CHILDREN OF GAZA Soroti Krisis di Gaza Lewat EP “HARB”

Keprihatinan akan isu sosial dan kemanusiaan yang saat ini terjadi di Palestina mengusik unit metal Children of Gaza untuk kembali ‘menghunus pedang’ lewat karya rekaman terbarunya, sebuah album mini (EP) bertajuk “Harb”. Band bentukan 1 Januari 2010 tersebut ingin membangun rasa simpati dan empati para pendengarnya di “Harb”, untuk menyuarakan ketidakadilan yang menimpa masyarakat Palestina. Terutama anak-anak. 

Salah satu lagu yang termuat di EP rilisan Gaza Records tersebut, yang berjudul “Not a Fighter Not a Warrior”, secara spesifik menceritakan tentang anak kecil di Gaza yang seharusnya memiliki masa kanak-kanak yang indah seperti anak lainnya. Namun atas penindasan yang mereka alami, mereka terpaksa harus ikut mengangkat senjata dan ikut serta dalam peperangan melawan tentara Zionis Israel.

Oh ya, kata “Harb” sendiri diambil dari bahasa Arab yang artinya perang atau prajurit. Selain “Not a Fighter Not a Warrior”, Children of Gaza juga menggasak lewat lagu “Vicious Whisper”, “Mavy Marmara”, “Dimension of the Struggle” dan “Harb” di EP debutnya ini.

Walau terbilang karya rilisan baru, namun kelima lagu tersebut sebenarnya merupakan karya lama Children Of Gaza yang telah mengalami proses daur ulang. Ada sedikit perubahan pada komposisi dan aransemennya.

“Semua track yang ada di album ‘Harb’ adalah lagu-lagu yang pernah dirilis sebelumnya, single demi single. Kecuali track ‘Harb’ sendiri. Dan kali ini, kami menyempurnakan lagu dan aransemennya, lalu tracking ulang, mixing ulang dan mastering ulang,” beber vokalis sekaligus motor utama Children of Gaza, Husein Al-Atas a.k.a Anis kepada MUSIKERAS, memberi penegasan.

.

.

Lalu kenapa dirilis dalam format EP? Karena saat ini, menurut Anis lagi, Children of Gaza tengah menyiapkan album penuh ke depannya, dimana materi lagu-lagunya benar-benar baru. Salah satunya adalah single yang pernah mereka rilis lebih dulu, yakni “Hina Angkara”.

Keseluruhan proses produksi album “Harb” dilakukan Anis, Muhammad Maldo Batubara (dram), Rahadiyan Harris (gitar) dan Freddy Pardamean (bass) secara independen. Eksekusi rekamannya dilakukan di LC Studio dan Sanca Studio.

Dalam mewujudkan konsep musikal yang diinginkan di “Harb”, Children Of Gaza menyerap sari dari berbagai inspirasi dan referensi, yang sedikit banyak datang dari beragam genre seperti metalcore, progressive metal, death metal, power metal, thrash metal, nu metal, horror metal, atmospherical, vokal opera hingga folk. Tapi nadi utamanya mengalirkan folk a la Timur Tengah dengan metalcore sebagai pondasi utamanya.

“Harb” kini sudah bisa digeber melalui berbagai kanal digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Joox, Deezer, iHeartRadio hingga TikTok. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.