ASKING ALEXANDRIA Merambah Ranah EDM

Eksplorasi yang dilakukan Asking Alexandria di album terbarunya, self-titled rilisan Desember 2017 lalu, rupanya masih berlanjut ke level yang benar-benar tak terduga. Baru-baru ini, salah satu pengibar metalcore asal Inggris tersebut telah menjalin kolaborasi musikal dengan DJ (disc jockey) dan produser electronic dance music (EDM) asal Amerika Serikat bernama Crankdat (a.k.a. Christian Smith) serta duo Slander (Derek Andersen dan Scott Land), dan menghasilkan sebuah single fresh bertajuk “Kneel Before Me”.

Bagi Asking Alexandria, seperti yang diungkapkan oleh gitaris Ben Bruce, kolaborasi semacam ini sama sekali bukan ide dadakan. Karena sejak awal karir band ini, sudah terbersit niat untuk melakukan penyampuran musik trance dan EDM dengan metal atau rock.

“Orang-orang tertawa dan mengatakan bahwa kedua genre itu tidak bakal pernah ada,” ungkap Ben mengenang. “(Dan) Mereka salah. Sepuluh tahun kemudian Crankdat, Slander dan Asking Alexandria telah bersatu untuk mengangkat genre ini ke level yang baru! (Musiknya) Sangat berat dan bernyali! Dua dunia telah berbenturan seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Enjoy!”

Bagi Slander, Asking Alexander adalah salah satu band yang tumbuh bersamanya di masa sekolah, disamping band-band seperti Avenged Sevenfold, Underoath dan Taking Back Sunday. “(Musik mereka) yang terdengar dari pengeras suara di mobil kami, di parkiran sekolah kami. Musik-musik seperti itulah yang menjadi intisari, yang menjadi pijakan pengembangan musik kami. Jadi bisa Anda bayangkan betapa bersemangatnya kami ketika Asking Alexandria setuju menjadi bagian dari lagu kami bersama Crankdat!”

Saat ini, Asking Alexandria masih menjalani tur untuk mempromosikan album self-titled, sebuah karya rekaman pertama dengan vokalis Danny Worsnop yang kembali bergabung sejak pertengahan Oktober 2016 lalu. Dari album tersebut, telah diluncurkan single “Into the Fire” dan “Alone In a Room”.

Sebelum Danny kembali bergabung, Asking Alexandria sempat diperkuat oleh vokalis Denis Shaforostov dan menghasilkan album bertajuk “The Black”, yang dirilis pada 25 Maret 2016 via Sumerian Records. Dari album tersebut melejitkan hit “I Won’t Give In” dan “Undivided”. Formasi ini pula yang tampil di panggung Hammersonic Festival, di Jakarta 17 April 2016 lalu.

Asking Alexandria dibentuk di York, North Yorkshire pada 2003 oleh Ben Bruce. Sempat diperkuat formasi Ben, Danny Worsnop, bassis Joe Lancaster, kibordis Ryan Binns, serta dramer James Cassells dan gitaris Cameron Liddell. Sekitar enam tahun kemudian, Joe dan Ryan mengundurkan diri. Joe lantas digantikan oleh Sam Bettley. Hingga hari ini, Asking Alexandria sudah merilis lima album studio, yakni “Stand Up and Scream” (2009), “Reckless & Relentless” (2011), “From Death to Destiny” (2013), “The Black” (2016) dan “Asking Alexandria” (2017). (MK03)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.