“Bidat Samsara”, Geraman Sarkas RAUNG TIMUR

Dengan nama baru, Daniel Beltsazar (vokal), Rizal Khulaivi (gitar) dan Bagus Prakoso (dram) akhirnya sepakat untuk membuat pembaruan total. Mulai dari segi materi, pemilihan jenis musik serta referensi yang lebih luas. Raung Timur hadir dengan materi hardcore yang lebih segar dan berani dalam pengambilan lirik, yang bisa didengarkan di single debut mereka yang bertajuk “Bidat Samsara”.

Rekaman single tersebut dieksekusi Raung Timur di Musical Music Studio, Surabaya selama dua hari, dimana mereka mencoba menggabungkan riff-riff thrash metal, heavy metal serta dentuman hardcore. Geraman vokal lantang meneriakkan lirik berbahasa Indonesia yang sarkas dan lugas terhadap unsur agama yang menyimpang.

Proses penulisan materi single sebenarnya sudah dimulai Raung Timur kurang lebih lima tahun yang lalu, saat masih mengibarkan Dead Light Sometimes, nama band sebelumnya. Setelah diputuskan untuk terlahir kembali pada 2018, ketiga personelnya pun memutuskan kembali ke studio dan menyelesaikan materi yang terbengkalai. 

“Kami bertiga merasa kurang apabila belum memiliki single, yang akhirnya membuat kami memutuskan lebih serius lagi untuk menggarap single perdana ini,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, menandaskan.

Sejak awal, konsep musik langsung dipatok di paham hardcore. Akan tetapi, pada saat proses pembuatan single, ada banyak unsur yang dimasukkan. “Karena pada dasarnya dari kami bertiga memiliki referensi yang berbeda,” cetus Raung Timur lagi.

Daniel misalnya. Untuk urusan vokal ia berkiblat pada Chris Colohan (Sect), Todd Jones (Nails), Dylan Walker (Full Of Hell), Sergio Amalfitano (ACxDC) dan Arif Rot (Wormrot). Lalu Rizal banyak terpengaruh thrash metal, khususnya album “And Justice For All” (Metallica), “Tempo of the Damned” (Exodus) dan juga sound gitar yang berat model “Iowa” (Slipknot), “Burn My Eyes” (Machine Head), “Of Ghosts and Gods” (Kataklysm) serta sisi heavy metal seperti “Meliora” (Ghost), “Sad Wings of Destiny” (Judas Priest), “The Number of the Beast” (Iron Maiden) hingga “Serigala Militia” (Seringai). Sementara dari balik perangkat dram, Bagus menyebut lebih memilih gaya permainan hardcore model Hatebreed, Terror dan Walls Of Jericho.

“Bidat Samsara” yang telah diperdengarkan sejak 27 Desember 2020 lalu merupakan gerbang pembuka menuju berbagai kemungkinan yang bakal dicanangkan Raung Timur ke depannya. Mereka sudah menyiapkan single kedua sebagai bentuk pengenalan diri Raung Timur yang lebih mendalam, serta tentunya niatan untuk merilis album mini (EP).

“Sudah dipersiapkan segala materi dan konsepnya. Dalam penggarapannya, kami tinggal merekam dan kembali mempromosikannya.” 

Selain di YouTube, “Bidat Samsara” juga bisa digeber via berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes dan Apple Music. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
incremation
Read More

INCREMATION: Kini Dinaungi Label Asal AS

Melalui New Standard Elite, Incremation merilis “Litany of Deliverance” yang sedikit banyak merupakan gambaran awal dari wajah album terbarunya nanti.
analtopsy
Read More

ANALTOPSY: Semakin Sadis dan Gelap

Melalui album mini (EP) “Septic Overload”, Analtopsy melangkah lebih jauh, dengan distorsi yang lebih berat, lebih kotor dan lebih brutal dari sebelumnya.
antrodemus
Read More

ANTRODEMUS: Death Metal 70-an?

Album terbaru Antrodemus, “Annihilation” memperlihatkan arah baru musik mereka yang semakin progresif, yang menyatukan agresi ekstrem dengan refleksi filosofis.
tcwc
Read More

TCWC: ‘Genosida’ Berdaya Ledak Tinggi

Suarakan perlawanan terhadap manipulasi politik dan agama, The Chance We Created (TCWC) melepas lagu baru, sebuah pesan sosial-politik yang sangat berani.