THE MELTING MINDS Lengkapi Imajinasi Eksperimental di “Alternate Universe”

“… ‘Alternate Universe’ adalah satu rangkaian album penuh yang menurutku akan lebih baik didengarkan secara utuh karena dari segi transisi lagu per lagu pun berkesinambungan satu sama lain. You will be awakened!” Himbauan di atas terlontar dari Slinky Bones, vokalis dan gitaris grup musikal hasil eksperimen imajinasi asal Yogyakarta, The Melting Minds. Unit psychedelic rock

MERCUSUAR Eksplorasi Total di “Prodigium”, di Ranah Progressive Metal

Salah satu band instrumental yang berkibar dari Kota Gudeg, Yogyakarta ini akhirnya menampakkan sosoknya kembali, seiring menipisnya kabut pandemi yang menghalangi. Tidak tanggung-tanggung, Mercusuar langsung merangsek lewat sebuah karya rekaman album penuh bertajuk “Prodigium”. Kata yang dijadikan judul, diambil dari Bahasa Yunani yang bermakna ‘pelepasan’. Atau, secara luas bisa pula diartikan menebus sesuatu sebagai pelunasan.

METALLIC ASS Hadirkan Rekonstruksi “Thrash Metal 1983” dalam Format Kaset

Trio cadas namun jenaka asal Kota Gudeg, Yogyakarta ini kembali melanjutkan misi utamanya, yakni ‘memasyarakatkan thrash metal dan men-thrashmetal-kan masyarakat’. Kali ini dengan merilis “Thrash Metal 1983 – Asu! Albumnya 10 Tahun​!​“, yang memanfaatkan momentum perayaan Record Store Day pada 23 April 2022 mendatang. Kali ini diedarkan dalam format kaset pita yang memuat 12 lagu,

ZIMA: “Lirik Rap Lebih Menohok Ketimbang Teriakan Rock dan Metal!”

Unit keras asal Yogyakarta ini semakin liar dalam bereksplorasi, dan menolak tegas batasan-batasan dalam mendeskripsikan rock dan metal. Di lagu tunggal terbarunya bertajuk “Generasi Rapuh”, ZIMA memantapkan transisi, dimana gerak-gerik musikal yang dulu ditorehkan di wujud lama mereka, Captain Jack, perlahan dikikis dan menyambut semburan ide baru yang lebih segar.  Saat merilis lagu sebelumnya, “Sisi

Daur Ulang Lagu Lama, ATTACK THE HEADLINE Terlahir Kembali

Tujuh tahun terdiam tanpa melahirkan satu pun karya lagu rekaman nyaris mengubur karir band rock/screamo/post-hardcore asal Yogyakarta ini. Kesibukan masing-masing personel adalah faktor utama, dimana mereka mulai memasuki fase dewasa setelah lepas ikatan kuliah, dan mulai meniti karir, bisnis dan berkeluarga. “Sehingga prioritas utama personel bukan lagi band,” ujar pihak Attack the Headline kepada MUSIKERAS

EASTERN TRAFFIC Makin Ekspresif di Lagu Baru, dengan Vokalis Baru

Berbekal nuansa lirik optimistik yang kembali dikombinasikan dengan aransemen kekinian yang gelap, unit rock asal Yogyakarta ini kembali mengusik perhatian di skena musik independen. Setelah lagu perkenalan berjudul “Heaven” yang diluncurkan pada Maret 2021 lalu, kini Eastern Traffic melepas lagu tunggal terbarunya yang bertajuk “Purple Dreaming”.  Tapi kali ini ada perbedaan besar yang ditawarkan. Di

JERUJI BASTARD Luapkan Muak dengan Semburan ‘Heavy Punk Inferno’

Unit punk beringas asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini kembali menyalak dengan formasi plus konsep musik yang baru. Mereka dengan bangga menyebutnya ‘heavy punk inferno’. Identitas baru tersebut telah diterapkan lewat sebuah karya rekaman lagu tunggal terbaru bertajuk “1312”. Lagu itu diangkat untuk menyikapi dan merespons represifitas ‘oknum, oknum dan oknum’ aparat seragam cokelat yang belakangan

SLUDGE FACTORY Lestarikan Nilai-Nilai Grunge di “Torturecracy”

Grunge, pada era 90an silam, berhasil mematahkan dominasi hair metal yang saat itu menjadi primadona pasar rock dunia. Grunge menerobos lewat kesederhanaan, mengedepankan kejujuran dalam penampilan yang mencerminkan jati diri musisinya, baik dari segi fesyen, musikalitas hingga lirik. Sub-genre inilah yang lantas disepakati menjadi ‘agama’ utama kuartet rock asal Yogyakarta, Sludge Factory dalam mengekspresikan kreativitas

KLIF Tuntaskan Visi Rock ‘Penengah’ di “Unreasonable Urges”

Juli 2018 lalu, kira-kira setahun setelah single kedua “Red Cigarette” dirilis, unit rock asal Yogyakarta ini memutuskan mulai menabung mengumpulkan materi-materi baru. Targetnya adalah sebuah album penuh. Dan akhirnya, segala kerja keras mereka membuahkan hasil. Pada Minggu, 28 November 2021 lalu, album debut bertajuk “Unreasonable Urges” sah dilepas ke berbagai platform digital.  Selain menjadi karya

Di “Sky Burial”, FORNICATION ‘Kubur’ Deathcore yang Generik

Memastikan masih mencengkeram kuat di jalur musik deathcore, namun unit keras asal Yogyakarta ini tak ingin terjebak menjadi band yang generik. Deathcore versi Fornication telah dieksplorasi sedemikian rupa sehingga kini – menurut mereka – telah menjadi jati diri Fornication.  Formula ini telah mereka tancapkan sebagai penanda era baru, lewat sebuah single rekaman terkini bertajuk “Sky

