JERUJI BASTARD Berkoar Lagi, Hujat Kaum “Oligarki”

Selepas membocorkan dua komposisi bervoltase tinggi, “1312” dan “Balas Libas” tahun lalu, kini peletup keberingasan heavy punk inferno asal Yogyakarta ini melampiaskan lagu rilisan tunggal ketiga dari album mini (EP) yang kini tengah dipanaskan di studio rekaman. Kali ini, bertajuk “Oligarki” dan sudah digulirkan bagai bola api ke skena bawah tanah sejak 20 Januari 2023

Gelegar Death Metal di Karya Debut DAKSA AND THE CLAN

Mengawali karirnya di ranah hardcore, unit cadas yang para personelnya dipertemukan oleh berbagai hajatan ‘bawah tanah’ di seputaran Yogyakarta ini akhirnya berhasil mengeksekusi karya rekaman pertamanya. Sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Legacy of Sprat”, yang telah digaungkan Daksa and The Clan (DATC) ke publik metalhead sejak 9 Desember 2022 lalu. Tapi di gebrakan pertamanya ini,

GODDES OF FATE Belum Usai, Lanjutkan ‘Takdir Tuhan’

Kuartet ini bukan nama baru yang mengobarkan jagat ranah progressive metal secara lokal maupun global. Dan kini, setelah lebih dari satu dekade berkarya, pengembaraan dan metamorfosis Goddess of Fate kembali dilanjutkan, lewat eksplorasi yang makin mengundang acungan jempol. Walau sempat didera pergantian formasi. Dengan skuad terbaru yang diperkuat oleh formasi Ahmad Okta Perdana (bass), Johanes

Diilhami Radiohead, SUNLOTUS Lanjutkan Pergerakan Shoegaze

Bak raungan distorsi yang belum kelar, Sunlotus kembali menggeber kancah musik Tanah Air lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Jar Of Spells”. Berbeda dibanding karya-karya mereka sebelumnya, kali ini pelantang kebisingan shoegaze asal Blora/Yogyakarta, Jawa Tengah ini merilisnya dalam format sebuah video musik. Para personelnya, yakni Made Dharma (gitar/vokal), Dzul Fawaid Ahmad (gitar), Sinergy Aditya (bass)

UNIT GAWAT DARURAT Dibebaskan Tiga Nyawa Hardcore Punk

Terbentuk dan tumbuh di era pandemi, tepatnya di pertengahan 2021 lalu di Yogyakarta. Diawali dua pemuda yang terjebak di dalamnya, yakni vokalis Lukman Aji Santoso serta dramer Nurdin Hidayat, yang tergerak untuk mulai menyusun materi lagu karya sendiri. Dengan kondisi yang terbatas, mereka mencuri kesempatan untuk bisa masuk studio, mengaplikasikan materi-materi yang sudah mereka susun,

CROSSXOVER Tegaskan Kekuatan di Ranah Modern Electronicore

Menyusul tiga karya rekaman yang sudah dilepasliarkan di kanal YouTube resmi mereka, kini unit modern electronic metalcore ini kembali mengobarkan skena independen lewat lagu rilisan tunggal terbarunya yang bertajuk “Lotus Orb”. Oh ya, formula musik yang dimainkan Crossxover tersebut sedikit banyak terpengaruh band asal Jepang, yakni Fear, and Loathing in Las Vegas. Di kota mereka,

THE MELTING MINDS Lengkapi Imajinasi Eksperimental di “Alternate Universe”

“… ‘Alternate Universe’ adalah satu rangkaian album penuh yang menurutku akan lebih baik didengarkan secara utuh karena dari segi transisi lagu per lagu pun berkesinambungan satu sama lain. You will be awakened!” Himbauan di atas terlontar dari Slinky Bones, vokalis dan gitaris grup musikal hasil eksperimen imajinasi asal Yogyakarta, The Melting Minds. Unit psychedelic rock

MERCUSUAR Eksplorasi Total di “Prodigium”, di Ranah Progressive Metal

Salah satu band instrumental yang berkibar dari Kota Gudeg, Yogyakarta ini akhirnya menampakkan sosoknya kembali, seiring menipisnya kabut pandemi yang menghalangi. Tidak tanggung-tanggung, Mercusuar langsung merangsek lewat sebuah karya rekaman album penuh bertajuk “Prodigium”. Kata yang dijadikan judul, diambil dari Bahasa Yunani yang bermakna ‘pelepasan’. Atau, secara luas bisa pula diartikan menebus sesuatu sebagai pelunasan.

METALLIC ASS Hadirkan Rekonstruksi “Thrash Metal 1983” dalam Format Kaset

Trio cadas namun jenaka asal Kota Gudeg, Yogyakarta ini kembali melanjutkan misi utamanya, yakni ‘memasyarakatkan thrash metal dan men-thrashmetal-kan masyarakat’. Kali ini dengan merilis “Thrash Metal 1983 – Asu! Albumnya 10 Tahun​!​“, yang memanfaatkan momentum perayaan Record Store Day pada 23 April 2022 mendatang. Kali ini diedarkan dalam format kaset pita yang memuat 12 lagu,

ZIMA: “Lirik Rap Lebih Menohok Ketimbang Teriakan Rock dan Metal!”

Unit keras asal Yogyakarta ini semakin liar dalam bereksplorasi, dan menolak tegas batasan-batasan dalam mendeskripsikan rock dan metal. Di lagu tunggal terbarunya bertajuk “Generasi Rapuh”, ZIMA memantapkan transisi, dimana gerak-gerik musikal yang dulu ditorehkan di wujud lama mereka, Captain Jack, perlahan dikikis dan menyambut semburan ide baru yang lebih segar.  Saat merilis lagu sebelumnya, “Sisi

Daur Ulang Lagu Lama, ATTACK THE HEADLINE Terlahir Kembali

Tujuh tahun terdiam tanpa melahirkan satu pun karya lagu rekaman nyaris mengubur karir band rock/screamo/post-hardcore asal Yogyakarta ini. Kesibukan masing-masing personel adalah faktor utama, dimana mereka mulai memasuki fase dewasa setelah lepas ikatan kuliah, dan mulai meniti karir, bisnis dan berkeluarga. “Sehingga prioritas utama personel bukan lagi band,” ujar pihak Attack the Headline kepada MUSIKERAS

EASTERN TRAFFIC Makin Ekspresif di Lagu Baru, dengan Vokalis Baru

Berbekal nuansa lirik optimistik yang kembali dikombinasikan dengan aransemen kekinian yang gelap, unit rock asal Yogyakarta ini kembali mengusik perhatian di skena musik independen. Setelah lagu perkenalan berjudul “Heaven” yang diluncurkan pada Maret 2021 lalu, kini Eastern Traffic melepas lagu tunggal terbarunya yang bertajuk “Purple Dreaming”.  Tapi kali ini ada perbedaan besar yang ditawarkan. Di

JERUJI BASTARD Luapkan Muak dengan Semburan ‘Heavy Punk Inferno’

Unit punk beringas asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini kembali menyalak dengan formasi plus konsep musik yang baru. Mereka dengan bangga menyebutnya ‘heavy punk inferno’. Identitas baru tersebut telah diterapkan lewat sebuah karya rekaman lagu tunggal terbaru bertajuk “1312”. Lagu itu diangkat untuk menyikapi dan merespons represifitas ‘oknum, oknum dan oknum’ aparat seragam cokelat yang belakangan

SLUDGE FACTORY Lestarikan Nilai-Nilai Grunge di “Torturecracy”

Grunge, pada era 90an silam, berhasil mematahkan dominasi hair metal yang saat itu menjadi primadona pasar rock dunia. Grunge menerobos lewat kesederhanaan, mengedepankan kejujuran dalam penampilan yang mencerminkan jati diri musisinya, baik dari segi fesyen, musikalitas hingga lirik. Sub-genre inilah yang lantas disepakati menjadi ‘agama’ utama kuartet rock asal Yogyakarta, Sludge Factory dalam mengekspresikan kreativitas

KLIF Tuntaskan Visi Rock ‘Penengah’ di “Unreasonable Urges”

Juli 2018 lalu, kira-kira setahun setelah single kedua “Red Cigarette” dirilis, unit rock asal Yogyakarta ini memutuskan mulai menabung mengumpulkan materi-materi baru. Targetnya adalah sebuah album penuh. Dan akhirnya, segala kerja keras mereka membuahkan hasil. Pada Minggu, 28 November 2021 lalu, album debut bertajuk “Unreasonable Urges” sah dilepas ke berbagai platform digital.  Selain menjadi karya

Di “Sky Burial”, FORNICATION ‘Kubur’ Deathcore yang Generik

Memastikan masih mencengkeram kuat di jalur musik deathcore, namun unit keras asal Yogyakarta ini tak ingin terjebak menjadi band yang generik. Deathcore versi Fornication telah dieksplorasi sedemikian rupa sehingga kini – menurut mereka – telah menjadi jati diri Fornication.  Formula ini telah mereka tancapkan sebagai penanda era baru, lewat sebuah single rekaman terkini bertajuk “Sky

“I Am Hanna”, Adalah Kebrutalan Slamming Death Versi MANNEQUIN GORETUARY

Bagi banyak musisi, pandemi telah membatasi ruang gerak untuk berekspresi di panggung. Tak ada lagi keriuhan konser atau gigs yang kerap bermandikan peluh, dimana sebuah band bisa merasakan keseruan berinteraksi langsung dengan para pemujanya. Tapi di sisi lain, pandemi ternyata juga membawa hal positif. Salah satunya adalah ketersediaan banyak waktu luang untuk menghasilkan karya. Seperti

CROSSXOVER Tekan Tensi Electronic Metalcore di Single “Adorable”

Band electronic metalcore yang terbentuk pada 3 Maret 2016 di Yogyakarta ini mencoba menyuguhkan konsep berbeda di single terbarunya, yang berjudul “Adorable”. Sebuah lagu bertema cinta, yang dibalut suara gitar berdistorsi, piano, biola serta sedikit scream. Kenapa membuat lagu dengan tema cinta? Karena Crossxover kali ini ingin membuat sesuatu yang berbeda dibanding karya-karya rekaman mereka

BUFXCTER Geber Skramz Eksperimental di Single “Cold Hands”

Pengalaman menggarap album mini (EP) pertama mereka, “Pale and Sleepless” (Mei 2020) membuat para personel unit screamo/skramz/post-hardcore asal Yogyakarta ini kini lebih percaya diri dalam menggarap single terbarunya, yang bertajuk “Cold Hands”. Lagu ini, menjadi gerbang pembuka untuk materi lainnya yang akan mereka rilis dalam EP berikutnya. Bufxcter yang masih diperkuat formasi Mokhammad ‘Rifin’ Arifin

ATAVISTI Lampiaskan “Nyana”, dengan Warna Putus Asa yang Kejam

Walau sempat merilis single debut bertajuk “Nona di Ujung Sana”, namun kelompok rock eksperimental bernuansa teatrikal asal Yogyakarta ini merasa perlu menegaskan bahwa pada awalnya mereka lahir dari sebuah pementasan teatrikal berjudul “Gugat Dewi” pada Mei 2018 lalu, dimana Atavisti berkolaborasi dengan Teater Selasar, unit teater mahasiswa di Yogyakarta. Di momen itu, kedua pihak sepakat