Sekitar delapan bulan setelah terbentuk, tepatnya pada Oktober 2018, unit cadas asal Bandung ini langsung tancap gas menggarap karya rekaman pertamanya, berupa single bertajuk “Prolog Drama Pertempuran”. Lalu disusul single berikutnya, “Rise and War” yang digodok selama kurang lebih sebulan.
“Prolog Drama Pertempuran” sendiri sudah mulai digaungkan Balvant sejak Desember 2019 lalu, sementara “Rise and War” bakal dirilis pada Mei 2020 mendatang, dalam format cakram padat (CD) promo di bawah naungan label Sickness Eternal Production, sekaligus bersama lagu “Prolog Drama Pertempuran”.
Menurut para personel Balvant terkini, yakni Aris Munadar (vokal), Sendi Sendiyana (gitar), Desan Setiana Putra (bass) dan Regi Lazuardi (dram), konsep musik yang mereka tawarkan di karya perdana yang direkam di Autumn Wave Studio dan di Greylephant Studio (mixing dan mastering) tersebut cenderung mengombinasikan metal murni dengan sentuhan metalcore.
“Pada initinya kami coba untuk mengusung musik yang cukup simpel. Gambaran musik di lagu ‘Rise and War’ hampir sama dengan ‘Prolog’, perbedaannya kami mencoba mengembangkannya dengan part-part yang sedikit lebih cepat dan naik turun. Untuk referensi dalam pembuatannya, kami terinspirasi (band) lokal sendiri, (seperti) Beside, Burgerkill, Parau, Hellcrust, Carnivored… dan dari sisi semangatnya kami lebih mengarah ke Humiliation. SEmentara untuk referensi dari luar kami mengacu ke As I Lay Dying, Trivium, Bloodshot Dawn dan The Black Dahlia Murder,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, menjabarkan.
Saat awal terbentuk, Balvant – mengambil namanya dari Bahasa Sansekerta yang berarti Kekuatan Besar – lahir dari gagasan Aris yang kemudian mengajak Sendi dan dramer Dery. Lalu dalam beberapa pekan, gitaris Alif dan bassis Desan turut bergabung melengkapi formasi. Namun saat tercetus niat untuk membuat video musik lagu “Prolog Drama Pertempuran”, Dery terbentur kesibukan, dan terpaksa digantikan sementara oleh Ari Bejo (Bleeding Corpse).
Tema lirik yang diangkat dari lagu-lagu Balvant sendiri berkisar pada tokoh protagonis melawan antagonis, yang menceritakan tentang seorang ksatria melawan ketidakadilan. Kalau diartikan ke kehidupan yang nyata, kita sebagai manusia harus siap menghadapi konspirasi-konspirasi kehidupan. (aug/MK02)
.