“Mari Berpesta!” Aplikasikan SPEEDFUZZ yang Easy Listening

Musik cadas tidak harus selalu disampaikan dengan muntahan lirik kemarahan, penghujatan kepada pemerintah atau keresahan pada prilaku lingkungan sosial. Seperti yang dilakukan Speedfuzz ini, lewat single debutnya yang bertajuk “Mari Berpesta!” (Masasiorangutan Records). Bagi mereka, lirik dituturkan secara gamblang saja, dengan pilihan diksi sehari-hari agar keresahan mereka mudah dicerna oleh para pendengar.

“Konsep ‘Mari Berpesta!’ didasari keinginan kami untuk menyerukan bahwa segala sesuatu soal rutinitas pekerjaan tiap hari untuk mencari nafkah tak ubahnya hanya sebuah rutinitas. Sebagai manusia kita seharusnya melupakan sejenak masalah di tempat pekerjaan, tak membawanya ke rumah, ke keluarga atau bahkan ke lingkungan pertemanan. Atas dasar itu, ‘Mari Berpesta!’ dibuat dengan tempo cepat khas thrash metal, dengan riff yang terbilang easy listening, sampai bagian outro yang kami kendurkan sedikit demi mencapai kulminasi dari kepuasan dalam memuntahkan segala persoalan lewat berpesta,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, panjang lebar.

Lebih jauh, rancangan musikal “Mari Berpesta!” yang kini sudah bisa dinikmati via berbagai kanal layanan musik dengar digital seperti Spotify, Apple Music dan Deezer banyak terinspirasi dari musik-musik heavy atau thrash metal model Anthrax, Slayer, Metallica, Motley Crue, Van Halen hingga Black Sabbath.

Proses kreatifnya sendiri terbilang berlangsung cukup lama. Karena menurut para personel Speedfuzz, yakni Hanifan “Bonii” Bintang (gitar/vokal), Erlangga “EQ” Mukti Wardhana (dram) dan Dimaz “Dimin” Wida (bass), beberapa kali terjadi pergantian personel hingga akhirnya mereka berhasil menemukan chemistry satu sama lain lewat kesamaan tawa dan canda. Komposisi “Mari Berpesta” berawal dari riff mentah yang dibuat Bonii di rumah, lalu dikirimkan ke grup percakapan di aplikasi Whatsapp internal band, lalu mereka pun mencoba menggarapnya secara perlahan di studio tempat mereka latihan, yakni di studio Atlantis milik Kubil dari The Upstairs.

“Sekitar tiga bulan kami garap hingga matang, mulai dari riff hingga struktur lagu. Akhirnya kami merekam lagu tersebut di studio Benji, Rawalumbu dengan diproduseri oleh Pemil ‘Total Anarchy’, termasuk mixing-mastering. Lirik dibuat oleh dramer kami, EQ sebulan sebelum kami memulai proses rekaman dan isian vokal dibuat sejam sebelum proses take vokal.”

Speedfuzz terbentuk di Bekasi pada pertengahan 2019 lalu, yang bermula dari gagasan EQ (eks Kras) yang mengajak Bonii (eks Social Black Yelling). Keduanya ingin membuat band baru yang tetap memainkan musik heavy/thrash metal secara brutal, namun tetap tergolong easy listening. Setelah “Mari Berpesta!”, Speedfuzz kini menyiapkan materi album debut yang rencananya dirilis tahun ini juga. Kini mereka tengah menjalani proses workshop untuk mengumpulkan 10 materi lagu. (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.