“Arima” yang Menggambarkan Keteguhan REVERIE

Sambil menyiapkan sebuah album mini (EP) yang rencananya dirilis pada pertengahan 2020 mendatang, Reverie pun kembali menggelindingkan karya rekaman terbaru. Kali ini bertajuk “Arima”, yang jika dimaknakan, mempunyai arti ‘deretan waktu’. Lewat lagu tersebut, unit pop punk/emo asal Surabaya ini kurang lebih ingin menggambarkan bahwa sekuat-kuatnya atau seteguhnya hati dan rasa sabar, pada suatu titik akan memudar menjadi kekecewaan yang sangat mendalam, atau berubah menjadi perasaan dendam.

“Fase ditinggalkan maupun meninggalkan merupakan suatu momen yang sering terjadi. Apa pun itu bukan karena kehendak sendiri ataupun dikehendaki oleh orang lain, tetapi mereka tetap berusaha untuk mempertahankan apa yang sudah menjadi pilihannya,” begitu pihak Reverie mengemukakan sudut pandangnya mengenai tema lirik “Arima”.

“Arima” digarap Reverie di Rezroll home recording, dimana departemen lirik dieksekusi oleh vokalis Yanuar Rizal, sementara keseluruhan musik diramu bersama-sama oleh Boy Prasetya (gitar), Alwan Hilal (gitar), Prima Panji (dram) dan Made “Huncay” Hendra (bass).

“Proses pembuatan ‘Arima’ bisa dibilang cukup cepat,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, meyakinkan. “Dari 0%-70% hanya dalam satu sesi latihan saja. Saat itu, kondisi masing-masing dari kami mengalami kondisi yang tidak memungkinkan seperti patah hati atau mungkin sedang sedih, dan Boy (Prasetya) memainkan satu kord dengan spontan semuanya langsung ikut mengisi instrumentasi tersebut. Sisanya, kami selesaikan seminggu sebelum masuk dapur rekaman, begitu pula dengan judul dan liriknya.”

Walau mempunyai referensi musikal yang berbeda-beda, yang terbentang mulai dari rock sampai hardcore, namun para personel Reverie merasa bisa menyatukan berbagai karakter tersebut menjadi satu, dan menyebutnya sebagai karakter khas mereka. “Yang secara garis besar kami definisikan sebagai poppunk,” cetus mereka lagi.

Reverie lantas menyebut inspirasi atau referensi musikal di “Arima” banyak menyerap dari band-band emo dari era 2000-2015an. Lalu ada beberapa bagian yang juga disari dari dari band-band pop punk bahkan dari band hardcore asal Inggris yang sejenis dengan genre yang dianut Reverie.

Setelah “Arima” serta sebuah single sebelumnya, yakni “feit” yang telah diperdengarkan sejak awal April 2019 lalu, Reverie segera merampungkan produksi EP berisi lima lagu yang kini telah memasuki tahapan produksi fisik (CD). (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *