Luar Biasa! 10 Album Fenomenal ini Dirilis di Tahun yang Sama

Oleh @mudya_mustamin

.

Tiga dekade lalu, tepatnya pada 1991, mungkin merupakan tahun keemasan dalam perjalanan sejarah musik rock dan metal dunia. Sejumlah album rekaman dari ranah musik keras yang fenomenal dan masih menancapkan pengaruh kuat hingga hari ini, lahir di tahun itu. Bahkan tiga di antaranya, dirilis di hari yang sama!

Oh ya, 10 album ini kami anggap terbaik. Tidak hanya didasari kesuksesannya secara komersil, namun juga terobosan ide-ide musikalnya yang revolusioner serta orisinalitasnya. Di artikel ini, kami juga menambahkan kutipan kalimat dari para musisi terkait, yang kami sadur dari berbagai sumber media asing. 

.

Sepultura “Arise” (Roadrunner Records – 25 Maret 1991)

Inilah karya rekaman terbaik yang pernah dilahirkan unit cadas asal Brasil ini. Diracik dalam tatanan death/thrash metal yang liar, yang dikombinasikan dengan elemen industrial, hardcore punk dan tetabuhan ritmik Latin. Indonesia adalah negara pertama di dunia yang mencatat angka penjualan tertinggi “Arise”, yakni di atas 500.000 keping. Antara lain terpicu oleh euforia konser Sepultura yang berlangsung di Stadion Lebak Bulus, Jakarta pada 8 Juli 1992 silam, saat masih diperkuat formasi Max Cavalera, Igor Cavalera, Andreas Kisser dan Paolo Jr..

Menurut saya, dari semua lagu Sepultura, mungkin ‘Arise’ yang paling dekat di hati saya. Saya sangat menyukai energi lagu ini. Ini tentang perang, dan itu sangat kuat. Dan saya suka (lirik) di bagian chorus: ‘Di bawah langit abu-abu pucat / Kami akan bangkit’. Tentu saja itu berasal dari album U2 ‘Under a Blood Red Sky’. Saya benar-benar ‘menyobeknya’ dari sana. Tapi jangan beri tahu siapa pun!” (Max Cavalera)

Temple Of The Dog “Temple Of The Dog” (A&M Records – 16 April 1991)

Sebuah proyek yang dicetuskan untuk mengenang pentolan Mother Love Bone, Andrew Wood yang meninggal dunia akibat kelebihan dosis heroin setahun sebelumnya. Diperkuat oleh kolaborasi Chris Cornell (Soundgarden) dengan para personel Pearl Jam, termasuk Eddie Vedder. Album ini adalah satu-satunya karya rekaman supergroup ini, namun menjadi salah satu warisan sejarah terbaik dari kubu alternative/grunge. 

Kami membuat album (ini) dalam waktu yang sangat singkat dengan (kondisi) hampir tanpa uang, dan tanpa latihan. (Album) ini berhasil karena hati kami berada di tempat yang tepat dan tanpa ekspektasi apa-apa.” (Chris Cornell)

Skid Row “Slave to the Grind” (Atlantic Records – 11 Juni 1991)

Konon, album rekaman tempat bersemayam nomor “Monkey Business”, “Slave to the Grind”, “Wasted Time”, “In a Darkened Room” dan “Quicksand Jesus” ini diklaim sebagai album berkontur heavy metal pertama yang berhasil menembus peringkat puncak terlaris di Billboard 200 saat itu. Juga merupakan album studio pertama Skid Row dengan terapan komposisi yang jauh lebih heavy dibanding album debutnya.

