Tenggorokan masih terus membara, walau telah menggeliat selama lebih dari dua dekade. Kini unit death metal asal kediri, Jawa Timur ini kembali mengoyak batas lewat album penuh terbarunya, bertajuk “Masticate to Eyes”.
Sebelumnya, jalan menuju perilisannya sudah dipanaskan lewat penayangan video musik dari lagu “Axe To Eyes” pada Februari 2026 lalu via di kanal YouTube BrutalMind Records.
Lagu tersebut merupakan salah satu nomor unggulan sekaligus menjadi gerbang pembuka dari album “Masticate to Eyes”.
Bagi band bentukan tahun 2000 yang diperkuat formasi gitaris dan vokalis Yahnes Kristanto, bassis dan vokalis Doni Wicaksono Jati serta dramer Harispa Anugra ini, album tersebut bukan sekadar rilisan baru.
“Masticate to Eyes” merupakan manifestasi dari bara semangat yang terus menyala di dalam tubuh Tenggorokan, tentang konsistensi, kegilaan dan hasrat untuk tetap berkarya di skena death metal yang terus berubah dan semakin brutal.
Dari formasi “4-4-2” berevolusi menjadi “6-6-6”, menunjukkan perubahan yang terjadi di band ini, yang menjadi simbol transformasi menuju amukan yang lebih liar dan lebih matang.
“Masticate to Eyes” membawa benang merah tentang semangat yang tidak pernah padam di tengah kesibukan mereka. Sebuah penegasan bahwa band ini masih berdiri, bernapas liar dan siap menghancurkan segalanya lewat dentuman death metal yang bengis.

Identitas Keselarasan
Proses pengerjaan album dimulai Tenggorokan sejak 2021 lalu. Seperti ritual mereka sebelumnya, seluruh materi dipersiapkan dengan matang sebelum akhirnya dieksekusi di dapur rekaman.
Sesi rekaman dilakukan di Volcanic Studio, Kediri dengan pendekatan produksi yang lebih padat, brutal dan agresif. Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Ultra Organic untuk menghasilkan karakter suara yang masif dan menghantam tanpa ampun.
Karakter musik yang diterapkan di “Masticate to Eyes”, sedikit banyak menyerap pengaruh dari nama-nama besar di arena death dan brutal death dunia macam Suffocation, Cannibal Corpse, Disavowed, Gorgasm, Cryptopsy hingga Pyeamia.
Seluruh pengaruh tersebut dilebur menjadi identitas “Masticate to Eyes” yang lebih buas, pekat dan tanpa kompromi.
“Kami berusaha mempunyai ciri khas sendiri,” cetus pihak Tenggorokan kepada MUSIKERAS meyakinkan.
“Sebenarnya tidak berbeda dengan band-band yang sejenis lainnya. Kami berusaha agar bisa mudah diingat oleh para pendengar aja; ‘wah ini musiknya Tenggorokan nih’!”
Namun demikian, dalam penerapannya mereka juga mengakui ada beberapa tantangan teknis yang dihadapi saat menggarap komposisi lagu-lagunya. Di antaranya di nomor “Criminally to Eyes” dan “Hammer to Your Eyes”.
“Riff-nya beraneka ragam, dan part-nya lebih menantang,” seru mereka menandaskan.
Satu konsep menarik yang disuguhkan Tenggorokan di album “Masticate to Eyes” adalah penggunaan kata ‘eyes’ di judul album dan tiap judul lagunya. Apa alasannya?
“Kata ‘eyes’ di setiap judul lagu adalah lambang ‘fokus’. Fokus keselarasan hidup antara hobi dan kehidupan sehari-hari.”
Usai perilisan album ini, Tenggorokan telah menyiapkan rencana untuk menjalani tur, yang akan dijalankan secara paralel dengan proses penulisan materi lagu-lagu baru. Karena bagi mereka, api ini akan terus membara di semua titik.
Sebelum “Masticate to Eyes”, Tenggorokan sudah pernah melahirkan album mini (EP) “The End of Earth” (1 Januari 2011 – Brutal Die Inc.), album “Execution of Death” (8 Maret 2015 – Disembowel Records) serta EP “Systematic Destruction” (Agustus 2018 – Deathwish Records).
Sejak 8 Mei 2026 lalu, “Masticate to Eyes” sudah diedarkan di berbagai gerai digital serta dalam format fisik (CD) via label BrutalMind Records. (@mudya_mustamin/MK01)
Susunan lagu:
- Axe to eyes
- Criminally to eyes
- Ripped to eyes
- Blade to eyes
- Hammer to your eyes
- Torture to eyes
- Slaughter to eyes
- Fuck your eyes
- Bleeding your eyes