Kali Ini, BABIRUSA Geber Distorsi ke Alam “Gaib”

Walau sempat terhadang pergantian vokalis serta terpaan pandemi Covid-19, unit crossover thrash metal asal Malang, Jawa Timur ini tidak kehilangan kebuasannya. Tanpa ampun, kini Babirusa menyeruduk publik metal Tanah Air lewat karya album debut mereka yang berjudul “Gaib”.

Ada delapan trek liar nan mematikan, yang disuguhkan dengan tempo cepat khas dari Babirusa. Termasuk di antaranya “Pertempuran Para Siluman” serta “Tari dan Tarian Mistik” yang telah dirilis tahun lalu sebagai single pemanas.

Lalu, berbeda dibanding EP mereka, “Hymne Puja Belantara” (2016) yang bertema Sci-fi, kali ini Babirusa mencoba memasukkan tema kegaiban yang memang masih sangat melekat dalam keseharian masyarakat Indonesia. Namun bila dipahami secara seksama, beberapa tema pada lagu mereka masih memiliki kaitan dalam kehidupan nyata. Seperti pada track “Pertempuran Para Siluman”. Jika pada zaman dahulu orang-orang sakti bertempur dengan bantuan yang dianggap gaib, maka di era saat ini manusia beradu kuat menggunakan media sosial dan menyebarkan berita palsu tentang lawan atau pesaingnya tanpa terlihat melakukan hal tersebut.

“Album ini diberi judul ‘Gaib’ atas dasar tema yang ada pada lagu-lagu di dalamnya. Hal-hal tidak kasat mata menjadi tema utama yang kami anggap akan menjadi sesuatu yang menarik,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Demi mewujudkan album bertema kegaiban yang maksimal, Babirusa yang kini dihuni oleh Limbang Nidiasmoro (vokal), Ronny Yonas Kurniawan (bass), Khriesna Nurfianto (gitar) dan James Lesmana (dram) ini bekerjasama dengan Moodbreaker Records, serta Indra Rahmawan untuk pembuatan desain artwork. Sedangkan untuk pengerjaan rekaman mulai dieksekusi pada 2018 lalu di beberapa tempat. Isian dram direkam di studio musik Virtuoso, sedangkan untuk gitar, bass, dan vokal direkam di Wildcat Music. Untuk sentuhan akhir di pemolesan mixing dilakukan oleh Gigih Prasetya di AA Music Studio. Pada pertengahan 2020, semua materi telah siap untuk dirilis.

.

.

“Untuk proses kreatifnya sendiri bisa dibilang cukup lama ya, karena materi album sendiri sebetulnya sudah ada dari vokalis sebelumnya. Karena terjadi perubahan formasi dan masuknya Limbang pada vokal di pertengahan 2018,  jadi harus memulai adaptasi kembali. Karena kesibukan masing-masing personel, pada akhir 2019 semua proses rekaman baru bisa selesai. Kalau untuk kendala sih, ya karena Covid saja sih. Jadi banyak rencana yang belum terlaksana.” 

Walau semakin banyak sub-genre metal yang mendominasi skena musik keras saat ini, Babirusa tetap bergeming di ranah crossover thrash metal. Benang merahnya tetap thrash metal, yang lantas ditambahkan banyak unsur musik lain seperti hardcore punk, punk rock, heavy metal, metalcore, sehingga jadilah pola komposisi cadas khas Babirusa.

“Yang berbeda dari sebelumnya ya pasti karakter vokal, dan riff-riff yang lebih agresif. Untuk referensinya masih tetap tak jauh dari Big Four; Metallica, Slayer, Megadeth, Anthrax, namun dipadukan dengan thrash metal modern seperti Power Trip, Lost Society, Dr. Living Dead!, Municipal Waste, Iron Reagan, Siberian Meat Grinder dan sejenisnya,” beber Babirusa lagi, meyakinkan.

Kini album “Gaib” bisa didengarkan di berbagai platform digital. Sementara versi rilisan fisik format CD hanya tersedia dalam jumlah yang sangat terbatas. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *