WEIRDOS Sentil Kesombongan di “Still Rollin’”

Pulau Kalimantan kini semakin banyak melahirkan talenta berbahaya, khususnya di ranah musik keras. Misalnya di Kalimantan Barat ada Wai Rejected, lalu Kalimantan Timur punya Murphy Radio, Kalimantan Tengah  punya Slap it Out, dan kini ada Weirdos dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Unit rock alternatif yang dihuni formasi Afif (vokal/gitar), Aswin (dram), Azwar (bass) dan Ari (gitar) ini baru saja merilis single baru bertajuk “Still Rollin’” via label SonicFuzz Records, yang mereka klaim sebagai pengobat rindu generasi ’90an. Sebelumnya, band yang terbentuk pada awal 2015 ini telah merilis single “Plug & Play” yang mendapatkan respon cukup baik dari pendengar di Kalimantan.

“Kalimantan tuh layak dilihat dan didengar lebih banyak kuping. Tujuan (kehadiran) kami sih, agar teman-teman di luar Kalimantan bisa ngeliat (bahwa) banyak band-band keren di sini,” seru Afif kepada MUSIKERAS, meyakinkan.

Roda yang berputar menjadi inspirasi Afif dalam membuat lagu “Still Rollin’ tersebut. Ia menyampaikan filosofi hidup yang seperti roda, yang mengatakan jika hidup kadang di atas, kadang di bawah. Intinya, lewat “Still Rollin’”, Weirdos ingin memberi tahu semua orang bahwa jika ‘lagi di atas dikit, nggak usah nyombong’. Lagu ini tercipta, kata Afif, karena ada salah satu temannya yang baru dapat kerja dan nyombong di grup WA (whatsapp). “Mungkin dia nggak ngerasa kalau dia itu lagi nyombong sama temen- temen yang lain. Padahal temen-temen juga udah pada kerja, cuman kerjanya nggak kaya dia, pake seragam dan lain-lain,” ujarnya gemas.

Dari hal sederhana tersebut, dibuatlah “Still Rollin’”. Namun, bagi para personel Weirdos, pesan lagu ini juga ditempatkan dalam hal yang lebih luas maknanya. “Di lirik, skala kesombongannya saya buat jadi lebih besar. Semacam lagu perlawanan masyarakat kecil kepada orang-orang besar yang lupa kalau posisi mereka di atas tuh nggak selamanya.”

Weirdos merekam “Still Rollin’” di Hollow Lab Records selama kurang lebih setahun, termasuk proses workshop, rekaman, mixing hingga perilisan. Cukup lama karena mereka harus mengakali kesibukan lain para personelnya, sehingga membuat penggarapan single tersendat. Selain itu, “Kendala lainnya adalah bagaimana membuat vokal di lagu ini terdengar kotor dan British,” seru Afif terus-terang.

Dalam mengolah ramuan musik di “Still Rollin’”, para personel Weirdos banyak menyerap pengaruh dari band-band era ’90an. Mulai dari Sonic Youth, Nirvana, Pearl Jam, Weezer hingga Rage Against the Machine.

Rencananya, setelah single “Still Rollin’”, Weirdos akan kembali merilis dua single sekaligus. Sementara untuk album yang proses penggarapannya sudah memasuki 70% menuju perampungan, juga dicanangkan bakal dirilis tahun ini. “Dalam album baru nanti, akan ada delapan lagu yang semuanya berbahasa Inggris,” ungkap Afif memberi bocoran.

Weirdos sendiri tercetus pembentukannya pada 2014 oleh dua orang mahasiswa telat wisuda, Afif dan Aswin. Selang berapa waktu, band ini lantas menambah dua personel, yakni Azwar dan Ari. Nama Weirdos sendiri lahir dari celetukan mulut Aswin saat latihan, yang langusng disetujui oleh personel lainnya. (mdy/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.