HOLYKILLERS Berkontemplasi Menuju Perilisan Album Debut

Memasuki tahun baru 2020, unit metalcore/melodic death metal asal Tangerang ini kembali bergolak. Tepat 1 Februari lalu, band yang kini dihuni formasi Zethria Okka (gitar), Mochamad Reza Adhansyah (vokal), Stefanus Dicky (bass) dan Muhamad “Eby” Febriyanto (dram) ini telah melepas single baru bertajuk “Jenggala”.

Perilisan versi digitalnya dilakukan serentak di beberapa platform audio serta video di kanal YouTube, tepat pukul 00.00 WIB. Menurut pihak band, “Jenggala” merupakan metafora hasil pemikiran manusia. Pikiran itu ibarat rimba luas yang bisa membuat hilang arah dan akhirnya menghancurkan. Amatlah menyedihkan jika jiwa manusia terus terjebak dalam rimba pikiran hingga lupa jati dirinya yang sebenarnya. Itulah salah satu alasan utama mengapa “Jenggala” dirilis pada pukul 00.00, waktu dimana kita biasa berkontemplasi.

Holykillers menjalani proses kreatif perekaman “Jenggala” di Soundpole Studio melalui tahapan eksperimen dengan memberikan sentuhan khas metal ala Gothenburg seperti In Flames, dan pendekatan metal modern jaman sekarang. Lalu ditambah pula dengan kolaborasi produksi dengan Ragamaharasta dari Undelayed yang menangani pengarahan vokal, serta dengan Wisnu Ikhsantama untuk urusan teknis rekaman agar didapatkan karakter musik metal modern seperti yang diinginkan.

“Pembuatannya sendiri cukup memakan waktu hampir dua tahun karena memang sebenarnya lagu ini digarap berbarengan dengan lagu lainnya untuk (kebutuhan) album. Kesulitannya adalah (bagaimana) membuat lagu ini memiliki nuansa depresif, namun tetap catchy,” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

Jika membandingkan “Jenggala” dengan single-single sebelumnya, seperti lagu-lagu yang ada di EP debut (2017), “Another World” (termuat di album kompilasi “Musikeras Cracked It!” yang dirilis Musikeras.com pada 21 April 2018) dan “Dogma (in)Toleransi” (2019), secara musikal Holykillers mengaku tidak ada perubahan yang terlalu signifikan. Pasalnya, karena saat mereka menulis lagu tersebut, sudah ada acuan (guideline) serta moodboard yang mereka ikuti untuk mendapatkan arah yang diinginkan.

“Namun perbedaannya ada di pesan lagunya. Kalau single sebelumnya (membahas) keresahan terhadap fenomena masyarakat, tapi ‘Jenggala’ sendiri lebih kepada unrusan unfinished bussines dan mindfullness.”

Sambil mempromosikan “Jenggala”, Holykillers juga tengah berupaya merampungkan materi album yang kini proses penggarapannya sudah mencapai 50%. Rencananya akan ada delapan atau 10 lagu yang bakal disuguhkan di album tersebut, dan bakal dirilis pada pertengahan 2020. “(Sekarang) tinggal menunggu mastering saja dan persiapan untuk promosi dan segala macam perintilan lainnya,” cetus pihak band memberi bocoran. (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *