KRAS Rilis “Heavy Metal Punk Machine” yang Lebih Terkonsep

Berpijak pada keinginan keras untuk menyuguhkan konsep album yang lebih matang dan detail, unit thrash metal pendatang baru asal Jakarta Selatan, Kras pun benar-benar meluangkan waktu saat menggarap album mini (EP) keduanya, “Heavy Metal Punk Machine” yang telah dirilis pada 6 Mei 2017 lalu via Undying Music.

Karena sebelumnya, saat menggarap EP yang pertama, “Patriam Fur” (2015), para personel Kras yang diperkuat Eben Andreas (gitar), Bobby Rizkiawan (bass/vokal), Audi Cabrio (gitar/vokal) serta dramer Kras saat itu, Dimas Fajar merasa agak terburu-buru. Karena lebih fokus ke produktivitas yang cepat dengan materi lagu yang dibangun dari proses jamming

“Sekarang lebih ke produktivitas yang akurat sama lebih detail gol-nya,” cetus Eben kepada MUSIKERAS. “Kali ini, dari segi musik ada beberapa konsep yang dibikin agak eksperimen, penggarapan sound dan lirik juga agak dipilih-pilih dibanding EP pertama. (Tema) Liriknya juga mulai berkembang, lebih variatif, karena ada unsur cerita fiktif seperti di lagu ‘Asylum’, dan juga ada unsur anthemic seperti di lagu ‘In Kras We Trust’. Ke depannya kami ingin terus men-develop yang terbaik dari band Kras, baik dari segi musik, sound, image serta live performance.”

“EP ini menjadi trial buat Kras bahwa ketika hendak memproduksi album yang keren dan kick ass, dari sisi materi dan image saja tidak cukup. Namun,  benang merah identitas musiknya salah satu faktor penting. Karena kalau nggak digarap dengan sedetail itu, nantinya album ini bakal sekadar lewat, euphoria sesaat. Karena Kras ingin sekali bisa bikin album keren dari segala aspek seperti ‘Kill Em’ All’ (metallica) , ‘Appetite for Destruction’ (Guns N Roses), ‘Cowboys from Hell’ (Pantera),  album pertama Van Halen hingga ‘Suit-suit Hey Hey… Gadis Sexy’ (Slank),” urai Bobby menimpali.

“Heavy Metal Punk Machine” sendiri memuat empat lagu karya Kras dengan berbagai influence musik yang bertujuan melahirkan warna thrash metal baru.  Selain “Asylum” dan “In Kras We Trust”, juga ada lagu “Poison” dan “Digital Sirkus Neraka”. Menurut Bobby, sebenarnya, tadinya direncanakan ada tujuh lagu yang termuat di album ini, namun tiga lagu lainnya tidak terpakai karena Kras merasa eksperimen musiknya terlalu jauh dari akar heavy metal dan thrash metal.

Mengambil momentum perilisan “Heavy Metal Punk Machine”, Kras yang kini diperkuat personel baru, Erlangga “EQ” – mantan dramer Divine yang masuk menggantikan Dimas – juga sekaligus merilis ulang album mini pertama, “Patriam Fur” ke dalam format cakram padat (CD). Saat pertama kali dirilis pada 2015, hanya tersedia dalam format kaset dan ludes dalam waktu enam bulan. (MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *