‘Penemu’ Death Metal: POSSESSED atau DEATH?

Oleh Mudya Mustamin

Siapa band pencetus konsep musik death metal pertama di dunia? Atau, album rekaman manakah yang disepakati sebagai rilisan pertama yang berformat death metal?

Ada beberapa teori yang mungkin bisa menjawab itu. Pertama, asal kata death metal itu sendiri bisa jadi merujuk dari sebuah majalah amatiran bernama Death Metal, yang pernah diterbitkan oleh Thomas Fischer dan Martin Ain dari band Hellhammer (kemudian membentuk Celtic Frost). Atau dari sebuah album kompilasi rilisan Noise Records pada 1984, yang juga menggunakan judul “Death Metal”.

Tapi kemudian yang benar-benar mengundang perdebatan adalah dirilisnya album “Seven Churches” (1985) oleh band Possessed, serta karya rekaman demo band Death (saat masih menggunakan nama Mantas) bertitel “Death by Metal” yang diperdengarkan lebih dulu, tepatnya pada 1983. Empat tahun kemudian, Death yang dimotori vokalis/gitaris Chuck Schuldiner lantas meluncurkan “Scream Bloody Gore”, album debut mereka yang disebut-sebut sebagai karya rekaman death metal sejati dan dianggap sebagai salah satu yang paling berpengaruh hingga hari ini.

Oh ya, ada satu lagu berjudul “Death Metal” yang termuat di album “Seven Churches”. Judul itu merupakan sebuah istilah yang diakui Jeff Becerra, ia pakai untuk kepentingan sebuah tugas sekolah, ketika ia masih duduk di bangku SMA pada awal 1983 silam.

Paul Mazurkiewicz, dramer Cannibal Corpse mengaku sangat sulit menentukan manakah yang bisa dianggap sebagai album pertama yang berkonsep death metal. “Ini selalu menjadi perdebatan,” serunya kepada media Underground Florida yang mewawancarainya. 

.

.

Tapi jika harus memilih, Paul menyebut kemungkinan terbesar adalah “Scream Bloody Gore”. Alasannya, dari sisi penerapan gaya vokal dan musiknya, sangat merepresentasikan ciri dan karakter death metal. Sementara “Seven Churches” masih terdengar pengaruh kuat elemen thrash metal.

“(Album) ‘Scream Bloody Gore’ sama sekali tidak thrash. Menurut saya (album) itu benar-benar death metal. (Jeff) Becerra (vokalis/bassis Possessed) memang memiliki vokal yang ‘jahat’, mirip vokal Tom Araya (Slayer). Vokal yang keren. (Tapi) Apakah bisa dianggap death metal? Anda (tentunya) sama sekali tidak bisa menganggap Tom (tergolong) death metal. Saya tidak menentang Possessed, ‘Seven Churches’ (album) luar biasa. Dan saya sangat menyukai ‘Scream Bloody Gore’, album Death terfavorit saya dan sangat mempengaruhi kami.”

Fakta menarik, Jeff Becerra sendiri kerap menyebut Slayer sebagai salah satu band panutan Possessed, yang cukup banyak memberi pengaruh. Slayer yang sudah mulai berkiprah sejak 1981 memang berada di jalur thrash metal. Tapi formula yang mereka terapkan dianggap jauh lebih ekstrim, brutal, lebih cepat dan lebih ‘satanic’ dari sekadar thrash metal. Itu yang membedakan Slayer dari monster thrash metal lainnya seperti Metallica, Megadeth atau Exodus.

Lalu kepada media Antihero pada 2017, Jeff mengungkapkan bahwa Chuck Schuldiner sering menyebut Possessed sebagai panutan utama musik Death. Tapi di sisi lain, Jeff mengakui Death menjalankan konsep yang lebih ‘personal’. “Mereka menerapkan arah yang berbeda, yang dirancang sesuai vibe mereka sendiri. Bahkan lebih jauh, Chuck juga bekerja sama dengan (produser death metal era ‘80an yang juga menangani album ‘Seven Churches’) Randy Burns untuk menggarap ‘Scream Bloody Gore’.” 

OK, sebenarnya seperti apa sih genre death metal itu? 

Yang paling umum, struktur musiknya dibentuk dari geberan tempo yang cepat, permainan gitar yang berkadar distorsi tinggi dengan penalaan (tuning) yang rendah yang dikombinasikan dengan terapan permainan instrumentasi yang teknikal. Sementara di lini dram didominasi gempuran teknik blast beat dan double bass yang brutal namun berdinamika. Tak lupa, koaran vokal berkarakter growl yang berat, pekat dan mengguntur, yang kerap pula dikombinasikan dengan lengkingan vokal di register tinggi . Liriknya? Tidak jauh-jauh dari tema ‘gelap’ seperti satanisme, hal-hal mistis, hingga kekerasan yang ekstrim seperti mutilasi, pemerkosaan, dan nekrofilia.

Nah, terlepas dari polemik antara Possessed dan Death, genre death metal sendiri terus berkembang pesat dengan berbagai variasi, yang biasanya mewakili karakteristik masing-masing band penganutnya. Bahkan tak jarang terseret-seret di antara black metal dan thrash metal. Seperti yang dipraktekkan para pejuang veteran dari daratan Eropa macam Venom, Bathory hingga Hellhammer apad awal era 1980an. Lalu hampir satu dekade setelahnya, bermunculan pengembang lainnya macam Entombed, At the Gates, Dismember, Tiamat, Grave, Bolt Thrower hingga Carcass.

Sementara di Amerika, death metal terus dikumandangkan oleh beragam band yang bisa dibilang, sedikit banyak mengikuti jejak Death dan Possessed seperti Obituary, Morbid Angel, Deicide, Cannibal Corpse hingga Suffocation. Lalu sepak terjang death metal semakin mendunia seiring dengan bermunculannya label independen yang mengakomodasi pergerakan genre tersebut, sebutlah seperti Earache Records, Relativity Records hingga Roadrunner Records, lalu Nuclear Blast, Century Media Records dan Peaceville Records.

Kini, death metal sendiri telah melahirkan berbagai varian sub-genre. Mulai dari blackened death metal, brutal death metal, industrial death metal, melodic death metal, slam death metal, symphonic death metal, technical death metal hingga deathcore.

Nah, apa album death metal favorit kalian sejauh ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *