BLOOMING FLOWER Bertekad Unjuk Kualitas Musisi Jakarta Barat

Berawal dari kegelisahan akan kondisi musik-musik idealis di Indonesia yang kalah perhatian dibanding lagu-lagu cinta yang cengeng, unit rock asal Jakarta Barat, Blooming Flower yang diperkuat formasi Widi (vokal/gitar), Sholeh (bass), Bima (gitar) dan Komet (dram) bertekad membakar semangat skena rock dengan musik persembahan mereka yang berlirik positif. Belum lama ini, niat itu telah mereka buktikan lewat perilisan dua single segar bertajuk “Heart” dan “Ambisi Tak Terkalahkan” yang sudah bisa didengarkan via kanal Soundcloud, Reverbnation atau YouTube.

“Kami suka (band-band seperti) Captain Jack, Edane, Sweet As Revenge, Cat and Dog dan lain-lain. (Tapi) ketika melihat ada band membuat lagu cinta yang cengeng kemudian naik daun, itu terlalu monoton buat kami, melemahkan ambisi setiap pendengar dan tidak membangun. Maka dari itu kami membuat pergerakan dari hal kecil. Kami rindu musik yang berkualitas, kata-kata yang membakar semangat agar bisa mengalirkan semangat ke banyak orang yang mendengarkan,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, mempertegas tekadnya.

Tapi untuk perumusan konsep musik, Blooming Flower tidak ingin terpaku pada pola tertentu. Rock yang mereka suguhkan dibiarkan bebas lepas. Walau banyak terserap atau terinspirasi dari band-band seperti Nirvana, Alter Bridge, Blink 182, Sum41, Foo Fighters hingga One OK Rock yang merupakan hasil dari kawin silang dari selera para personelnya, mereka tetap mengedepankan formula ‘yang penting enak didengar’. “Karena setiap genre musik enak untuk didengar,” cetus mereka.

Lewat lagu “Ambisi Tak Terkalahkan” sendiri, Blooming Flower ingin membalikkan persepsi kebanyakan orang tentang lagu cinta, dimana dendam dan marah saat dikhianati atau disakiti bukanlah solusi. “Kami coba menyuarakan, bawha semua yang terjadi di isi bumi sudah tercatat sebelumnya pada Al-Kalam. Jadi ya nggak boleh saling hujat, apalagi saling bermusuhan. Tetap berdiri dan tak terkalahkan!”.

Sementara di single “Heart”, Blooming Flower mengedepankan komposisi punk rock yang berbahasa Inggris. “Ini rindu lama kami untuk membuat lagu punk rock.”

Blooming Flower terbentuk di Jakarta Barat pada akhir 2016 lalu. Terbentuk dari gabungan musisi yang merasa tidak berkembang di band masing-masing. Widi tadinya tergabung di band pop punk bernama Boringlife, Sholeh dari Slike yang ber-genre punk rock, Bima dari band pop Gen Patriot dan Komet dari grup 3HD. Keempatnya ingin membuktikan bahwa dari Jakarta Barat, juga ada band yang berkualitas. “Kami ingin seperti Superman Is Dead (Bali) atau Captain Jack (Jogjakarta) yang mewakili daerahnya, membangun daerahnya sendiri melalui musik pada setiap bait-baitnya, dari kejenuhan melihat lingkungan sekitarnya. Dengan misi yang sama, Blooming Flower lahir dengan tema musik ‘freedom’.” (MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *