Siapkan EP, Kebangkitan MARYATIE di Skena Death Metal

Hiatus beberapa tahun lantaran ditinggal beberapa personelnya, ternyata tidak lantas mengubur karir unit death metal asal Tangerang, Banten ini selamanya. Buktinya, tahun ini, Maryatie bangkit dan berhasil keluar dari kebuntuan untuk meletupkan karya rekaman single baru bertajuk “Nurut Mulut Pembual”.

Lagu tersebut lahir dari keresahan akan seorang pemimpin yang menggunakan kekuasaan untuk menghasut dan mengadu domba. Dipaksa tersesat, dan pasrah akan penindasan. Kisah di “Nurut Mulut Pembual” bakal menjadi bagian dari sebuah trilogi, bersama dua lagu lainnya, yakni “Domadog” dan “Konfrontasi Kaum Terbelakang”. Yang disebut terakhir sebenarnya sudah pernah dirilis pada 2010 silam, namun kali ini bakal digarap ulang untuk kebutuhan album mini (EP) Maryatie yang rencananya akan dirilis akhir 2021 mendatang. 

“Kami memutuskan membuat trilogi berdasarkan pada materi lama Maryatie yang berjudul  ‘Konfrontasi Kaum Terbelakang’ yang menceritakan pemberontakan, dari amarahnya rakyat pada kepemimpinan suatu kerajaan – di imajinasi kami – yang dinilai sangat menindas, seenaknya dan berdarah dingin. Atas dasar materi itulah, kami memutuskan untuk membuat dua single prekuel kisah sebelum terjadinya pemberontakan,” tutur Maryatie kepada MUSIKERAS, memperjelas.

Dari segi musikal, Maryatie mendeskripsikan konsep musik mereka di single “Nurut Mulut Pembual” diciptakan dengan niat melahirkan lagu yang padat, kebut dan ringkas. “Sehingga para pendengar dapat benar-benar menikmati musik kami. Referensi musik kami mengarah ke genre death metal.”

.

.

Para personel Maryatie, yaitu Ajie Permadi (vokal), Egi Karya Raya Jaya (gitar), Ibni Malkan (gitar), Fian Alfian (bass) dan Ragil Try (dram) menggarap “Nurut Mulut Pembual” selama sekitar tiga bulan. Saat penggarapan pola lagunya di studio Sanca Records, Bekasi, menjadi momen pertemuan pertama Maryatie dengan dua personel barunya, Malkan dan Ragil.

Lalu, walau kini banyak terkendala keterbatasan di pandemi, Maryatie bertekad terus menggodok materi-materi lagu berikutnya. Jika tak ada halangan, mereka akan merekam lagu “Domadog” pada Oktober 2021, sambil menyiapkan tiga lagu lainnya untuk kebutuhan EP.

Oh ya, Maryatie yang digagas sejak 2010 silam menyebut ide pemilihan nama band sebetulnya tidak mempunyai filosofi berarti. Diambil dari nama seorang wanita yang menurut mereka sedikit ganas, penuh intrik, dan sedikit psikopat yang berada di lingkungan mereka.

Dengarkan keganasan “Nurut Mulut Pembual” di berbagai platform digital streaming seperti Spotify, Deezer, Bandcamp dan YouTube. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.