Sebuah tragedi pertempuran yang terjadi di kota Fallujah, Irak pada Februari 2004 silam, atau yang lebih dikenal dengan First Battle of Fallujah, menjadi titik sentral tema lirik lagu terbaru Sinnar, sebuah unit psychedelic rock mencekam asal Bekasi.
Menurut band yang diperkuat formasi Rachmat Solichin (vokal/gitar), Dedy Januar (gitar), Edgar Hang (bass), Putra Yudha (dram) ini, single mereka yang bertajuk “Fallujah” menceritakan latar belakang pecahnya First Battle of Fallujah, yang menyebabkan empat tentara bayaran dari organisasi militer swasta Amerika Serikat, Blackwater tewas mengenaskan.
“Awalnya karena waktu SD tuh setiap hari sering dikasih lihat konten-konten perang Irak, perang Palestina dan semacamnya, terus kepikiran coba tulis lirik tentang tema itu,” ujar Edgar Hang, yang juga sekaligus bertanggung jawab terhadap penulisan lirik “Fallujah”.
.
.
Nah sesuai tema liriknya, Sinnar pun mencoba beberapa hal baru yang berbeda dibanding single debutnya, “Tsar” – rilisan September 2020 – yang lebih berkonsep band seutuhnya. Misalnya di antaranya, mereka mengganti ketukan dram dengan tabla, serta juga memasukkan petikan-petikan gitar yang bisa dibilang bernuansa Timur Tengah.
“Kami mencoba meminimalisir instrumen agar (terdengar) lebih khidmat. Biar bisa berasa suasana hening tapi mencekamnya ‘Fallujah’ tahun 2004. Dan juga karena memang saat produksi ini kami lagi keranjingan nada-nada Timur. Tadinya mau dibikin pake instrumen micorotonal, tapi belum ada yang sanggup… hahaha. Kalau referensi untuk ‘Fallujah’ tidak jauh-jauh dari Tinariwen, All Them Witches dan bisa dibilang juga ada sedikit pengaruh dari Sigmun,” beber Sinnar kepada MUSIKERAS, memberi bocoran.
Sebenarnya, “Fallujah” yang direkam di Sruling44, studio milik rekan Sinnar dari band Suasanasabtupagi, bukanlah karya mereka yang benar-benar baru. Tepatnya merupakan materi lama yang awalnya hanya diniatkan untuk diaransemen ulang. Tetapi, setelah materi tersebut rampung dipermak, lalu terpikirkan oleh mereka untuk mengganti liriknya sekaligus.
“Setelah liriknya diganti lalu kami merasa, ‘Lah, ini mah jadi lagu baru’. Akhirnya lahirlah ‘Fallujah’ ini. Dan untuk prosesnya tidak begitu lama, hanya memakan waktu dua minggu saja, karena ‘Fallujah’ ini bisa dibilang single yang tidak terfikir bisa dirilis. Karena kami juga kaget bisa selesai dalam dua minggu.”
Single “Fallujah” yang gloomy ini menjadi agenda pembuka bagi Sinnar untuk beberapa agenda selanjutnya, yang tentunya masih memiliki benang merah dengan single tersebut. Proses menuju penggarapan album mini (EP) juga tengah dijalankan, yang saat ini sudah mencapai tahapan sekitar 50%. “Fallujah” bisa didengarkan via berbagai platform digital streaming, termasuk di kanal Bandcamp dan Soundcloud. (mdy/MK01)