12 LAGU ROCK TERBAIK DUNIA 2020 Versi MUSIKERAS

Oleh @mudya_mustamin

.

Kesuraman yang menyelimuti sebagian besar kehidupan manusia sepanjang 2020 akibat terpaan pandemi, tidak menyurutkan lahirnya karya-karya rekaman rock bertaji. Tidak mudah memilah-milahnya menjadi (hanya) selusin lagu yang menurut kami terbaik di 2020 ini. Tapi setidaknya, karya-karya inilah yang kami anggap paling sukses mengombinasikan kreativitas yang nyaris tak bertepi, orisinalitas dan keunikan. Lalu juga meninggalkan dampak serta sensasi kuat di berbagai platform media sosial. 

Semoga sebagian besar lagu favorit kalian juga ada di deretan pilihan kami ini.

.

Shot In The Dark (AC/DC)

Jujur saja, tanpa merilis lagu baru pun, saat raksasa rock legendaris ini mengumumkan kembali berkegiatan bersama vokalis Brian Johnson, para pemujanya sudah senang bukan kepalang. Apalagi sampai merilis single baru. Dan terbukti, dalam urusan itu, AC/DC tak terbandingkan. “Shot In The Dark” adalah pakem musikal mereka yang masih terjaga. Bervoltase tinggi, intensitas energi yang berkobar-kobar dan berkadar anthem yang gagah.

Ordinary Man (Ozzy Osbourne)

Terlepas dari pencitraan dirinya sebagai ‘Pangeran Kegelapan’ atau ‘Bapak Musik Metal’, Ozzy Osbourne di sisi lain adalah seorang pelantun rock berkadar pop yang lihai. Dan “Ordinary World” yang menghadirkan kolaborasinya dengan maestro pop, Elton John ini adalah bukti terbaru, melanjutkan kesuksesan lagu-lagu rock balada sebelumnya seperti “Mama I’m Coming Home” atau “Dreamer”. Tapi kadar rocknya tetap pekat, yang dibangun oleh kontribusi dua personel Guns N’ Roses, yakni Slash di gitar dan Duff McKagan di bass, plus Chad Smith (Red Hot Chili Peppers) di balik perangkat dram.

Crack of Doom (Kvelertak feat. Troy Sanders)

Komposisi galak dari unit rock paling mengerikan, yang melesat dari daratan Norwegia. Single kedua dari album “Splid” yang menuai pujian dari mana-mana. Komposisinya menderu liar dengan garukan riff berkontur garage rock yang kasar dan mendengus panas, namun tetap sing along di lantunan chorus. Apalagi kini disuguhkan dengan lirik berbahasa Inggris yang lebih universal. Salah satu lagu wajib sepanjang 2020.

They Don’t Want What We Want (And They Don’t Care) (Asking Alexandria)

Pemuja metalcore boleh mengubur impian melihat band ini kembali ke habitat sebelumnya. Sejak album self-titled yang dirilis 2017 lalu, Asking Alexandria bisa dibilang terlahir kembali, dengan formula musik baru yang lebih menyasar kontur rock modern. Tapi khusus di single kedua dari album “Like a House on Fire” ini, mereka masih menyisakan sedikit kerinduan itu, yakni terapan patahan-patahan riff bernuansa metalcore. Cuma, kali ini digeber dengan pendekatan distorsi yang lebih enteng.

Set Me Free (Avenged Sevenfold)

Jika menengok produksi rekamannya, lagu ini tidak sepenuhnya baru. “Set Me Free” sudah direkam pada 2013 silam, yang tadinya dimaksudkan untuk melengkapi album “Hail to the King”. Dan akhirnya diputuskan menjadi salah satu amunisi tambahan di perilisan ulang album kompilasi “Diamonds in the Rough” yang dirilis pada 7 Februari 2020 lalu. Sebuah komposisi rock yang emosional, yang otomatis menjadi salah satu tembang klasik Avenged Sevenfold.

Shame Shame (Foo Fighters)

Tidak gampang memutuskan mengubah haluan musik sebuah band yang sudah berkarir selama lebih dari 25 tahun dengan seabrek lagu tenar. Progresi yang dilakukan Foo Fighters di sini jelas tidak mudah langsung menusuk relung hati, butuh beberapa kali eksekusi pendengaran. Sama sekali tidak buruk, tapi berbeda. Jika mencoba menghilangkan bayang-bayang musikal mereka sebelumnya, “Shame Shame” adalah karya yang apik.

Protect the Land (System of A Down)

Bayangkan, butuh sebuah golakan perang di kampung halamannya, di Republik Artsakh untuk membuat band ini akhirnya mau berkumpul dan melahirkan karya rekaman baru. Selama 15 tahun para personelnya terpisah sejak merilis album kembar “Mezmerize” dan “Hypnotize” (2005), dan tak pernah berhasil mengeksekusi reuni. “Protect the Land” (dan lagu “Genocidal Humanoidz”) adalah bentuk protes mereka terhadap perang tersebut, dan ternyata band berdarah Amerika-Armenia ini masih menyimpan cetak-biru formula musiknya yang memompa gairah, seperti yang dikenal penggemarnya 15 tahun lalu. 

Black Eyes Blue (Corey Taylor)

Salah satu single unggulan dari album solo debutnya yang bertajuk “CMFT” ini, terdengar sangat fresh. Keseluruhan berwajah pop rock menurut kamus seorang Corey Taylor. Di sisi lain, juga terdengar seperti lagu Stone Sour yang dibiarkan berdiri sendiri. Tapi tidak semengejutkan single “CMFT Must Be Stopped” yang sarat asupan energi hip-hop. Menarik!

I Disagree (Poppy)

Seorang bintang pop berlatar belakang sensasi YouTube yang mengeksekusi lagunya dengan iringan riff berat a la Bring Me the Horizon versi hari ini. Poppy adalah suguhan kejutan tiada henti. Termasuk lagu ini.

Carry On (Falling in Reverse)

Sama seperti “Set Me Free” (Avenged Sevenfold), “Carry On” ini juga bukan karya single yang benar-benar baru. Tepatnya, sudah direkam saat Falling in Reverse menggarap produksi album “Coming Home” (2017), namun baru kesampaian dirilis pada 14 Juli 2020 lalu. Komposisi rock modern dengan sentuhan elemen emo dan EDM tipis-tipis ini berhasil menjadi lagu pertama Falling in Reverse yang menerobos puncak peringkat terlaris di Mediabase Active Rock Chart, Billboard’s Hot Hard Rock Chart dan Nielsen Rock Chart.

Parasite Eve (Bring Me the Horizon)

Reformasi olahan suara dan bebunyian band ini belum memperlihatkan tanda-tanda melambat. Bahkan semakin menjadi-jadi, membuncah tak terbendung, dengan berbagai manuver kreativitas yang mengejutkan. Tak terkecuali lagu ini, dimana unsur alternative rock, electronic dan metal diremas jadi satu, lalu ditata dalam struktur aransemen yang membuat indra pendengaran ketagihan. 

Don’t Chase the Dead (Marilyn Manson)

Bayangkan David Bowie menghipnotis pendengaran dengan lafalan lirik kematian, lalu diantarkan dengan iringan derapan riff mencekam yang bernuansa industrial. Walau kadar heavy menipis, namun lagu ini tetap menjadi ‘racun’ khas Marilyn Manson yang selalu menghantui. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *