Dengarkan Refleksi Sarkastik INFITHOR

Infithor baru saja menebarkan dua single promosi mereka, bertajuk “Senyawa Berhala” dan “Hiperbola Sarkastik” sebagai langkah awal menuju tujuan akhir berupa sebuah album penuh perdana yang tengah mereka eksekusi. Menurut vokalis Dimas, juru bicara unit death metal asal Balaraja, Tangerang, Banten tersebut, sekujur album Infithor nanti bakal dikemas di atas semangat kejujuran dalam merefleksikan isi hati para personel Infithor namun dituturkan secara sarkastik.

Single “Senyawa Berhala” dan “Hiperbola Sarkastik” sendiri dibuat dan disebarkan sebagai perkenalan sekaligus bentuk dedikasi band yang juga diawaki oleh Beben (gitar), Redy (gitar), Ali (bass) dan Enye (dram) ini untuk skena underground Tanah Air. “Kami harap apresiasi atau pun respon apa saja dari teman-teman media, label dan teman-teman band terhadap materi musik kami yang telah ada,” ujar Dimas kepada MUSIKERAS.

Dari segi teknis aransemen musik, Infithor mengemas kedua lagu tersebut dalam balutan musik sederhana versi mereka dengan tuturan riff-riff gitar yang tidak terlalu berbelit-belit. Hal ini dilakukan agar para penikmat musik di luar genre metal juga bisa menikmati suguhan yang mereka hidangkan. “Intinya, kami ingin semua kalangan pencinta musik suka dan bisa menikmati musik yang kami sajikan.”

“Aransemen musiknya kami buat bersama di saat mood kami sedang baik, mengalir dan senyamannya kami saja. Tidak ada referensi pasti, yang penting jujur dalam bermusik, sadar akan kemampuan dan tidak berlebihan, karena kami sadar jenis musik yang kami mainkan tidak terlalu cepat dan brutal seperti pada umumnya musik metal,” urai Dimas lebih detail.

Barisan liriknya, diakui Dimas, banyak berkisah tentang sisi gelap manusia dengan mayoritas tema yang memaparkan tentang keegoan, keTuhanan dan kritik moral. Seluruhnya, dituangkan dalam barisan kalimat berbau sarkasme agar bisa  mencubit hati para pendengarnya. Khusus lagu “Senyawa Berhala”, dibuat berdasarkan referensi dan inspirasi dari kitab suci Al Quran. Tepatnya, surat Al-A’raf ayat 192 yang berkisah tentang berhala.

“Tapi sebelumnya kami terlebih dahulu mengkajinya lebih dalam tentang isi surat tersebut dan juga berdiskusi dengan orang yang lebih paham dan juga berwawasan luas dibandingkan dengan kami.”

Dengan konsep materi musik yang mereka anggap sederhana dan berbeda ini, Dimas dkk berharap pesan yang mereka tulis dalam setiap jengkal liriknya bisa tersampaikan dengan baik. Selebihnya, kata Dimas, biar hati yang membimbing pendengarnya karena musik adalah media paling jujur dalam merefleksikan hati dan perasaan siapapun. Baik pendengar maupun para personel Infithor.

Infithor sendiri terbentuk sejak awal 2007 dan telah mengalami beberapa kali perubahan konsep dalam tubuhnya. Hal ini disebabkan beberapa masalah yang menerpa mereka hingga akhirnya kini menemukan titik baku dalam perjalanan karir metalnya. Saat ini, Infithor sedang menantikan label rekaman yang mau bekerja sama dengan mereka untuk merilis album penuh perdana yang proses penggarapannya sudah mencapai 70 persen. (Riki Noviana)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.