MODERNHEADS: “Garage Rock Revival 2000an Seru!”

Didasari niat menggeliatkan kembali musik garage rock revival di Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia, sekaligus untuk menancapkan eksistensi di skena, Modernheads meluncurkan single perkenalannya, yang bertajuk “Modern Junk Art”.

Modernheads sendiri baru dicetuskan kelahirannya pada awal 2020 lalu. Formasinya diperkuat para musisi kawakan yang telah malang melintang di skena musik lokal di Surabaya. Erwin Darmawan misalnya. Ia merupakan vokalis serba bisa yang telah berpengalaman dalam berbagai proyek band serta festival musik lokal. Lalu Dwi ‘Pras’ Prassetya merupakan motor pergerakan awal Modernheads dan dikenal sebagai salah satu gitaris yang disegani di skena musik metal Surabaya. Sejauh ini Pras pernah menghuni band BVAS, Mankind dan Helios.

Personel lainnya, ada Thomas Glaop, seorang penyanyi-penulis lagu dan multi instrumentalis beraliran pop lo-fi dari Surabaya yang bergabung melengkapi lini gitar. Berikutnya ada Azwin Darmawan yang mempunyai reputasi sebagai pembetot bass serta session player dengan gaya permainan yang kokoh dan rapi. Sementara di belakang perangkat dram diisi oleh Muhammad ‘Ardi’ Ardiansyah yang mengantongi jam terbang berbahaya di skena metal Surabaya lewat band Luminous Lightning Strange dan Gunslinger. 

Modernheads tidak mengelak jika dari segi musik disebut terinspirasi kuat grup rock asal kota New York, The Strokes, serta band turunannya macam Albert Hammond Jr., Television, Arctic Monkeys, Franz Ferdinand dan masih banyak lagi. Vokal serak basah yang terdistorsi, isian gitar yang bersahut-sahutan di kanan kiri pendengaran, didukung seksi bass dan dram yang solid adalah kunci permainan kuintet garage rock revivalist ini.

“Kami memilih garage rock karena kami semua suka musik alternatif dan garage rock. Selain itu, cara bermain gitar garage rock revival era 2000an seru untuk diulik,” ulas pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Karakter itulah yang lantas mereka tuangkan di “Modern Junk Artî”, single karya Erwin Darmawan dan Thomas Glaop berdurasi 3.19 menit yang liriknya bercerita tentang absurditas dan kegamangan seseorang terhadap dunia kesenian di sekitarnya, dari sudut pandang sains fiksi. “Modern Junk Art” sendiri ditulis sekitar Juni 2020 dan bergegas direkam sekitar Agustus 2020 di MUS Record, Surabaya. 

“Musik untuk ‘Modern Junk Art’ jadi terlebih dahulu daripada liriknya, dan lirik ditulis secara bersama-sama pada hari rekaman,” beber Modernheads lagi.

Saat ini “Modern Junk Art” yang bisa dinikmati via berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes, Google Play Music, Amazon MP3, Deezer, Bandcamp, iHeart Radio, Youtube dan TikTok. Lalu rencana selanjutnya, Modernheads bakal merilis single kedua beserta video musiknya pada kisaran antara Desember 2020 dan awal Januari 2021. Lalu jika sesuai rencana, album mini (EP) Modernheads yang kurang lebih berisi lima lagu akan dirilis pada kuartal pertama 2021 mendatang. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.