Memegang teguh prinsip ‘musik adalah masalah rasa dan telinga, bukan gender’, unit rock yang seluruh personelnya perempuan, Bananach hadir di kancah musik keras Tanah Air. Mereka bertekad menghilangkan stigma atau cap ‘all female band’ dengan suguhan musik yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Sebagai pembuktian awal, Bananach yang dihuni Karina Sokowati (vokal), Moyann Ayu Larasati (gitar), Siti “Azni” Haznina (gitar) dan Fairuz “Fay” Hasna (dram) telah meluncurkan sebuah single perdana bertajuk “Aphrodites” sejak pertengahan Mei 2018 lalu. Di sini, mereka menggeber kekasaran garage rock yang dipadu dengan post-punk era ’80an ala Joey Division dan Sonic Youth, plus sedikit sentuhan old school punk.
Bukan hanya konsep musik yang terlihat jelas mengabaikan imej gemulai pada perempuan. Lirik “Aphrodites” sendiri, bahkan mengeritik kaum perempuan yang termakan konsumerisme tetek bengek merk dan berhala lainnya. Pada bait awal, tuturan liriknya langsung melontarkan pertanyaan besar, ‘Hey, Leech!/ What is the point of being stupidest Aphrodite of all?’. Atau, ‘Where are the brains go? Did you put in your Givenchy purse?’. Bagi mereka, dengan fenomena yang terjadi – pada kaum hawa hari ini – adalah kecelakaan modernisasi yang tengah pesat berkembang.
“Lagu ini tentang perempuan jaman sekarang yang hobinya ngomongin barang bermerk tapi diajak mikir gak bisa. Yang dipikirin penampilan doang dan citra, nggak mikirin perkembangan otak masing-masing,” seru sang vokalis, gemas.
Penggarapan rekaman “Aphrodites” sendiri dieksekusi di Masterplan Recording Chamber, Arcamanik, Bandung. Proses rekaman hanya berlangsung kurang lebih empat jam, hingga mendapatkan hasil yang memuaskan. “Puji syukur kami tidak mengalami kendala teknis. Untuk mixing dan mastering dilakukan oleh Alikbal Rusyad di The Pandora Labs, Bandung,” papar pihak band kepada MUSIKERAS.
Sebenarnya, karir Bananach sudah mulai menggeliat di Bandung sejak 2014 lalu. Namun sayangnya sering terjadi pergantian formasi dan bahkan sempat menghilang. Baru bangkit lagi pada pertengahan 2017 lalu. Kini, setelah single “Aphrodites”, Bananach bersiap merilis single kedua, sekaligus dengan video klipnya yang akan digarap bersama Noncontex. Selain itu, juga ada rencana merilis album.
“Untuk album sih, sudah pasti kami ingin sekali menggarapnya. Kalau memang jodoh mungkin bisa dilahirkan ke dunia tahun ini. Doakan ya,” ujar mereka berharap. Ok, semoga segera terwujud! (mdy/MK01)
.