Pencapaian di album debut “Reinkarnasi” yang dirilis pada 2015 silam membuat para personel Death Distortion, unit metal modern asal Jakarta semakin yakin untuk terus mengasah karakteristik khas musiknya. Lewat single terbarunya, “Terserah” yang telah diedarkan via label Putra Mandala Production, mereka menegaskan cetak biru musik Death Distortion selanjutnya.
“Ya, single ‘Terserah’ bisa jadi acuan warna musik untuk album berikutnya,” cetus Ega Liong, gitaris Death Distortion yang dihubungi MUSIKERAS. “Kali ini kami memang sengaja buat karya yang nggak terlalu ‘keras’ secara lagu atau pun musiknya. Niat dan harapannya kepengen karya Death Distortion kali ini bisa lebih luas lagi peminatnya.”
Lagu “Terserah” sendiri bercerita tentang kepasrahan seseorang kepada pasangannya yang bersikap seenaknya sendiri. Liriknya, yang ditulis oleh vokalis Trison Manurung dikemas sangat ringan dengan terapan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami. Sangat berbeda dibanding lagu lagu Death Distortion sebelumnya yang cenderung mengangkat tema serius.
Trison, Ega, Rian Dani (dram), Didik Orange (bass) dan Wawan Cher (gitar) memulai penggarapan “Terserah” lewat proses jamming di studio. Lalu melanjutkannya dengan proses rekaman yang secara keseluruhan menghabiskan waktu sebulan, termasuk eksekusi mixing dan mastering.
Dalam waktu dekat, sambil menyicil materi lagu untuk album kedua yang rencananya dirilis akhir 2018, Death Distortion juga akan menggelar serangkaian tur promosi di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan tidak menutup kemungkinan menyambangi provinsi lainnya.
Death Distortion sendiri terbentuk pada Agustus 2015 dan langsung mulai menggarap “Reinkarnasi” dua bulan setelahnya. Mereka menggarap rekamannya di Studio La Voice dan di studio Akalliar, sementara untuk proses mixing dan mastering dieksekusi di Putra Mandala Studio. Dan pada Desember 2015, Death Distortion pun memproklamirkan kehadirannya di industri musik keras lewat penampilan mereka di panggung acara “Indonesian Rock Collaboration” kedua yang berlangsung di Fame Station Bar & Cafe, Bandung. (Mdy)
.