggravate”, LXDM Derukan Nafas Metalcore/Deathcore Bernuansa Etnik

Diterpa pergantian gitaris plus terjangan pandemi Covid-19 sempat membuat band asal Malang, Jawa Timur ini sempat goyah. Penggarapan single terbaru yang harusnya bisa dieksekusi dalam sebulan, akhirnya terbengkalai. Untungnya, pada Juni 2021 lalu, La Xavier De Mystelltain (LXDM) menemukan gitaris baru bernama Ninis Agung Wahyu Prayoga yang memperkuat formasi. Dan dalam waktu hampir enam bulan,

THEATERING Serukan Single “Freedom of Human Right” Bernotasi Metal-Etnik

Band ini menjunjung visi ingin mengedepankan atau mengembalikan ciri khas musikalitas di kota kelahiran mereka, Malang, Jawa Timur yang sejatinya adalah salah satu barometer musik rock Indonesia. Theatering menggeber musikalitas rock yang dikolaborasikan dengan notasi etnik, plus imbuhan permainan gitar berkontur shred, yang menerapkan pola riff dan teknik palm-mute berbalut distorsi low sound nan padat.

Kebrutalan ”Diethlamide”, Cara VOSPISON Patahkan Stigma Negatif Narkoba

Kampanye tentang efek psikis jika kebablasan menggunakan narkoba yang dikoarkan unit brutal death metal asal Malang, Jawa Timur ini, sejak 2018 lalu terus berlanjut. Pada Maret 2020 lalu, Vospison sudah memanaskannya lewat dua komposisi brutal bertajuk “Morpheus” dan “Psylocybin Hypochondriasis”, yang terkemas dalam paket rekaman bertajuk “Demosick 2020”, rilisan Dismembered Records. Kini, sebuah album debut