Di “Rekam Persuasif”, STINGHAZE Buktikan Rock Tidak Mati

“Rekam Persuasif” akhirnya dihadirkan Stinghaze sebagai kumpulan beberapa karya single yang sudah dirilis sebelumnya, plus lagu baru. Totalnya ada lima komposisi yang menyesaki album mini (EP) tersebut, yakni “Distorsi”, “Genosida”, “Intrik”, “Bungkam” dan “Gusar”, dan keseluruhan kini bisa dinikmati via berbagai layanan musik dengar (streaming) seperti Spotify, Apple Music, iTunes, Joox, Deezer, Soundcloud, Bandcamp dan lain-lain.

Lewat geberan rock yang disampaikan dengan bahasa yang lugas, unit heavy rock asal Jakarta ini berusaha untuk memberikan pesan tersirat bagi pendengarnya yang mungkin memiliki rasa ‘sama’ dalam segi musik atau pun kepekaan terhadap isu sosial.

“Setidaknya orang-orang bisa merasakan apa yang kami anggap meresahkan dalam isu sosial yang sering kami bahas sehari hari, seperti lagu ‘Distorsi’ yang kami buat pada saat gencar-gencarnya musik pop di Tanah Air mulai kembali medapatkan sorotan dan banyak orang yang menganggap musik rock telah mati. Lagu ‘Genosida’ yang menceritaan tentang terbunuhnya hak asasi manusia. Lagu ‘Intrik’ yang menceritakan tentang Pemilu yang dibuat berdasarkan asumsi semata tentang apa yang akan terjadi pada Pemilihan Presiden 2019. ‘Bungkam’ yang menceritakan tentang isu hoax dan media sosial, serta juga ‘Gusar’ yang menyoroti hiruk-pikuk kejadian di 23-24 September 2019 lalu mengenai penolakan RUU KUHP,” urai Stinghaze via siaran pers resminya, menerangkan.

Sementara dari lini musikal, Panji Raharjo (vokal), Yoga Nugroho (gitar), Reihan (gitar) Ahmad Zulfikar (bass) dan Rizky (dram) menyebut “Rekam Persuasif” sebagai pengalaman bermusik Stinghaze yang berharga, dimana mereka banyak mendapatkan pengalaman, terutama dalam mengolah komposisi lagu dan bagaimana melalui berbagai tantangan secara teknis. Dan itu menghasilkan kebanggaan tersendiri buat mereka, sebagai musisi.

“Karena dalam perjalanan kami bermusik, kami sambil belajar gimana komposisi yang terdengar enak di telinga. Kebetulan (lagu) ‘Gusar’ dan ‘Bungkam’ umurnya sama dan dua lagu itu direkam secara bersamaan, namun terpisah. ‘Gusar’ dan ‘Bungkam’ adalah dua lagu paling membanggakan dengan dua nuansa yang berbeda. Sementara dari segi teknis, (tantangan rekaman) semua lagu sama rata. Cuma memang, gitaris kami lumayan banyak (melakukan) improvisasi pas rekaman, jadi makin lama prosesnya,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, berterus-terang.

Ada beberapa pengalaman menarik saat menjalani proses penggarapan “Rekam Persuasif”. Hampir semua lirik lagu – kecuali “Distorsi” – dibuat dalam lingkungan yang jauh dari musik rock. Suatu saat, vokalis Panji bekerja di sebuah cafe milik musisi duo Endah N’ Rhesa yang membuat sebuah perkumpulan atau komunitas Songwriting Club yang rutin diadakan setiap Senin. Dari situ, Panji berhasil membuahkan karya berkat beberapa Pekerjaan Rumah (PR) yang diberikan oleh Endah Widiastuti dan juga Rhesa Adhitya. Salah satunya lagu “Bungkam”.

Proses rekaman “Rekam Persuasif” keseluruhan dieksekusi di Apache Music Studio, Bekasi. Stinghaze butuh waktu sekitar satu setengah tahun untuk merampungkan keseluruhan materi EP, mulai dari penulisan lirik hingga ke proses mastering.

“Proses merekam lagu dalam album mini ini juga tergolong melelahkan karena pada saat itu ada beberapa bagian yang diimprovisasi untuk menyempurnakan lagunya. Dalam perekaman lagu, beberapa kali kami harus menyesuaikan diri dengan keunikan masing-masing personel baru, sehingga kami harus mengulang untuk beradaptasi lagi dengan cara bermain sesuai yang kami mau.”

Stinghaze terbentuk pada April 2017, dengan nama yang terangkai dari kalimat ‘dosting’ (dosis tinggi) lalu menjadi ‘sting’, dan ‘haze’ yang diambil dari judul lagu Jimi Hendrix, “Purple Haze”. Konsep awal band ini adalah memainkan musik heavy rock ‘70an yang terpengaruh band-band legendaris seperti Led Zeppelin, Black Sabbath dan juga Deep Purple. Setelah “Rekam Persuasif”, rencananya Stinghaze akan membuat beberapa merchandise dan melangsungkan tur ke beberapa kota. (mdy/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.