BEBAS PUKUL: “Heavy Metal Is All You Need!”

Album yang merefleksikan perjalanan Bebas Pukul telah dirilis, bentuk pembuktian bahwa di tengah tekanan dan perubahan, naluri bermusik tetap hidup.
bebas pukul
BEBAS PUKUL

BEBAS PUKUL menghadapi dinamika yang cukup menantang saat menjalani penggarapan album terbarunya, “Heavy Pressure”. Termasuk adanya pergantian personel di posisi dram yang turut memengaruhi arah musikal dan proses produksi.

Namun, dari tekanan dan perubahan tersebut justru lahir karya yang lebih matang dan jujur. Selain itu, “Pola kreatif kami (juga) tetap konsisten seperti karya-karya sebelumnya,” seru pihak band kepada MUSIKERAS.

“Heavy Pressure” menjadi penanda perjalanan panjang Bebas Pukul sebagai band metal asal Bojonegoro, Jawa Timur yang memilih tetap bermusik di tengah tekanan perubahan dan situasi yang tidak selalu berpihak, selama beberapa tahun terakhir.

Bagi gitaris Tendik Pristiwantoko, bassis Faisal Agung Maulana, vokalis Aldyra Yoga dan dramer Ulin Nuha, “Heavy Pressure” bukan sekadar album. Melainkan sebuah catatan proses bertahan.

Dari fase pencarian pergantian personel hingga tekanan yang datang silih berganti. Semuanya terakumulasi dalam materi-materi yang ada di album tersebut.

“Rilisan ini menjadi bukti bahwa selama naluri bermusik kami masih hidup, Bebas Pukul akan terus melangkah dan bersuara!”

Distorsi Kontras

Pengerjaan album “Heavy Pressure” telah dimulai sejak 2022 lalu, melalui proses yang panjang dan penuh dinamika. Tepat setelah peluncuran lagu rilisan tunggal, “Humans Fate” pada 6 April 2022.

Bergabungnya dramer baru memberikan nuansa serta energi baru dalam racikan musik band bentukan 2014 lalu ini. Perubahan yang membawa warna segar, tanpa menghilangkan identitas metal yang telah melekat sejak awal berdirinya band.

“Pada tahap awal, kami fokus mengumpulkan materi lagu secara bertahap hingga akhirnya album ini resmi dirilis pada awal tahun 2026. Secara keseluruhan, prosesnya memakan waktu sekitar empat tahun,” urai mereka.

Semua lagu, umumnya berawal dari eksplorasi riff gitar, yang kemudian dikembangkan menjadi struktur lagu secara mandiri di rumah. Setelah itu, para personel band menyusun pola ketukan dram menggunakan Midi, serta aransemen alur bass yang sesuai untuk memperkuat karakter lagu.

Setelah aransemen dasar sudah terbentuk, materi tersebut dikirim ke studio untuk proses rekaman vokal, dilanjutkan dengan tahap mixing dan mastering.

“Secara garis besar, proses kreatif album ini adalah perjalanan panjang yang penuh tekanan, eksplorasi, dan penyesuaian, namun justru dari situ terbentuk karakter kuat yang menjadi identitas dari ‘Heavy Pressure’.”

Dibanding rilisan-rilisan sebelumnya, mereka sengaja menerapkan konsep berbeda di album “Heavy Pressure”. Kali ini Bebas Pukul mengeksplorasi sisi yang lebih melodis tanpa meninggalkan karakter agresif yang sudah jadi identitas mereka.

“Kami memasukkan berbagai elemen metal seperti groove, thrash, hingga hardcore, namun semuanya tetap dibangun di atas fondasi heavy metal yang kuat.”

Pendekatan dalam konsep musikal album tersebut adalah menyeimbangkan antara distorsi yang keras dengan nuansa melodi yang lebih emosional. Sehingga, tiap lagu menghadirkan dinamika yang lebih luas.

“Karakteristik kami juga semakin terasa lewat beberapa bagian solo gitar di tiap lagu, yang kami garap lebih melodis, teknikal dan tetap eksploratif untuk memperkaya warna musik secara keseluruhan.”

Salah satu contoh yang paling terlihat, mereka sebut tersalurkan di lagu “Worn”, dimana mereka menyisipkan bagian ballad yang melodius di tengah distorsi yang tetap berat. Kekontrasan itu menjadi warna baru dalam keseluruhan album.

