Nama band ini diambil dari sebuah titel ‘obat kuat’ yang cukup fenomenal beredar di masyarakat arus bawah, yang masih percaya dengan tahyul dan terjebak dalam problematika ‘tidak percaya diri’. Namun filosofi menggunakan nama Hajar Djahanam jelas bukan mengarah ke rasa tidak percaya diri, tapi lebih ke fungsi obat tadi, yakni ‘kuat dan tahan lama’! Band asal Sleman, Yogyakarta ini ingin karya mereka nantinya bisa semakin kuat dan bertahan lama.

Sebagai perkenalan, para personel Hajar Djahanam telah meletupkan sebuah single panas bertajuk “Netizen Maha Benar” pada 11 Agustus 2018 lalu. Lewat lagu ini, band yang dihuni formasi Jibon (vokal/gitar), Gerry (gitar), Basbo (bass) dan Ivan (dram) ini menyoroti fenomena yang terjadi di media sosial saat ini, dimana perilaku dan peran pengguna media sosial memiliki peran besar yang sangat berpengaruh di kehidupan nyata.
“Tema yang kami usung dalam penulisan lirik cukup klise, selayaknya band musik ekstrim pada umumnya yang cenderung kritis, satir, sarkastis, dengan menggunakan pilihan bahasa yang ringan agar mudah dicerna awam. Tapi kami memilih untuk mengangkat isu yang berugulir di masyarakat ‘arus bawah’. Karena pada saat ini kecenderungan masyarakat lebih senang melihat ke atas dan mengeritik ke atas sambil menuntut hak, tapi apa yang ada di bawah tidak pernah mau berkaca dan berbenah diri, lalu melupakan kewajiban,” ulas Hajar Djahanam via siaran pers-nya.
Dalam urusan penulisan lirik – kendati mereka bisa dibilang berada di ranah old school grindcore/death metal – namun Hajar Djahanam juga kerap terinspirasi dari ladang hip hop. “Kami belajar banyak dari budaya hip hop yang selalu menyajikan lirik yang jujur dan terjadi pada realita kehidupan si penulis (liriknya),” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, berterus-terang.
Secara musikalitas, corak old school grindcore/death metal yang digeber Hajar Djahanam lewat single “Netizen Maha Benar” sebenarnya diserap dari berbagai pengaruh serta referensi. “Cukup variatif,” kata mereka. “Secara keseluruhan band, Hajar Djahanam terinspirasi dari banyak nama-nama besar di industri musik ekstrim nasional maupun internasional. Akan tetapi kami tidak melulu mengambil referensi dari musik ekstrim sebagai acuan. Karena kami sadar, sub genre yang ada di industri musik modern sangat bisa memberi warna pada musik kami, semisal punk, jazz hingga klasik orkestra.”
Sebenarnya, lanjut pihak band lagi, juga tidak ada alasan khusus kenapa mereka memainkan old school grindcore/death metal. Mereka hanya mengeksekusi spontanitas saat melakukan jamming, dan tercetuslah anggapan bahwa musik yang mereka mainkan bisa dikategorikan ke ranah grindcore.
“Jika dilihat dari komposisi musik, lirik hingga durasi memang lebih condongnya ke arah grindcore. Tapi tidak menutup kemungkinan kami akan lebih eksplorasi lagi dari segi musikalitas, karena musik itu seharusnya dinamis. Harapan kami, tidak ingin terjebak pada sebuah pengotakan atau pengategorian sebuah sub genre.”
Proses penggarapan “Netizen Maha Benar” sendiri sebenarnya cukup singkat. Sejak awal jamming studio sampai proses penulisan lirik, perekrutan personel hingga proses transfer pengetahuan hanya membutuhkan waktu sekitar sebulan. Lalu dilanjutkan proses rekaman selama seminggu. Eksekusi rekaman untuk isian dram dan vokal dilakukan di studio, sementara untuk gitar dan bass mereka rampungkan secara portable di beberapa lokasi ruang terbuka.
“Penggarapan hingga penentuan rilis single sebenarnya kami lakukan dengan cepat agar bisa mengakuisisi penamaan band terlebih dahulu. Karena pada pemilihan nama band, sejak pertama band ini berdiri, cukup mengalami kesulitan karena sudah banyaknya titel band yang bagus dan sudah dipakai oleh band-band lainnya.”
Hajar Djahanam sendiri terbentuk pada Juni 2018, yang merupakan proyek senang-senang dari para kelas pekerja yang mencoba menyisihkan waktu luangnya untuk menyalurkan bakat energi, agar bisa berbagi keresahan atau sekadar kritik menggelitik kepada khalayak tentang fenomena yang terjadi di masyarakat.
Rencananya, setelah merilis “Netizen Maha Benar”, Hajar Djahanam akan menggarap video musiknya, dan merampungkan proses rekaman album mini. “Sementara untuk album mini kami masih mematangkan beberapa aransemen dari beberapa lagu kami. Jika tidak ada kendala, akhir tahun ini kami akan merilisnya. Amin!” (mdy/MK01)
.