Hari Ini, ROTTENBLAST Menggerinda Lewat “Ilusi Soliteris”

Pada album pertama kami lebih banyak bermain tempo dan riff-riff yang cepat, dan ugal-ugalan, sedangkan album kedua ini kami sedikit lebih sopan dengan menyajikan materi yang lebih old but gold. Titik temu antara album pertama dan kedua adalah riff-riff kejutan yang kami sajikan dalam setiap lagu.”

Begitu pernyataan unit death metal asal Malang, Jawa Timur ini kepada MUSIKERAS, mengenai konsep musik album keduanya, “Ilusi Soliteris” yang dirilis hari ini oleh label metal kesohor di Tanah Air, Blackandje Records.

Ada sembilan lagu baru yang menggerinda di “Ilusi Soliteris”. Dan selain itu, juga ada selipan nomor “Flag of Hate”, lagu daur ulang milik legenda thrash Jerman, Kreator. Seluruh materi musik di album ini direkam di Vamos Studio (Malang) oleh Yasa Wijaya. Sementara proses mixing dan mastering dieksekusi oleh Yhonico Alam di Dark Tones Studio (Jakarta). Lalu untuk desain sampul album dipercayakan pada Oik dari Nothing Sacred Art.

Sebenarnya, menurut Rottenblast yang saat ini diperkuat Hafid Ahmad (gitar), Robby Ilmiawan (vokal), Galih Paskah (bass), Yudha Wiratama (drum) dan Chairul Yuda (gitar), proses penggarapan “Ilusi Soliteris” sudah lama mereka kerjakan. Tepatnya selepas merilis album pertama, “Pasukan Tak Bertuhan” yang dirilis oleh Gr8day Records (Malang) pada 2013 silam. Namun setelah itu, mereka terhadang jeda waktu untuk berburu label rekaman.

“Materinya kami rekam secara bertahap, sampai kemudian kelar semua pada pertengahan 2018 lalu. Butuh waktu lumayan panjang untuk mencari label dan menyiapkan segala keperluan album ini. Begitu kami kirim demo ke sana, pihak Blackandje sepakat mengontrak kami untuk merilis ‘Ilusi Soliteris’,” tutur Hafid Ahmad mengungkapkan.

Sekadar tambahan informasi, “Ilusi Soliteris” sebenarnya bukan persinggungan pertama Rottenblast dengan Blackandje. Karena pada 2019 lalu, salah satu lagu milik Rottenblast yang berjudul “Hegemoni” sempat termuat di album kompilasi “IDDM: Bloodshed Across The Nation”, keluaran Blackandje Records.

Dari dulu, menurut Hafid Ahmad, ia merasa aransemen musik di album “Ilusi Soliteris” adalah memang yang mereka cari dan kejar. Mereka makin yakin dengan corak old school death metal yang keras dan cepat, berbalut aura yang gelap serta pekat. Selain nama-nama besar di kancah death metal dunia seperti Dying Fetus, Suffocation, Cannibal Corpse, Malevolent Creation, hingga Morbid Angel, belakangan para personel Rottenblast juga mengaku banyak mendapat inspirasi dari musik Amon Amarth, Vader, sampai Dissection.

“Kami rasa lagu yang berjudul ‘Genosida’, cukup mewakili dari semua lagu baik, dari segi komposisi maupun liriknya,” cetus mereka meyakinkan.

Rottenblast terbentuk pada 2010 silam, dan tak lama setelahnya mereka langsung merilis demo debut bertitel “Brutality In The World” pada Juli 2010 secara mandiri. Lalu pada awal 2011, Rottenblast tergabung dalam 4-way Split CD bersama Goremonger (AS), Analdiction (Singapura), Last Vigil (Filipina). Proyek ini diberi titel “Rotting Ejaculation of Morbid Reality” yang dirilis oleh label rekaman asal Meksiko, Bizzare Experiment Record. Baru pada akhir 2013, Rottenblast resmi merilis album debut “Pasukan Tak Bertuhan” yang berisi sembilan nomor mengerikan, plus “Mechanix”, lagu daur ulang milik sang legenda thrash metal, Megadeth. Di sela kesibukan manggungnya, Rottenblast juga sempat merilis single bertajuk “Victim of Throne” (2015) dan menggarap visualisasi video klipnya setahun kemudian.

Untuk memanaskan promo “Ilusi Soliteris”, Rottenblast dan Blackandje Records telah merilis satu video musik untuk single “Hegemoni Vigilante”, yang sudah dapat dinikmati di kanal YouTube milik Blackandje Records. (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.