Bongkar pasang personel selalu menjadi momok bagi banyak band, dan bahkan tak sedikit yang terpaksa bubar karena persoalan semacam itu. Itu juga dialami oleh unit punk rock asal Kota Cilegon, Valiant Kullo. Selama menjalani proses penggarapan album penuh pertamanya, “Reasonansi” yang barus aja dirilis, mereka harus menjalani proses perubahan formasi sebanyak dua kali.

“Pengerjaan ‘Reasonansi’ ditemui banyak persoalan, Salah satu nya ketika proses rekaman sedang berlangsung, Valiant Kullo harus mengalami bongkar pasang personel sebanyak dua kali,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.
“Jelas perubahan formasi di tubuh Valiant Kullo, sempat menyulitkan kami dalam membangun chemistry antar personel. Apalagi empat punggawa yang saat ini berjalan, memiliki latar belakang musik yang berbeda. Namun hal itu tidak menghalangi komitmen Valiant Kullo. Selama lima bulan bolak balik studio rekaman, akhirnya album kami rampung,” urai Valiant Kullo lagi, lega.
Peluncuran resmi “Reasonansi” sendiri sudah dipatenkan pada 27 Oktober 2018 lalu, dimana para personel Valiant Kullo, yakni Kullo (vokal), Nisa (bass), Wira (gitar) dan Fauzan (dram) menggelar showcase di Koeno Café, Serdang, dengan mengajak sejumlah band punk lokal seperti Suck-It 26, Stand 4 My Self, Buram dan The Petunjuxxx untuk ikut bersenang-senang.
Rekaman “Reasonansi” yang memuat 10 trek dieksekusi Valiant Kullo di Street Home Recording milik gitaris A.S.S, Doni Syahputra. Sementara untuk proses mixing dijalani di Hiatus Record. Sebelum merilis “Reasonansi”, Valiant Kullo telah melepas sejumlah single, yaitu “Your Life ft Ludy”, “Suck-It 26”, “Sirna” dan yang terbaru, “Jangan Hentikan”.
Dari segi musikalitas, Valiant Kullo mengakui banyak terinspirasi dari musik milik band-band seperti No Use For Name, Lagwagon, Mute serta Local Resident Failure. Lalu, pengaruh-pengaruh itu juga dibubuhi berbagai unsur musik lain seperti jazz, swing hingga rock n roll.
Menurut Valiant Kullo lagi, pengerjaan “Reasonansi” tidak hanya menyuguhkan eksplorasi para personel band, namun juga ada keterlibatan musisi lain di luar Valiant Kullo. Tiga lagu diantaranya merupakan sumbangsih dari beberapa musisi. Gitaris sekaligus vokalis A.S.S, Riki Poring berkontribusi pada lagu “Yang Terhebat”.
“Lagu ini paling berbeda dengan nomor lainnya. Karena komposisi lagunya lebih dominan dengan unsur ballad. Personil A.S.S lainnya, Doni juga ikut menyumbangkan karyanya dengan judul ‘Angely’. Sedangkan satu lagu lagi bertajuk ‘Kau’, ditulis oleh Rivan, eks Soul Of Punk. Album ‘Reasonansi’ bukan hanya berisi lagu-lagu yang sarat energi, namun juga goresan bernilai seni. Seluruh judul lagu disertai artwork karya Roni Fadillah yang menggambarkan isi lagu tersebut.”
Valiant Kullo terbentuk sejak 2013. Namanya sendiri diambil dari dua bahasa, yakni ‘valiant’ (Bahasa Inggris) berarti ‘pemberani’ dan ‘kullo’ sendiri merupakan plesetan dari kata ‘kula’ (Bahasa Jawa Banten) yang berarti ‘saya’. “Jadi secara keseluruhan makna nama Valiant Kullo, kami ingin menjadi pemberani untuk memasuki dunia musik, (walau) kami dari daerah terpencil di paling ujung Pulau Jawa.” (aug/MK02)
.