Resensi: ‘Tujuh Kunci’ HELLOWEEN yang Kembali Membara

(Artis) Helloween – (Album) Helloween – (Prod.) 2021 Total Metal Music (Indonesia)

Seperti yang telah diimpikan para penggila band rock legendaris asal Jerman ini, formasi reuni akhirnya menjadi nyata di depan mata. Bahkan tidak sekadar menampilkan nostalgia di atas panggung, namun diteruskan hingga ke dapur rekaman. Dan yang lebih gawat, formasi tujuh musisi yang dinamai ‘Pumpkins United’ tersebut merangkum hampir seluruh elemen penting dalam perjalanan karir Helloween. Ibarat kisah pahlawan super di komik DC atau Marvel, formasi ini adalah Avengers atau Justice League! 

Jadi, selain formasi yang memperkuat Helloween selama 10 tahun terakhir, yakni Andi Deris (vokal), Michael Weikath (gitar), Sascha Gerstner (gitar), Markus Grosskopf (bass) dan Daniel Löble (dram), kini juga melibatkan vokalis Michael Kiske serta gitaris dan vokalis Kai Hansen.

Bersama Michael Weikath dan Markus Grosskopf, Hansen mendirikan Helloween pada 1984 silam, dan merilis album debut “Walls of Jericho” (1985) yang melibatkan dramer Ingo Schwichtenberg. Sementara Michael Kiske baru bergabung di album selanjutnya, “Keeper of the Seven Keys: Part I” (1987). Formasi inilah yang tercatat melahirkan lagu-lagu terbaik Helloween sepanjang masa, seperti “Future World”, “Dr. Stein”, “I Want Out”, “Eagle Fly Free” dan “Keeper of the Seven Keys”.

Setelah album “Keeper of the Seven Keys: Part II” (1988), Hansen hengkang dan membentuk band Gamma Ray. Sementara Kiske memilih bersolo karir setelah merampungkan album “Chameleon” (1993).

Nah, bayangkan konsep musik di album-album era itu, dengan karakter yang telah dibangun formasi terakhir Helloween menjadi satu kesatuan. Ya, kombinasi unik itu terlampiaskan maksimal di karya album debut formasi ‘Pumpkins United’ ini. 

.

.

Sebelas trek – plus satu sisipan komposisi pendek berjudul “Orbit” – yang terhidang di album berjudul “Helloween” ini disesaki desingan musik bertempo cepat nan epik khas Helloween era awal. Dikebut sejak lagu pembuka, “Out for the Glory” hingga “Skyfall”, komposisi penutup karya Kai Hansen yang megah dan berdurasi lebih dari 12 menit. Khusus lagu terakhir ini, tiga vokalis yakni Hansen, Kiske dan Deris dilibatkan sekaligus.

Bagi yang berharap ada selipan komposisi santai macam “A Tale That Wasn’t Right”, “Windmill” atau “Forever and One (Neverland)” yang mendayu, lupakan! Album ini khusus untuk headbanger garis keras.

Helloween menggarap album studio ke-16 mereka ini sepanjang 2019 hingga 2020 bersama produser Charlie Bauerfeind dan Dennis Ward. Sebagian besar materinya dikerjakan di H.O.M.E. Studios, di Hamburg, Jerman, dengan menggunakan fasilitas rekaman analog yang pernah mereka pakai saat menggarap album “Master Of The Rings” (1994), “Time Of The Oath” (1996) dan “Better Than Raw” (1998). Bahkan perangkat dram yang dimainkan Daniel Löble kali ini, sebelumnya juga dimainkan mendiang Ingo Schwichtenberg ketika mengeksekusi rekaman album “Keeper Of The Seven Keys”.

Oh ya, pihak Total Metal Music sendiri mengedarkan album “Helloween” di Indonesia dalam format fisik CD dan kaset. Masing-masing dibandrol seharga Rp. 100.000 dan Rp. 75.000. Jika Anda bagian dari ‘pasukan mati’ di gelora kancah power metal yang enerjik, maka album ini haram dilewatkan! (mudya mustamin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *