Tentang Cuaca Ekstrim dan Kematian dalam Album EVERYTIME I DIE

Setelah resmi merilis album “Low Teens” pada 23 September tahun lalu, unit metalcore Everytime I Die akhirnya kembali meluncurkan single terbaru dari album tersebut. Kali ini yang dipilih adalah “Map Change”, trek terakhir dari album beramunisi 13 komposisi brutal sekaligus melodik tersebut.

Sebelumnya, dari “Low Teens” yang dirilis via Epitaph Records tersebut, Keith Buckley (vokal), Jordan Buckley (gitar), Andy Williams (gitar), Daniel Davison (dram) dan Steve Micciche (bass) telah meluncurkan single “The Coin Has a Say” serta “It Remembers” yang menghadirkan vokal tamu Brendan Urie dari Panic! at the Disco.

Kombinasi temperatur udara yang sangat dingin saat menjalani proses rekaman di GCR Audio, Buffalo, New York dengan pengalaman hidup Keith Buckley yang hampir kehilangan nyawa keluarganya menghasilkan ekspresi musikal dan tuturan lirik yang dramatis. Pada Desember 2015 silam, Keith terpaksa meninggalkan tur Everytime I Die di Toronto, Kanada setelah mendapatkan kabar bahwa istrinya mengalami masalah serius dalam proses persalinan.

Dari sisi musikal, tambah Keith lagi, Everytime I Die juga mengalami pengembangan yang sangat signifikan setelah dramer Daniel Davison (Norma Jean, Underoath) bergabung. Kombinasi di antara mereka menghasilkan formula hardcore dan riff-riff rock klasik yang berbahaya dan brutal. “Daniel bergabung dan tidak hanya berhasil membuka potensi Andy, Jordan dan Steve menjadi lebih bebas, tapi juga sekaligus menjadi kekuatan unik di balik kedinamisan band ini,” tandas Keith bersemangat.

Penggarapan “Low Teens” sendiri dikerjakan para personel Everytime I Die bersama produser dan engineer Will Putney (Acacia Strain, Body Count, Exhumed). Dan berkolaborasi dengan Will memberi efek yang sangat positif dalam proses penggalian kreativitas saat rekaman. “Saya belum pernah mendengar begitu banyak ide yang muncul dari satu orang untuk sebuah album rekaman Every Time I Die,” seru Keith memuji.

Everytime I Die yang terbentuk pada 1998 silam sudah merilis delapan album studio, yakni “Last Night in Town” (2001), “Hot Damn!” (2003), “Gutter Phenomenon” (2005), “The Big Dirty” (2007), “New Junk Aesthetic” (2009), “Ex Lives” (2012), “From Parts Unknown” (2014) dan “Low Teens” (2016).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.