Penonton wanita kami menurun sekitar 45 persen. Lebih didominasi pria, karena albumnya juga jauh lebih berat, sehingga membuat banyak wanita merasa terasing. Saya pikir banyak orang mengharapkan kami berformula mendekati album rekaman pertama dan kami tidak tertarik melakukan itu. Dan saya sangat bangga kami semua berada di pemikiran yang sama. Saya tidak mengatakan bahwa akan lebih mudah untuk mengikuti alur rekaman (album) pertama dari segi kreatif karena ada beberapa lagu yang cukup sukses di radio, tapi kami sedang berada di pola pikir yang berbeda.” (Rachel Bolan)

Van Halen “For Unlawful Carnal Knowledge” (Warner Bros. Records – 18 Juni 1991)

“Poundcake”, “Top of the World”, “Judgement Day”, “Runaround” dan “Right Now” adalah lagu-lagu yang menjadi favorit pemuja Van Halen di album ini. Digarap di puncak kesuksesan formasi Eddie Van Halen, Alex Van Halen, Michael Anthony dan Sammy Hagar, dan berhasil menempati puncak peringkat terlaris di Amerika Serikat versi Billboard 200. 

Kami (sedang) mengalami kesuksesan besar. Eddie dan saya keluar membeli mobil baru setiap hari dan mengendarainya di Pacific Coast Highway, bersenang-senang dan tak ingin pergi ke studio dan bekerja terlalu banyak. Jadi, itu alasan mengapa rekaman itu memakan waktu lama. Tapi pada akhirnya itu adalah album rekaman yang bagus.” (Sammy Hagar)

Metallica “Metallica/Black Album” (Elektra Records – 12 Agustus 1991)

Tidak diragukan, inilah album dari kategori metal paling laris di dunia. Jika merujuk hasil penjualan format fisiknya, saat ini sudah mencapai angka lebih dari 31 juta keping. Dan single terbaiknya seperti “Enter Sandman”, “The Unforgiven”, “Nothing Else Matters”, “Wherever I May Roam” dan “Sad but True” telah menjadi lagu-lagu ‘sejuta umat’ di kalangan penikmat rock, metal, bahkan hingga ranah pop. 

Mempunyai sebuah album seperti itu dalam karir Anda, sungguh luar biasa. Saya tidak dapat mengingat hal-hal yang super spesifik, tetapi saat itu adalah waktu yang sangat kreatif. Saya juga ingat banyak hal buruk. Tidak begitu banyak lagi, karena saya pikir saya sekarang jauh lebih percaya diri. Tetapi pada saat itu saya berada di pola pikir yang sangat berbeda.” (Lars Ulrich)

Pearl Jam “Ten” (Epic Records – 27 Agustus 1991)

Sebenarnya album yang memuat lagu “Alive”, “Even Flow”, “Jeremy” dan “Black” ini agak lambat mendapatkan perhatian dunia. Dirilis sebulan sebelum “Nevermind” (Nirvana), namun baru benar-benar menunjukkan taringnya setelah setahun lebih. Bahkan di Amerika, penjualannya sempat menyalip album “Nevermind” di Amerika Serikat pada 1993. Lalu berkat “Jeremy”, salah satu raksasa grunge ini pun berhasil mendapat tempat di deretan nominasi “Best Rock Song” serta “Best Hard Rock Performance” di Grammy Awards 1993.

(Saat) Merekam ‘Ten’, kami mungkin mengeksekusi (lagu) ’Even Flow’ sebanyak 30 kali. ‘Yellow Ledbetter’ (lagu sisi-B dari rilisan single ‘Jeremy’) mungkin di take kedua. Tapi ‘Ten’ kebanyakan adalah (kerjaan) Stone (Gossard) dan Jeff (Ament); saya dan Eddie (Vedder) hanya menyesuaikan dalam perjalanan saat itu.” (Mike McCready)

Kami pemula di studio dan menghabiskan terlalu banyak waktu rekaman, mengambil (metode rekam) yang berbeda-beda, dan melakukan banyak overdub di gitar. Banyak sekali (efek) reverb di album ini.” (Stone Gossard)

Guns N’ Roses “Use Your Illusion I & II” (Geffen Records – 17 September 1991)

Usai kesuksesan album “Appetite For Destruction” (1987) dan melakukan perombakan di susunan formasi, Guns N’ Roses kalap. Tidak tanggung-tanggung, langsung mencecar lagi dengan 30 lagu yang terangkum dalam dua album sekaligus. Dari karya rekaman inilah lahir beberapa lagu terbaik mereka sepanjang masa seperti “Don’t Cry” (disuguhkan dua versi), “November Rain”, “Civil War”, “Yesterdays”, “Knockin’ on Heaven’s Door”, “Estranged” dan “You Could Be Mine”.

