Pasukan hardcore berbasis Tangerang, Rising Force akan meluncurkan album mini (EP) perdananya pada awal 2018 mendatang. Sebagai pemanasan, band yang digawangi Ganang (dram/vokal), Alfa (gitar), Yossa (gitar) dan Adri (bass) ini meluncurkan album split bertajuk “Four and a Split!” lebih dulu, bersama Antup (punk rock), Freedom Street (easycore) dan For One Last Break (pop punk).
Total lagu yang bersemayam di album split tersebut berjumlah 12, dimana Rising Force mencemplungkan nomor-nomor andalan mereka seperti “Agen Perubahan”, “Generasi Tetap Berdiri” dan “Konflik Sengsara”. Dan dipilihnya format flash drive sebagai kemasan album ini, diakui Rising Force sebagai pilihan paling tepat bagi band baru yang tengah memromosikan diri kepada khalayak hardcore Tanah Air seperti mereka.
“Bukannya kami nggak pengen punya rilisan fisik semacam kaset atau vinyl, tapi kami ingin pendengar bisa lebih gampang mengakses lagu-lagu kami. Sekarang udah jamannya teknologi. Sekarang ada kabel data, ada laptop/komputer buat akses. Jadi intinya, kami ingin mempermudah aja. Split album ini sebenarnya sarana pengenalan kami. Disebarkan, digandakan, nggak masalah buat kami. Yang penting karya kami didengar,” urai Ganang kepada MUSIKERAS.
Mengenai album mini sendiri, sejauh ini Rising Force sudah memasuki sesi rekaman lagu keempat dari total enam lagu yang direncanakan. Kendati judul albumnya belum ditentukan, tapi mereka memastikan, tema lirik yang bersemayam di dalamnya bakal berbicara seputar kritik sosial untuk kaum milenial. “Intinya sih, ini kan bangsa kita, ini negara kita, sudah sewajarnya kami sumbangkan kritik, saran serta masukan dan kontribusi demi Indonesia,” lanjut Ganang
Proses penggarapan EP tersebut membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Tahapannya terdiri dari penentuan tema lirik lebih dulu, lantas melangkah ke penulisan lirik, dan diakhiri dengan penyusunan aransemen lagu. Dari sisi musik sendiri, album mini ini bakal menonjolkan karakter khas musik hardcore yang penuh nenergi sekaligus dihujani kilatan nada-nada agresif, cepat, dan keras. “Hardcore is also about anger and emotion, right?” (Riki)
.