Berkubang di belantara musik ‘bawah tanah’ di satu sisi memang memberikan kebebasan kreativitas yang tak terkira. Ekspresi dan eksplorasi bisa menjalar ke mana-mana, tanpa harus memikirkan dampak komersilnya. Seperti yang diterapkan Coff, unit rock asal Jakarta yang baru terbentuk pada 14 Februari 2016 lalu.

Coff yang dihuni formasi Alif Ezzam Mazaya (vokal/bass), Iommi Ghifari (gitar), Adhika Rudhi Prabowo (kibord/Synth) dan Muhammad Rizky Fajar (dram) baru saja meluncurkan single debut bertajuk “Moonshine” via Sirkus Records. Dan di lagu tersebut, mereka sangat kental menggelontorkan ‘rock ngawang’, atau cita rasa musikal yang berkarakter psychedelic rock, sebuah sub-genre dari era ’60-‘70an yang kerap dikumandangkan oleh solois seperti Janis Joplin, Jimi Hendrix atau band-band macam The Beatles (terutama di album “Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band”), The Who, Pink Floyd, Jefferson Airplane hingga Greatful Dead.
“Referensi kami dalam bermusik sangat beragam,” ungkap pihak Coff kepada MUSIKERAS, mencoba menjelaskan. “Tapi pengaruh kami paling besar adalah band-band rock tahun 60an dan 70an. ‘Rock ngawang’ sendiri adalah sebutan produser kami, tapi menurut kami yang dimaksud dengan ‘rock ngawang’ itu adalah musik yang kami mainkan, yakni psychedelic rock.”
Proses rekaman “Moonshine”, lagu karya Iommi Ghiffari dan Alif Ezzam yang diproduseri oleh Tori Sudarsono (juga sekaligus untuk tahapan mixing dan mastering) direkam di Studio HT78, kecuali untuk pengisian dram. “Proses rekamannya berjalan dengan lancar. Satu-satunya kendala adalah saat kami harus mencari studio yang bagus untuk take dram, dan akhirnya Gempoy (nama panggilan dramer Coff) melakukannya di Studio Velvet, Pejaten.”
Setelah perilisan single “Moonshine”, Coff juga telah menyiapkan peluncuran single kedua bertajuk “Stranded”, sekalian beserta video klipnya. Rencananya, akan dieksekusi pada akhir 2018. Lalu selanjutnya, mereka bakal langsung memulai penggarapan materi album penuh tahun depan.
Kelahiran Coff diawali oleh Iommi, Alif dan Gempoy yang memang merupakan tempat nongkrong sejak SMP. Kemudian pada pertengahan 2015, Iommi mengajak Alif dan Gempoy untuk jamming di studio. Seiring berjalannya waktu, Iommi lantas memperkenalkan kibordis Dhika kepada Alif dan Gempoy, dan keempatnya pun sepakat membentuk band. Namun baru pada September 2016 mereka mendapatkan kesempatan manggung pertama, setelah selama enam bulan awal hanya diisi nongkrong dan bolak-balik studio untuk menggarap materi-materi lama.
Saat ini, “Moonshine” bisa didengarkan lewat berbagai kanal digital seperti Bandcamp, Deezer, Joox dan Spotify. (aug/MK02)
.
Pertamax Gan