Ekseskusi Berat

Bebas Pukul mengakui, banyak sekali referensi yang mereka serap saat proses peracikan komposisi dan aransemen lagu-lagu di “Heavy Pressure”.

Tapi yang paling mendasar, kata mereka, tetap berangkat dari Black Sabbath sebagai ‘eyang’-nya musik metal. Tetap jadi fondasi utama referensi musik Bebas Pukul.

Tentu saja, juga banyak terinspirasi dari berbagai band metal. Misalnya dari sisi groove dan agresi, ada pengaruh dari Pantera, Metallica, Slayer hingga Testament.

Lalu untuk pendekatan yang lebih mengedepankan ketukan-ketukan unik serta groove yang kuat, mereka banyak menyerap inspirasi dari Opeth, Gojira serta Jinjer, terutama dalam membangun ritme yang dinamis.

“Di sisi lain, elemen progresif juga cukup berpengaruh dalam pembentukan aransemen kami, terutama dari band seperti Rush dan Dream Theater. Bahkan, warna melodi dan feel juga kami ambil dari band-band hard rock era 90-an seperti Mr. Big dan Extreme.”

Jadi secara keseluruhan, “Heavy Pressure” adalah hasil dari percampuran berbagai referensi tersebut, yang diolah sesuai karakter mereka sendiri. Tetap berakar kuat pada heavy metal, tapi dengan sentuhan modern, melodius dan eksploratif.

Dari sembilan lagu yang disuguhkan di album, para personel Bebas Pukul kembali menyebut “Worn” sebagai lagu yang paling menantang secara teknis saat mengeksekusi rekamannya.

Lagu ini, ujar mereka, bisa dibilang menjadi titik eksplorasi Bebas Pukul yang paling berbeda dibanding delapan lagu lainnya di album “Heavy Pressure”.

“Dari segi musikal, ‘Worn’ tidak hanya menuntut kerapatan (tightness) permainan seperti lagu-lagu metal pada umumnya, tetapi juga membutuhkan kontrol dinamika yang sangat detail,” seru band ini meyakinkan.

Perpindahan dari bagian distorsi yang agresif ke nuansa ballad yang lebih melodius harus dilakukan dengan presisi tinggi serta rasa yang kuat.

Selain itu, pergantian pola ketukan di setiap bar juga menuntut konsentrasi ekstra, sehingga lagu ini bukan sekadar soal teknis, tetapi juga tentang kepekaan musikal dalam membawakan tiap bagiannya secara utuh.

“Bahkan bisa dibilang, ‘Worn’ adalah salah satu lagu yang paling ‘berat’ untuk dieksekusi di atas panggung. Sampai saat ini, lagu tersebut justru belum pernah kami bawakan secara live, meskipun sudah direkam.”

bebas pukul

Prinsip Eksistensi

Sebelum “Heavy Pressure”, Bebas Pukul tercatat telah menelurkan karya album debut “Noise Vol. 1” pada 20 Desember 2018, yang dilumuri karakter mentah, keras dan sarat amarah.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1 April 2020, band ini melanjutkan sikap tersebut melalui lagu rilisan tunggal berjudul “Konfrontasi”, sebuah ledakan langsung ke wajah yang menegaskan bahwa musik bagi mereka adalah sikap. Bukan sekadar karya.

Setelah itu, Bebas Pukul memuntahkan dua lagu rilisan tunggal susulan, yang masing-masing bertajuk “Primordial” (7 September 2021) dan “Humans Fate”.

“Heavy Pressure” yang diedarkan via label Tarrare Records (bisa didengarkan di laman Bandcamp) menjadi penegasan eksistensi Bebas Pukul di skena musik metal.

“Secara keseluruhan, Heavy Pressure’ adalah bentuk eksplorasi kami dalam memperluas spektrum musikal tanpa kehilangan akar utama kami. Karena bagi kami, prinsipnya tetap sama: Heavy Metal is all you need.” (mudya/MK01)

Susunan lagu:

  1. Elegy Of Emptiness
  2. Revealed By Truth
  3. Worn
  4. Afirmasi
  5. Heavy Pressure
  6. 999
  7. Humans Fate
  8. Primordial
  9. Konfrontasi
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
regu pemburu
Read More

REGU PEMBURU: Membunuh dari Dalam

Di amunisi terbarunya, “Labirin Pikiran”, Regu Pemburu mengungkap problema insomnia yang terus berulang setiap malam, yang terasa nyata dan liar.