“… Hanya Karma, yang bisa menjawab rasa. Dalam Karma, ku berteman dengan luka….”
Penggalan lirik di atas diambil dari single ketiga KILMS, “Karma” (Anoixi Records). Ya, kali ini unit rock asal Jakarta ini mencoba formula baru, dimana untuk pertama kalinya mereka menggunakan lirik berbahasa Indonesia, sejak menetapkan nama KILMS.
Sebenarnya, “Karma” justru dibuat paling awal oleh bassis Machdis Arie dan dibantu oleh dramer Gama Gifari, sebelum vokalis Faizal ‘Ical’ Permana resmi bergabung di KILMS. Namun karena butuh lagu yang lebih enerjik sebagai gebrakan awal, maka “Karma” baru bisa dirilis sekarang, setelah dua single sebelumnya, yakni “Numb” dan “Hard Feelings”.
Sebelumnya, KILLMS mengakui bahwa “Numb” dan “Hard Feelings” telah ditetapkan sebagai formula pakem atau cetak biru (blueprint) musik KILMS saat ini.
“Lalu akhirnya single ketiga ini kami coba deh dengan (lirik) bahasa Indonesia. Ical juga kali ini merasa tertantang untuk bikin lirik berbahasa Indonesia. Tapi mungkin yang membuat kami percaya diri adalah karena lagunya juga nggak pelan banget,” urai gitaris Josaphat Klemens kepada MUSIKERAS.
Di lagu “Karma”, band yang sebelumnya dikenal dengan nama Killing Me Inside ini menceritakan tentang perjuangan melawan hitam putih kehidupan. Lewat lagu ini, KILMS berharap semoga pendengar mereka bisa lebih tegar dan berani untuk menerima ‘karma’. Berteman dengan luka, karena rasa pahit dan sakit adalah hal yang biasa dalam kehidupan ini. Pengalaman baik maupun buruk akan menjadi bekal yang terbaik untuk kehidupan hari ini maupun esok hari.
“Yang gue tangkap maksud dari lirik Ical adalah, bahwa rasa sakit itu lama-lama malah udah jadi biasa, karena kami sudah berteman dengan luka…,” seru Josaphat sambil tertawa.
Proses rekaman “Karma” sendiri digarap Faizal, Josaphat, Arie dan Gama sejak Januari 2020 lalu di Three Sixty Records, yang secara teknis dibantu oleh Kandarbox. Sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipercayakan pada Ricky Aprianto dari Rostels Records.
Sejak terbentuk pada 2005 silam, saat masih menggunakan nama Killing Me Inside, band ini telah merilis empat album studio, yakni “A Fresh Start for Something New” (2009), “Killing Me Inside” (2010) “One Reason” (2012) dan “Rebirth: A New Beginning” (2014). Faizal yang baru bergabung saat penggarapan single “Numb” sebelumnya dikenal sebagai frontman Slap It Out, unit post-hardcore asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah. (mdy/MK01)
.