“I Am Hanna”, Adalah Kebrutalan Slamming Death Versi MANNEQUIN GORETUARY

Bagi banyak musisi, pandemi telah membatasi ruang gerak untuk berekspresi di panggung. Tak ada lagi keriuhan konser atau gigs yang kerap bermandikan peluh, dimana sebuah band bisa merasakan keseruan berinteraksi langsung dengan para pemujanya. Tapi di sisi lain, pandemi ternyata juga membawa hal positif. Salah satunya adalah ketersediaan banyak waktu luang untuk menghasilkan karya. Seperti

CROSSXOVER Tekan Tensi Electronic Metalcore di Single “Adorable”

Band electronic metalcore yang terbentuk pada 3 Maret 2016 di Yogyakarta ini mencoba menyuguhkan konsep berbeda di single terbarunya, yang berjudul “Adorable”. Sebuah lagu bertema cinta, yang dibalut suara gitar berdistorsi, piano, biola serta sedikit scream. Kenapa membuat lagu dengan tema cinta? Karena Crossxover kali ini ingin membuat sesuatu yang berbeda dibanding karya-karya rekaman mereka

BUFXCTER Geber Skramz Eksperimental di Single “Cold Hands”

Pengalaman menggarap album mini (EP) pertama mereka, “Pale and Sleepless” (Mei 2020) membuat para personel unit screamo/skramz/post-hardcore asal Yogyakarta ini kini lebih percaya diri dalam menggarap single terbarunya, yang bertajuk “Cold Hands”. Lagu ini, menjadi gerbang pembuka untuk materi lainnya yang akan mereka rilis dalam EP berikutnya. Bufxcter yang masih diperkuat formasi Mokhammad ‘Rifin’ Arifin

ATAVISTI Lampiaskan “Nyana”, dengan Warna Putus Asa yang Kejam

Walau sempat merilis single debut bertajuk “Nona di Ujung Sana”, namun kelompok rock eksperimental bernuansa teatrikal asal Yogyakarta ini merasa perlu menegaskan bahwa pada awalnya mereka lahir dari sebuah pementasan teatrikal berjudul “Gugat Dewi” pada Mei 2018 lalu, dimana Atavisti berkolaborasi dengan Teater Selasar, unit teater mahasiswa di Yogyakarta. Di momen itu, kedua pihak sepakat

SHCKTHRPY Beri Kejutan Nu Metal, Rilis Single “Bersukalah!!!”

Nu metal belum kehilangan magnetnya. Paling tidak bagi unit cadas groovy yang memancangkan kibaran karirnya dari kota Yogyakarta ini. Bagi SHCKTHRPY, sub-genre yang sempat ‘pecah’ di era awal 2000an itu adalah musik yang bisa mengikat chemistry para personelnya. Apalagi, mereka memang sama-sama datang dengan referensi yang sama.  “Kami anggap cocok dengan referensi kami masing-masing yang

ALECTRONA Lecut Mental via “Super Generation” yang Anthemic

Sekitar tujuh bulan setelah melantangkan “Ego”, trio modern rock asal Yogyakarta ini kembali menyalak. Sebuah single baru yang sarat pesan positif di uraian liriknya telah dirilis sejak 10 April lalu di berbagai platform digital. Bertajuk “Super Generation”, dimana Alectrona melecut mental generasi muda agar mampu menguatkan diri, lebih percaya diri, tangguh dan pantang menyerah sebagai

EASTERN TRAFFIC Umbar Kisah Kematian, Setelah Terlahir Kembali

Eastern Traffic kembali menggelorakan karirnya di skena musik Tanah Air, khususnya di Yogyakarta. Tidak dengan persiapan setengah matang, namun datang dengan amunisi baru berupa sebuah album baru bertajuk “Innocent Moves” yang rencananya bakal dilepas via Species Music, pada November 2021 mendatang. Dan sebagai gerbang pembuka, band yang sempat vakum selama tujuh tahun tersebut telah meluncurkan

THE MELTING MINDS Rapalkan Kisah Epik Legenda Kejawen

Unit rock asal Yogyakarta, Jawa Tengah ini merupakan kelompok eksperimen imajinasi, yang baru saja merilis single keduanya, berjudul “Possessing The Witch” melalui label independen mereka sendiri, Boneless Records. Sebelumnya, band yang tercipta dari ketidakaturan yang teratur pada 2020 lalu, oleh vokalis dan gitaris Slinky Bones, gitaris Ahmad Tubagus, multi-instrumentalis Dhandy Satria, bassis Restu Prabawa, synth/singer

Usai ‘Menepi’, ZUES Cetuskan “Blacklist” yang Gahar Hari ini

Keras, memacu adrenalin, anthemic, namun tetap easy listening. Itulah target utama Zues, unit cadas asal Yogyakarta yang baru saja merilis single terbarunya sejak ‘menepi’ dari bilik rekaman, usai perilisan album “Buka Mata Buka Telinga” pada 2005 silam. Tapi ‘pertapaan’ yang mereka jalani akhirnya terbayarkan. Single baru Zues yang bertajuk “Blacklist” menunjukkan pengembangan konsep musikal yang

Album Baru DEVOURED Menukik ke Death Metal Kelam

Keberingasan brutal death metal kini sedikit dilenturkan oleh unit cadas asal Yogyakarta ini. Selepas debut album “The Lost Kingdom” yang dirilis pada 2013 lalu, yang lantas dilanjutkan menjalani tur ke berbagai kota di Indonesia, Devoured sampai pada pemikiran baru. Mereka meramu sebuah gagasan yang mengakibatkan pergeseran di konsep musiknya. Seperti yang mereka tuangkan di album