JALAN TENGAH Suguhkan Rock Senikmat Arak Suci dan Kopi Kental

Rock tidak harus selalu terlihat sangar dan menakutkan. Paling tidak itu yang diyakini regu kolaborasi segar asal Bali ini. Lewat album mini (EP) bertajuk “Animo” yang menjadi amunisi debut mereka, Jalan Tengah menegaskan formulasi rock dalam tatanan musikal mereka bisa dijadikan playlist yang menyenangkan. Mewarnai hari-hari pendengarnya, karena bisa didengarkan saat di perjalanan, saat bekerja, atau bersantai serta bersenda gurau dengan teman-teman dan para sahabat, diselingi nikmatnya arak suci atau kentalnya kopi yang terlahir dari perut Ibu Pertiwi.

Adalah perkenalan gitaris Made Rembo dengan vokalis Bagus Dhanar Dhana alias Ombags yang bisa dibilang menjadi benih kelahiran Jalan Tengah. Ya tidak salah, Ombags adalah vokalis dan bassis NTRL, yang saat ini sudah menetap di Pulau Dewata, Bali. 

Setelah melewati proses obrolan panjang mengenai kehidupan serta bertukar kenangan nostalgia tentang band-band lawas, terlintaslah ide di kepala Made Rembo untuk mengajak Ombags jamming. Gayung bersambut, Ombags mengiyakan. Untuk menyempurnakan formasi jamming – yang sempat dinamakan “Jamming Asam Manis” itu – Rembo lantas mengajak dramer Mangde serta gitaris Gus Budi. Jamming pertama mereka eksekusi di Twice Bar pada awal Agustus 2020 lalu, sebagai bentuk solidaritas mereka kepada pemilik Twice Bar. Dalam kesempatan itu, kuartet dadakan ini membawakan lagu-lagu cover, di antaranya milik Ramones. 

“Tidak disangka, respons yang kami terima sangatlah baik. Setelah jamming di Twice Bar, kami mendapat banyak tawaran lagi. Nah, karena tidak enak untuk membawakan lagu orang, hingga munculah ide untuk membuat karya sendiri dan membentuk band dengan nama Jalan Tengah,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkap alasan.

Sejak itu, dimulailah tahapan penggarapan EP “Animo”. Proses dimulai dari lemparan ide kord serta nada dasar vokal ke grup WhatsApp Jalan Tengah. Mangde lantas menggarap aransemennya. Dari aransemen itulah Ombags dan Rembo kemudian mulai menulis lirik lalu merekamnya sebagai acuan untuk vokal. Setelah polanya mulai terbentuk barulah mereka masuk ke proses rekaman.

“Proses rekaman menjadi sangat cepat dan mudah, seperti menyempurnakan apa yang sudah kami kerjakan sebelumnya. Kami hanya butuh tiga hari untuk rekaman, sehari untuk take dram, sehari untuk take instrumen dan satu hari lagi untuk vokal. EP Jalan Tengah direkam dengan sangat sederhana. Sebagian besar dikerjakan secara rumahan di Melodramatic Music Store. Terkecuali untuk rekaman dram, kami rekam di Rock the Beat Studio karena keterbatasan alat yang kami miliki. Proses pembuatan EP memakan waktu kurang dari sebulan dari proses sebelum rekaman hingga mastering.” 

Nah, seperti yang sudah dibeberkan di awal artikel, konsep musik “Animo” menerapkan karakter rock yang menyenangkan, yang bisa mewakili perasaan penikmatnya. “Kord nada dan notasi juga dibuat simpel dan mudah sehingga bisa dinyanyikan dengan gampang, baik ketika bersenandung sendiri atau bersama teman-teman. Referensi (musik) Jalan Tengah (diserap) dari berbagai band rock di era ’80an dan ’90an.”

Seperti apa tepatnya? Dengarkan EP “Animo”, yang kini sudah bisa dinikmati via berbagai platform digital seperti Spotify, iTunes, Amazon Music, Apple Music, Deezer, iHeart Radio, Napster, Tidal, Shazam hingga Google Play Music. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *