Dengan formasi terbarunya, unit metalcore asal Jakarta, Undelayed telah melepas single terbarunya yang bertajuk “OMIT”, dimana mereka melibatkan seorang vokalis tamu, yakni Danny Supit dari band nu metal Sequel of Sunday. Selain mengisi vokal, Danny juga dilibatkan dalam penulisan lirik bersama bassis Undelayed, Edrian Sutarya.
Pihak Undelayed sendiri mengaku tak ada alasan khusus dalam pemilihan Danny untuk berkolaborasi. “Karena emang tiba-tiba kepikiran aja pas mau nyari vokalis tamu. Dan menurut kami, Danny juga salah satu orang yang concern sama masalah di society yang kebetulan sekonsep dengan single kami ini,” ungkap pihak undelayed kepada MUSIKERAS, menegaskan.
Oh ya, “OMIT” sendiri merupakan karya lagu yang benar-benar baru dari Undelayed, alias bukan bagian dari album mini (EP) “Primordial” yang mereka rilis pada Februari 2017 silam. “Benar-benar materi terbaru dan materi pertama yang kami buat dengan formasi berempat,” cetus mereka lagi.
Ya, kini Undelayed dihuni Edrian, Yanuar Rizky (vokal), Dzikri Mufidi (gitar) dan Yudha Erlangga (dram), tanpa kehadiran gitaris Dimas Radityo yang memutuskan berpisah dengan Undelayed. “Karena emang beda visi misi, jadi antara Undelayed dan Dimas mutusin buat jalan sendiri-sendiri aja, tapi aman semua kok, nggak ada konflik apa-apa.”
“OMIT” sendiri digarap Undelayed dengan menerapkan proses kreatif yang sedikit berbeda dibanding sebelumnya, dimana kali ini mereka juga berkolaborasi dengan Wisnu Ikhsantama sebagai produser dan Raga Maharasta sebagai pengarah vokal.
“Perbedaan yang paling mendasar di lagu ini adalah kami sangat intens (melakukan) brainstorming dengan produser dan vocal director dari segi musikal. Setelah itu, kami juga berusaha banget bikin musik yang ‘catchy’ tapi tetep ada unsur ‘keras’. Bisa dibilang ini racikan lagu paling mateng dari kami!”
Untuk proses rekaman gitar, vokal dan bass di “OMIT”, Undelayed merekamnya di Soundpole Studio milik Wisnu Ikhsantama, lalu untuk dram dieksekusi di Sams Studio. Sementara untuk mixing dan mastering dipoles oleh Riky Aprianto di Rostels Recording Studio. Secara keseluruhan proses produksi rekaman menghabiskan waktu kurang lebih tiga bulan.
Dari segi lirik, “OMIT” sendiri bercerita tentang orang-orang yang seringkali menghina dan berpikir rendah tentang pekerjaan atau suatu hal yang tidak umum dikerjakan oleh mayoritas orang. Seperti contohnya, prinsip mayoritas orang yang menganggap bahwa pekerjaan yang sebenarnya dan harga mati adalah pekerjaan kantoran dimana orang bekerja itu harus selalu berpenampilan rapih dan apabila tidak berpenampilan rapih akan dianggap rendah.
“Padahal di luar sana masih banyak hal yang bisa dilakukan dan masih banyak kesempatan untuk mengejar passion dan impian mereka. Tetapi dengan adanya cercaan, hinaan dan pandangan sinis dari mayoritas orang terhadap kaum minoritas yang dianggap berbeda dari mayoritas orang tersebut, kaum minoritas banyak yang putus asa dan berhenti mengejar passion dan impian mereka.”
Sejak pertama kali terbentuk pada 10 April 2015 lalu, hingga sekarang, konsep musikal Undelayed sangat terpengaruh pada band-band semisal Issues, Erra, Novelist, In Hearts Wake dan Northlane. Sebelum merilis video musik “OMIT” dan “Vultures”, Undelayed telah merilis video musik dari single perdana, “Apresiasi” yang menampilkan Dhenaldi dari Divide, band post-hardcore asal Jakarta. (mdy/MK01)
.