THE GRGTZ Mulai Berlari Menuju Perilisan EP

Penggiat rock asal Kota Bekasi ini meneruskan gelinding roda eksistensinya dengan merilis sebuah video musik dari single “Brand New Me” dan sekaligus menjadi sinyal pemanasan menuju peluncuran album mini (EP) perdana bulan ini juga. Selain “Brand New Me”, band yang telah menggeliat sejak sembilan tahun lalu tersebut juga telah merilis single digital berjudul “Dengar dan Lihatlah”.

Para personelnya, yakni Dewo Iskandar (vokal), Helmi Giffari (bass), Aje Dwigustya (gitar), Muhammad Ahadin (gitar) dan Rangga Algavis (dram) menggarap “Brand New Me” bersama lagu-lagu lainnya di EP di sebuah studio rekaman bernama Starlight. Proses eksekusi rekaman lagu yang diciptakan oleh Ahadin, dan liriknya ditulis oleh Dewo tersebut berlangsung kurang lebih seminggu.

Dibanding “Dengar dan Lihatlah” yang cenderung terpengaruh pop rock era ‘90an, formula yang diterapkan di “Brand New Day” ini lebih mengacu ke referensi campuran pop punk dan Japanese rock.

“Secara musikal terinspirasi dari beberapa band asal Jepang, seperti Judy and Mary, L’Arc en Ciel dan One Ok Rock yang dipadukan dengan warna pop punk,” tutur THE GRGTZ kepada MUSIKERAS.

Video musik “Brand New Me” digarap THE GRGTZ bekerja sama dengan Baday Rayhand selaku sutradara, dari rumah produksi Howdiy Cahaya Asia. Penggarapannya berlangsung selama dua hari, yang mengambil lokasi di Jakarta, sehari setelah perayaan Idul Fitri tahun lalu.

Menurut Dewo, adegan dalam video musik tersebut cukup menguras tenaga, karena ia harus terus berlari. “Tapi enjoy banget. Ini syutingnya dua hari tapi nggak berurutan. Hari pertama memang H+1 lebaran, tapi hari keduanya cukup nunda lama. Dan itu gua manfaatin untuk latihan supaya bisa kuat lari lama. Berat badan sih turun tapi nggak tau berapa. Paling celana jadi agak longgar aja.”

Interpretasi dari adegan video musik itu sendiri adalah sebagai pengingat bahwa hidup ini memang melelahkan. Bahwa kita harus tetap berlari dari satu fase ke fase yang lain untuk selalu memperbaharui diri. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
incremation
Read More

INCREMATION: Kini Dinaungi Label Asal AS

Melalui New Standard Elite, Incremation merilis “Litany of Deliverance” yang sedikit banyak merupakan gambaran awal dari wajah album terbarunya nanti.
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.