HELLFREEZED Akhirnya Pecahkan Album “Deduktif”

Setelah penundaan yang berlarut-larut, plus peluncuran beberapa single pemanasan seperti “Warzone”, “Coretan Pemberontak”, “Parade Malapetaka” dan “Citra Bertaring”, akhirnya unit metalcore asal Jakarta ini ‘pecah telur’ juga dengan merilis album penuh pertamanya yang diberi tajuk “Deduktif”. Album yang beramunisikan delapan lagu penuh serta satu tambahan trek akustik+sequencing session ini bakal resmi diluncurkan pada 6 Juni 2020 mendatang.

“Deduktif” – kata sifat yang menjelaskan tentang proses terbentuknya sebuah penalaran – dipilih sebagai judul album oleh Hellfreezed karena dua alasan. Pertama, vokalis Dhanu Arviansyah merasa bahwa enam lirik lagu buatannya, beserta dua lirik buatan bassis Agra Damia Saputra memiliki keselarasan dalam proses penulisannya, yakni sama-sama merefleksikan pandangan mereka terhadap suatu isu dengan ego mereka sebagai seorang penulis lirik, sehingga mereka berdua menyimpulkannya dalam bentuk delapan lirik lagu yang terdapat di debut album Hellfreezed.

Lalu di lain sisi, “Deduktif” sendiri bukan melulu tentang lirik lagu yang penuh dengan kesimpulan atas sebuah isu, melainkan juga menjadi representasi dari karakter bermusik, proses produksi, serta beragam proses lain yang membawa mereka sampai pada tahap sekarang ini.

Hellfreezed yang juga diperkuat gitaris Yan Akbar Nugraha dan Yudis Monoarfa serta dramer Rifki Handani memulai proses penggarapan “Deduktif” sejak Oktober 2017 di salah satu studio yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan. Namun dalam periode rekaman pertama mereka, sempat terhambat beberapa kendala dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan proses rekaman pada Mei 2019, di Hj. Jian Studio, di bilangan Cipete. Keseluruhan pemolesan mixing dan mastering dieksekusi oleh Dio Nugroho, pemilik Hj. Jian Studio. Keseluruhan proses pembuatan album rampung pada Maret 2020.

Dari segi musikal, Hellfreezed mengaku merangkum banyak pengaruh di album ini, karena didasari latar belakang musikal para personelnya. Mereka merambah area old school, lalu modern metal dan bahkan jazz, fusion hingga hip hop.

“Karena masing masing personel mempunyai latar musik yang sangat berbeda, maka dari itu kami sepakat menggabungkan semua referensi dari masing-masing personel. Untuk (urusan) sound, kami sangat kritis pada saat proses mixing dan mastering sehingga memakan waktu kurang lebih enam bulan setelah tracking instrumen. Semoga bisa diterima oleh para pendengar dari skena underground maupun non underground,” papar pihak band kepada MUSIKERAS.

Dari keseluruhan lagu di “Deduktif” – jika harus memilih – mereka menyebut “Paranoid” sebagai lagu yang paling membanggakan dan memuaskan penggarapannya dari segi musikalitas. Alasannya, lagu tersebut mereka nilai paling brutal, teknikal, heavy dan groovy untuk dimainkan di studio, moshpit atau pada saat live.

“Dan lagu ini akan kami kemas dalam bentuk video klip yang sudah kami persiapkan sejak lama. So stay tune yes!”

Geliat Hellfreezed bermula dari jamming iseng yang dilakukan Yan, Agra dan Yudis di UKM Musik Kastik Perbanas, membawakan lagu-lagu dari Metallica, Stone Sour dan Paramore, pada Januari 2014 silam. Karena jenuh, mereka lantas mengajak teman satu kampus, Rifki untuk  mengisi posisi dram. Setelah Dhanu, teman SMA Yan bergabung, mereka pun mulai sering memainkan lagu-lagu milik Lamb of God. Benang merah musik Hellfreezed sendiri bisa dibilang mengental di metalcore. Selain simpel, karena mereka ingin memasukkan berbagai elemen musik. Selain dari sub-genre metal, juga ada sentuhan jazz, blues dan genre lainnya. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.