CLEVER MOOSE Salurkan Psych-Rock Bernuansa Timur Tengah

Berawal dari temuan riff serta groove yang tercipta di malam hari sepulang kerja pada 2017 lalu mengawali gagasan Faiz Marie, seorang musisi independen asal Jakarta untuk menggarap dan lantas merilis single pertamanya, “3rd Party Culprit Factory”. Lagu ini merupakan bagian dari proyek solo yang diberi nama Clever Moose. Karya rekaman debut yang sudah bisa didengarkan via berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer dan Joox tersebut sekaligus memberikan bayangan materi album penuh yang rencananya bakal ia rilis tahun ini juga.

“Ide pertama saat proses kreatif memang mau membuat lagu yang tidak terlalu banyak hard not atau ritem dengan kord penuh dan tidak ingin menggunakan bagan lagu yang biasa seperti intro, verse 1, intro, verse 2,  reff, verse 3, part melodi, reff, outro dan mencoba menjauhi bagan seperti itu,” ulas Faiz menerangkan konsepnya kepada MUSIKERAS.

Lebih jauh, Faiz berterus-terang bahwa alasan menggunakan tangga nada phyrgian – putaran not yang biasa dipakai Arab, Latin, Turki dan sebagainya – karena memang dari awal ingin membuat sebuah album penuh dengan suasana Timur Tengah. Keseluruhan proses rekamannya dilakukan Faiz di rumahnya dan mengeksekusi sendiri setiap intrumen dan mampu ia rampungkan pada November 2019 lalu.

“Musiknya lumayan emotional feeling buat saya dan saya sudah beberapa kali buat band dan gagal karena banyak hal. Saya membuat solo (ini) karena ‘message’ dan eksperimen dalam musik yang ingin saya jalani, menurut saya,  akan lebih baik jika dikerjakan solo serta meminimalisir ekspektasi di setiap personel jika Clever Moose menjadi sebuah grup. Dan mungkin saya juga bukan team player yang baik, jadi saya memutuskan solo untuk kebaikan semua dan saya sendiri.”

Dalam aspek musik, Faiz menggabungkan beberapa referensi bermusiknya sejak 2009 di “3rd Party Culprit Factory”, yang kemudian dibungkus dengan alunan Timur Tengah atau Turkish. Ia memutuskan alunan Timur Tengah menjadi benang merah karena ia tumbuh di keluarga yang sering mendengarkan musik semacam itu. Dan seiring berjalannnya waktu ia pun terbawa turut menggilainya.

“Ibu saya merupakan salah satu trigger pematangan konsep musik Clever Moose, karena selama 10 tahun saya bermusik belum pernah dia berkomentar masalah musik sampai saya memutar demo single ini di speaker rumah. Setelah itu, ide eksplorasi musik bernuansa Timur Tengah menjadi semakin matang di pikiran saya.  Group gambus Debu asal Indonesia menjadi gerbang utama menuju eksplorasi itu pada saat saya SD. Beberapa musik modern psychedelic, funk, thrash metal dan lain-lain juga tidak luput dari eksplorasi musik Clever Moose. Ide sound modern yang compress dan konsisten serta dibumbui musik vintage menjadi pesan yang saya coba sampaikan dalam musik.”

Setelah“3rd Party Culprit Factory”, dalam beberapa bulan ke depan Faiz berencana merilis single kedua. Proses menuju perampungan album sendiri masih terus berlangsung dan sudah mencapai sekitar 70%. “Ada beberapa materi tambahan yang belum 100% selesai. Dan saya mulai mau muntah terlalu sering mendengarkan alunan Timur Tengah, hahaha. Tapi eksperimen untuk album ini effortlessly menyenangkan untuk saya pribadi dan saya sangat excited untuk memperkenalkannya kepada semua orang.” (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *