Hari Ini, RAHASIA INTELIJEN Bocorkan Single “Diam”

Didorong rasa kangen untuk kembali seru-seruan menghajar distorsi musik keras, komplotan unit cadas asal Jakarta ini pun kembali meraung lewat single terbaru bertajuk “Diam” yang dirilis resmi hari ini. Tidak jauh dari konsep musik terapan Rahasia Intelijen di karya rekaman album sebelumnya, yakni “Angkara” (2018), keagresifan thrash metal era ‘90an tetap dijadikan benang merah garapan musiknya. 

Pihak band yang masih diperkuat formasi Topan Tofano (bass), Aldy Abuthan (dram), Kolonel Zulkifli (vokal), Muhammad ‘Cesar’ Alkautsar (gitar) serta gitaris yang juga lebih dikenal sebagai DJ (disc jockey) dan aktor, Winky Wiryawan, menyebut band-band semacam Metallica, Anthrax dan Pantera masih menjadi acuan mereka di single tersebut.

“Balik lagi ke angkatan gue sama Cesar ya, kami emang lebih dapat groove dan feel-nya dari era itu. Band-band yang disebutin tadi itu emang masih pengaruh banget buat kami. Jadi konsep musik keseluruhan kurang lebih masih sama (dibanding sebelumnya). Nggak ada yang beda-beda amat,” ulas Winky kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Namun dari segi teknis, ada pengembangan yang mereka terapkan kali ini. Paling jelas di olahan sound rekaman. Walaupun proses mixing dan mastering masih mereka kerjakan sendiri – yang mana pengolahannya dipercayakan pada Topan Tofano – namun kali ini bisa dibilang hasilnya semakin matang. Karena menurut Winky, di album “Angkara”, olahan sound mereka masih terasa kurang memuaskan.

“Karena kami juga bukan orang yang ngerti-ngerti amat soal sound metal yang mantap tuh seperti apa…. Karena (band) ini sebenarnya proyek iseng buat kami yang kangen akan musik-musik cadas waktu itu. Tapi sekarang gue rasa soundnya udah jauh lebih tebal dan ‘dapet’. Dan dari pengalaman gue nge-cover (lagu-lagu metal) di ‘Hari Rock Kegabutan Nasional’ (di Instagram), gue jadi tahu sound gitar yang cocok untuk musik kayak gini seperti apa. Kurang lebih kayak gitu. Untuk ke depannya juga kayaknya nggak bakal berubah-ubah amat sih. Kami akan jaga Rahasia Intelijen stay di (genre) situ.” 

Seperti yang sudah dipaparkan di awal artikel, “Diam” lahir karena terdorong rasa kangen para personel Rahasia Intelijen untuk kembali bermusik. Diawali sebuah pertemuan yang sebenarnya lebih banyak diwarnai dengan candaan, namun lantas berujung ke gagasan untuk menggarap lagu baru. Singkat cerita, Cesar mengeksekusi pembuatan awal bagan musiknya karena ingin mempertahankan karakter Rahasia Intelijen tetap di wilayah thrash metal era ‘90an. 

“Bagan lalu dikirim ke grup WhatsApp terus diolah masing-masing (personel), cari isian-isian masing-masing, mulai dari dram, vokal, lead gitar dan isian-isian tipis di gitar. Waktu itu kami langsung masuk studio Gema di Kemang. Cuma seminggu jadi lagu itu,” tutur Winky lagi.

Sebenarnya, ada sejumlah rencana yang dicanangkan Rahasia Intelijen untuk merayakan perilisan “Diam”. Beberapa hari ke depan, tadinya mereka ingin menggelar semacam konser virtual membawakan single baru serta tiga lagu lainnya yang dijagokan dari album “Angkara”. Namun adanya perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Jakarta mau tak mau mengubur niat tersebut. Ditambah lagi, Winky sendiri saat ini tengah terikat kontrak pembuatan film dengan sebuah rumah produksi, dimana ada klausul agar ia sebisa mungkin tidak bertemu orang banyak, agar terhindar dari Covid-19. Sehingga sewaktu-waktu, Winky tetap dalam kondisi sehat jika ada panggilan untuk melakukan pengambilan gambar.

Oh ya, terbentuknya Rahasia Intelijen pada Oktober 2016 lalu berawal dari pertemuan Winky Wiryawan dengan Topan Tofano di kontes musik elektronik “The Remix” yang pernah tayang di Net TV. Di acara tersebut, Winky adalah konsultan musik sekaligus juri, sementara Topan merupakan salah satu peserta. Hasil dari obrol-obrol keduanya, ternyata ada kesamaan selera terhadap musik keras, khususnya metal. Dari situlah lantas muncul ide membentuk band dan mengajak personel lainnya; Cesar, Aldy dan vokalis bertopeng yang dirahasiakan identitas aslinya, Kolonel Zulkifli. Nama Rahasia Intelijen lalu disepakati sebagai nama band berdasarkan konteks lirik yang banyak membahas urusan sosial-politik serta latar belakang beberapa personel yang berasal dari keluarga militer. Kiprah awal Rahasia Intelijen dicetuskan resmi pada 27 Januari 2017 lewat single debut bertajuk “Bisana”. (mdy/MK01)

.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.