Tiga tahun setelah merilis “Blood Mantra”, unit progressive death metal berbahaya asal Polandia, Decapicated kembali meraung lewat karya rekaman terbarunya bertajuk “Anticult”, yang bakal mulai diedarkan pada 7 Juli 2017 mendatang via label Nuclear Blast. Video klip berjudul “Never” di bawah ini merupakan single pembuka dari album baru tersebut.

Untuk pertama kalinya, saat menggarap album yang proses rekamannya dieksekusi di dua studio tersebut – tepatnya delapan hari di Custom34 Studios, Gdansk (khusus untuk dram) dan lima minggu di ZED Studios, Chechło – para personel Decapicated bekerja sama dengan orang-orang baru. Termasuk proses pemolesan mixing dan mastering yang dilakukan di Dugout Studios, Uppsala, Swedia selama lebih dari dua minggu, yang ditangani langsung oleh Daniel Bergstrand (Meshuggah, In Flames) dan Lawrence Mackrory (Firespawn, Nightrage). Tapi Waclaw ‘Vogg’ Kieltyka (gitar), Michal Lysejko (dram), Hubert Wiecek (bass) dan Rafał ‘Rasta’ Piotrowski (vokal) sangat puas akan hasil akhirnya.
“Jika ‘Anticult’ terdengar luar biasa, itu karena Decapitated dilayani dengan sangat baik selama proses (rekaman),” tutur Vogg, seperti diukutip dari press release resmi. “Kami belajar banyak lagi, kami menemukan tempat baru yang luar biasa untuk rekaman. Dram direkam tanpa trigger di Custom34 Studios. Lebih baik dan lebih cepat (prosesnya) dibanding (saat menggarap) ‘Blood Mantra’. Custom34 Studios tempat yang sangat mengagumkan, mereka memiliki segalanya. Sesi (rekaman) gitar, bass, dan vokal juga berlangsung lancar. Kami sempat sedikit panik ketika Rasta mengalami masalah dengan tenggorokannya, karena kami rekaman saat musim dingin. akhirnya rekaman belakangan.”
Selain itu, kehadiran personel baru, Hubert Więcek dari band Banisher juga menambah kekuatan baru di penggarapan komposisi album baru Decapicated. Menurut Vogg, Hubert yang bergabung menggantikan Paweł Pasek pada 2016 adalah seorang musisi yang sangat berbakat. “Dia 100 persen seorang metalhead. Dia memiliki skill serta potensi yang besar buat Decapicated. Sebenarnya dia pemain gitar (saat masih) di Banisher, tapi isian bass-nya di ‘Anticult’ sungguh mencengangkan. Dia juga seorang gearhead, jadi sangat membantu saat tur, juga seorang penggemar berat Decapicated. Jadi membuatnya bergabung sangat mudah.”
Satu lagi kelebihan album baru ini, menurut Vogg, yakni durasi lagu-lagunya yang lebih pendek. “Kami tak ingin membuang-buang waktu,” cetusnya. “Lagu-lagunya lebih terkompres dan lebih nyaman didengarkan. Anda tak perlu menunggu lama untuk mendengarkan riff-riff berikutnya. Tantangan hanya bagaimana menjaga temponya agar tetap bagus. Sebelumnya, lagunya terlalu cepat dan kehilangan groove-nya. Sekarang berbeda. Kami memiliki banyak isian pelan tapi dengan groove yang sempurna. Saya yakin akan terdengar berbahaya saat dimainkan live. Kami mengerahkan banyak waktu dan energi untuk membuat album ini terdengar seperti itu. Saya berharap penggemar lama dan baru kami menyukainya!”
Decapitated yang dibentuk di Krosno pada 1996 silam, sejauh ini sudah merilis album “Winds of Creation” (2000), “Nihility” (2002), “The Negation” (2004), “Organic Hallucinosis” (2006), “Carnival Is Forever” (2011) dan “Blood Mantra” (2014).
Kredit foto: Oscar Szramka