LAWRIDER Awali Gebrakan Rap-Metal Beringas

Sebuah peleburan yang unik, antara keganasan punk rock, hardcore dan heavy metal dengan keagresifan rap terjadi di sebuah band belia asal Yogyakarta bernama Lawrider. Baru terbentuk pada 2018 lalu, namun kini sudah berhasil meletupkan single panas bertajuk “This Is How We Do”. Lagu tersebut sudah bisa didengarkan lewat platform digital seperti Spotify, iTunes, Deezer dan lain-lainnya.

Adalah dua musisi, yakni Rio “Bog” Saputra (gitar) dan Wijayanto “Pablo” Respati (vokal) yang menggagas Lawrider, kendati keduanya sempat terhalangi kesibukan masing masing. Walau belum punya personel lengkap, keduanya sepakat menjalankan Lawrider dengan mengandalkan kekuatan lirik dalam lagunya. Lalu, di tengah kesibukan penggarapan materinya, akhirnya mereka bertemu dengan Rafly Ardiansyah (bass) dan Sholeh Arif Wahyudi (dram).

Saat penggarapan “This Is How We Do” yang rekamannya dieksekusi di Goatrock Studio, keduanya berbagi tugas. Pablo menulis lirik, dan Bog meramu aransemen. Konon keduanya butuh beberapa minggu untuk bisa menyinkronkan antara flow dan musik. Maklum, karena Lawrider ingin memadukan distorsi heavy metal dengan rap.

“Kemudian secara keseluruhan digodok lagi di dalam studio bersama Rafly dan Sholeh biar lebih mateng. Setelah benar-benar sreg, nggak pake waktu lama Bog langsung menghubungi temannya, Kulsa Angelo untuk segera mengeksekusi lagu tersebut di studio (rekaman) milik Kulsa. Butuh waktu beberapa minggu juga untuk menyelesaikan ‘This Is How We Do’,” papar pihak Lawrider kepada MUSIKERAS.

Disamping penggarapan “This Is How We Do”, tepatnya di sela proses mixing lagu tersebut, sebenarnya Lawrider juga sudah mulai menyiapkan materi lain untuk kebutuhan perilisan album mini (EP) pertama mereka. “Bikin lagu, masuk studio, rekam,” cetus mereka.

Sejauh ini, perkembangan proses rekaman sudah mencapai sekitar 80%. Dan menurut Lawrider, formula musikal yang mereka terapkan keseluruhan terbilang lumayan berat, namun tetap cepat dan tegas. Ada penggabungan referensi dari band-band seperti NoFX, Bad Religion, Black Flag, Metallica, Pantera, Limp Bizkit, BLS, Revolution Mother, Wu-Tang Clan, Cypress Hill hingga rapper Eminem. “Jadi kalo remnya nggak pakem bisa bablas nabrak… hahaha!”

Oh ya, setelah melepas single “This Is How We Do”, Lawrider langsung menggelar program weekend tour, di antaranya telah diadakan di Pekalongan dan Tegal pada 9 dan 10 Maret lalu. “Selanjutnya, kami ingin tetap melanjutkan program ini dengan menggaet beberapa sponsor. Kalo tetep nggak dapet ya kami akan melakukannya secara mandiri. Kami juga akan menggelar tur Jawa-Bali,” seru pihak band optimistis.

Di luar kegiatan itu, setiap tanggal 20 Lawrider akan melepas satu single baru hingga ke hari perilisan resmi EP, yang ditargetkan menetas pada Agustus 2019 mendatang. “Terdengar terlalu cepat? Ya, kami nggak mau terlalu banyak basa-basi pakai gimmick dan macam-macam strategi marketing untuk meluncurkan EP debut ini. Yang kami harapkan media semacam Musikeras dapat terus men-support pergerakan musisi indie berdistorsi tinggi seperti kami.” (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.