Saya memiliki pemahaman yang baik tentang ke mana arah Guns N ‘Roses yang saya inginkan dan hal-hal yang ingin dicapai Guns N’ Roses secara musikal. Dan saya tidak bisa mengatakan bahwa semua orang memahami itu. Kami bersaing dengan para legenda rock, dan kami berusaha melakukan yang terbaik untuk bisa dihormati di posisi seperti itu. Kami ingin mendefinisikan diri kami sendiri. (Album) ’Appetite (for Destruction)’ adalah landasan, tempat untuk memulai. Sekarang kami akan membangun sesuatu.” (Axl Rose)

Nirvana “Nevermind” (DGC Records – 24 September 1991)

Sampai hari ini, karya album rekaman studio kedua milik trio Kurt Cobain, Krist Novoselic dan Dave Grohl ini masih tercatat sebagai salah satu album rock terlaris sepanjang masa. Sejauh ini penjualannya tercatat sudah menembus angka lebih dari 30 juta keping di seluruh dunia. Album yang memuat single “Smells Like Teen Spirit”, “In Bloom”, “Come as You Are”, “Lithium” dan “Something in the Way” ini dianggap berhasil mendobrak dominasi band-band glam rock/hair metal era itu, sekaligus melesatkan wabah alternative rock/grunge.

Saya tidak ingin terdengar egois, tapi saya tahu (album ‘Nevermind’) lebih baik dibanding mayoritas album komersil omong-kosong yang sudah lama menjejali orang.” (Kurt Cobain)

Red Hot Chili Peppers “Blood Sugar Sex Magik” (Warner Bros. Records – 24 September 1991)

Band ini sudah mulai menggeliat sejak 1983, tapi baru berhasil mendapatkan perhatian secara global saat merilis album studio keempatnya ini. Dibawah arahan produser legendaris, Rick Rubin, “Blood Sugar Sex Magik” yang beramunisikan lagu “Under The Bridge”, “Suck My Kiss” dan “Give It Away” ini langsung berkibar kencang, menjadi album mereka yang terbaik sepanjang masa, yang berhasil terjual hingga lebih dari 13 juta keping di seluruh dunia.

Kami membuat (album) rekaman yang luar biasa, sebuah terobosan, revolusioner, indah, artistik, album yang luar biasa.” (John Frusciante)

Soundgarden “Badmotorfinger” (A&M Records – 24 September 1991)

Kendati dari sisi komersil Soundgarden mendapatkan kesuksesan utamanya di album “Superunknown” (1994), namun “Badmotorfinger” inilah yang dianggap paling maksimal mendorong potensi band ini. Lebih menonjolkan sisi ‘eksplorasi seni’ di kreatifitas penulisan lagunya, menerapkan penalaan (tuning) alternatif serta ketukan tempo yang tak lazim di sana-sini. “Outshined”, “Rusty Cage” dan “Jesus Christ Pose” adalah sebagian output terbaik dari album ini, yang bahkan bisa mengantarkan Soundgarden ke pusaran penerima nominasi Grammy Awards 1992 untuk kategori “Best Metal Performance”.

Saya pikir Anda melalui periode di mana Anda belajar untuk mengeluarkan agresi semacam itu dari (diri) Anda … Di (album) ‘Louder Than Love’, hal itu tidak benar-benar muncul, jadi kami memutuskan menginginkan porsi yang lebih banyak. Album baru ini sangat dekat dengan diri kami sebagai live band. Saya tidak berpikir sebuah band harus berkompromi untuk apa pun. Bukan untuk penonton, tidak untuk label rekaman. Perasaan bahwa Anda jujur pada diri sendiri diterjemahkan hampir setiap saat kepada audiens Anda. Itulah poin utama yang menjadi kenyataan bagi kami dan menjaganya tetap menginspirasi serta membuat penggemar tetap terinspirasi. Saya bangga akan hal itu.” (Chris Cornell)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *