Relapse Records Kembali Rilis Piringan Hitam Album DEATH

Satu lagi karya rekaman warisan Death dibangkitkan. Label Relapse Records telah mengumumkan bakal merilis ulang album studio kelima milik pionir death metal legendaris tersebut yang bertajuk “Individual Thought Patterns” pada 20 Oktober 2017 mendatang. Seperti halnya versi reissue album “The Sound Of Perseverance” yang diluncurkan pada 28 November 2016 lalu, kali ini pihak Relapse pun bakal mengemasnya dalam format piringan hitam (vinyl) yang mewah dan bervariasi.

Selain kemasan standar juga ada boxset istimewa berisi dua keping piringan hitam yang hanya diedarkan dalam jumlah terbatas. Hanya 500 unit! Selain mendapatkan kepingan yang memuat album asli – dimana kualitas suaranya telah melewati proses mastering ulang – juga disertakan beberapa trek pilihan dari rekaman konser “Live in Germany – April 13th 1993”, plus rekaman studio lagu “The Exorcist” yang baru pertama kalinya disuguhkan ke dalam kepingin vinyl. Kemasan “Individual Thought Patterns” dibalut sampul jaket eksklusif serta desain artwork yang telah dikembangkan, dengan tampilan warna variatif.

Berikut susunan lagu di vinyl “Individual Thought Patterns”:

Kepingan 1: 1) Overactive Imagination – 2) In Human Form – 3) Jealousy – 4) Trapped In A Corner – 5) Mentally Blind – 6) Individual Thought Patterns – 7) Destiny – 8) Out Of Touch – 9) The Philosopher

Kepingan 2: 1) Leprosy (Live in Germany – April 13th, 1993) – 2) Suicide Machine (Live in Germany – April 13th, 1993) – 3) Living Monstrosity (Live in Germany – April 13th, 1993) – 4. Overactive Imagination (Live in Germany – April 13th, 1993) – 5) Flattening of Emotions (Live in Germany – April 13th, 1993) – 6) Within The Mind (Live in Germany – April 13th, 1993) – 7) Lack of Comprehension (Live in Germany – April 13th, 1993) – 8) Zombie Ritual (Live in Germany – April 13th, 1993) – 9) The Exorcist (Studio Outtake)

Sebelumnya, label Nuclear Blast pernah pula merilis ulang salah satu album studio Death, yakni “The Sound Of Perseverance” pada Desember 2005 silam. Dirilis dalam format cakram padat (CD) yang dipaketkan dengan sebuah DVD “Live in Cottbus ’98”. Kemudian enam tahun kemudian, tepatnya 15 Februari 2011, giliran Relapse Records yang kembali merilisnya dalam format CD ganda, dan dengan materi cover yang direvisi.

“The Sound of Perseverance” merupakan album studio ketujuh Death, yang dirilis pada 15 September 1998 via Nuclear Blast. Lagu bertajuk “Spirit Crusher” merupakan single resmi dari satu-satunya album yang menghadirkan formasi Chuck, Shannon Hamm (gitar), Scott Clendenin (bass) dan Richard Christy (dram). Selain lagu-lagu bervokal, Death menyelipkan komposisi instrumental berorientasi akustik berjudul “Voice of the Soul”. Lalu di trek terakhir ada versi daur ulang (cover) lagu “Painkiller” milik Judas Priest.

Death yang dibentuk Chuck Schuldiner di Orlando, Florida, AS pada 1983 silam disebut-sebut sebagai pionir genre death metal. Album debutnya, “Scream Bloody Gore” (1987) dianggap sebagai album death metal pertama. Chuck sendiri menjadi satu-satunya personel asli di formasi Death yang sepanjang perjalanan karirnya selalu terjadi pergantian personel. Death lantas dinyatakan tak eksis lagi setelah Chuck meninggal akibat penyakit tumor otak langka pada 13 Desember 2001. (MK03)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.