Proses yang cukup panjang akhirnya berhasil dilalui oleh unit post-hardcore asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara ini. Terhitung sejak 12 Januari 2019 lalu, secara resmi mereka meletupkan album penuh bertajuk “Unbroken”. Padahal sebenarnya, niat merilis album tersebut telah dicanangkan sejak pertengahan 2019 lalu, namun berbagai kendala yang menghantam membuat proses produksinya terhambat.
Kendala yang pertama datang dari sisi perlengkapan teknis untuk rekaman. Para personelnya, yakni Joy Silitonga (vokal), Iwan Liergo (bass/vokal), Roemfatha (gitar), Muh. Sofyan (dram) dan Ahmad Handry (kibord/program) harus belajar secara mandiri untuk merampungkan proses rekamannya. Selain itu, proses pengumpulan dana untuk membiayai segala sesuatunya juga membuat Ticket For Famous (TFF) kelimpungan.
“Proses revisi serta diskusi materi musik juga cukup memakan waktu, serta waktu rekaman yang bisa dibilang harus saling tektokan, karena di luar dari (kegiatan) bermusik kami juga cukup banyak memiliki kegiatan lainnya,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan.
“Unbroken” mulai digarap TFF sejak awal 2018, atau dua tahun setelah terbentuk. Niat awalnya adalah menggarap album mini (EP), namun seiring perjalanan waktu berubah ke arah format album penuh. Setelah proses rekaman yang dilakukan di Orgasm Records, home recording milik dramer mereka, mereka lalu melanjutkannya ke proses mixing dan mastering pada pertengahan 2019.
Tercatat ada 10 trek lagu yang menjadi amunisi ampuh TFF di album perdananya ini. Masing-masing diisi enam lagu berbahasa Inggris, sebuah lagu berbahasa Indonesia, satu lagu berbahasa campuran Indonesia-Inggris, sebuah komposisi intro serta satu lagi lagu daur ulang (cover). Proses kreatifitas serta produksi untuk “Unbroken” dikerjakan TFF bersama beberapa pihak kolektif lokal seperti Orgasm Records, Roemah Vector, Wertstrong Clothing dan Pilihan Creative.
“Secara musikal, di album ‘Unbroken’ ini benang merah-nya tetap post-hardcore, namun cukup banyak unsur musik lain yang kami campurkan, seperti djent, ambient, metalcore, hardcore, melodic hardcore, emo, symphonic, electronic dan alternative rock. Inspirasi musik kami cukup terpengaruh dari (band-band seperti) Memphis May Fire, Sleeping with Sirens, Attila, WageWar, Pierce the Veil, Veil of Maya, Crossfaith, Saosin dan Revenge the Fate.”
Kini album “Unbroken” sudah bisa dinikmati via berbagai platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Deezer, Amazon Music, Google Play dan lain-lainnya. Selain itu, pihak TFF juga merilis “Unbroken” dalam kemasan fisik CD, yang bisa dipesan secara online maupun offline di Wertstrong Shophouse. (aug/MK02)
.