Akhirnya, Kekejaman TURBIDITY Berlanjut di “Orgies of Sadism”

Bersiap untuk sebuah tebasan kengerian baru. Unit slamming brutal death metal asal Bandung, Turbidity akhirnya kembali melanjutkan kebengisannya lewat album penuh keduanya, “Orgies of Sadism”. Di bawah kibaran bendera label independen Brutal Mind, band yang sudah bergerilya sejak 2008 silam ini tetap memuntahkan tema besar seputar pembunuhan sadis, mutilasi, gore serta beberapa pesan moral, yang dirapalkan secara kejam dalam balutan lirik yang semakin terkonsep rapi.

Kehadiran “Orgies of Sadism” diklaim bakal menjadi obat penawar yang ampuh bagi para metalhead di Tanah Air, yang sangat menantikan kegilaan Turbidity selanjutnya. Album ini juga sekaligus dipersembahkan sebagai sebuah dedikasi nyata untuk kedua sahabat mereka yang telah meninggal dunia, yakni manajer Andy Irvand Natsir (Andy Abbang) dan Yovie Nur Alam (head crew), yang telah menyampaikan pesan sakral bahwa Turbidity harus menyelesaikan albumnya ini.

Lewat album “Orgies of Sadism”, Turbidity menunjukkan kualitas mereka yang tengah berada di level berbahaya. Jika mengikuti rekam jejak Turbidity, akan sangat terasa perbedaan dari konsep yang mereka bawakan semenjak bergabungnya vokalis Bobby Pamungkas dan bassis Ferry Ferdiansyah saat ini. Daniel Lesmana, sang gitaris dan sekaligus pendiri Turbidity juga terlihat lebih banyak bereksplorasi dalam menyajikan riff-riff yang semakin tajam dengan sentuhan groove yang mudah lekat di ingatan. 

“Album sekarang tentunya ada perubahan konsep, tapi tidak melepaskan benang merah dari musik Turbidity itu sendiri, dengan konsep sekarang yang dominan ke New york style,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS, meyakinkan konsepnya.

Menurut mereka, jika dibandingkan dengan album debut Turbidity yang bertajuk “Suffering of Human Decapitated” (2011), unsur groove serta komposisi yang variatif menjadi pembeda yang cukup menyolok. Sementara sebelumnya mereka lebih banyak memainkan part yang berat dengan unsur slamming yang kental serta banyak pengulangan bagian.

.

.

Oh ya, di album “Orgies of Sadism” ini, Turbidity kembali menyertakan lagu “Disembodied” yang sebelumnya sudah diperdengarkan di kemasan album mini (EP) “Sinis Promoshit 2016”, dengan sedikit perubahan. “Namun isian vokal latar dari mendiang Andy Abbang tidak dihilangkan karena memang album ini kami dedikasikan untuk 2 orang yang telah berjasa di band ini, yaitu Almarhum Yovie Nur Alam dan Andy Abbang.” 

Proses rekaman “Orgies of Sadism” sendiri berlangsung lancar tanpa hambatan yang berarti, dan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Keseluruhan proses berlangsung selama kurang lebih 11 hari, dieksekusi di studio milik Abbay Alive, Puppen Homeland Studio yang berlokasi di Rancaekek, Bandung. Sementara untuk pengolahan mixing dan mastering dipercayakan kepada Oteng, gitaris Forgotten, di Rock on Studio.

Mengapa jarak perilisan “Suffering of Human Decapitated” hingga ke “Orgies of Sadism” terpaut 10 tahun? Rupanya, dalam masa itu Turbidity sempat terkendala proses penggarapan materi yang maju mundur. Salah satu penyebabnya adalah pergantian dramer yang kerap terjadi. 

“Jadi ketika dapat dramer baru, pattern dramnya berubah dan harus mengulang lagi dari awal, sampai akhirnya kami memutuskan album ‘Orgies of Sadism’ ini memakai additional untuk mengisi part dram karena terlalu memakan waktu, mengingat pada pertengahan 2018 materi album ini (sebenarnya) sudah selesai dirancang.” 

Penantian yang cukup lama itu, untungnya membuahkan kepuasan bagi Turbidity. Mereka merasa semua lagu berhasil mendapatkan klimaksnya. Terutama di lagu “Eksaltasi”, “Mutilasi” dan “Ancient Methode Execution”. “Bagi kami hasil akhir materi yang berada di album ‘Orgies of Sadism’ ini pastinya sangat memuaskan. Semuanya memiliki kesulitan tersendiri tapi kami memberikan yang terbaik yang mampu kami lakukan. Jadi kami sangat berharap album ini akan sangat diterima dan disukai.” 

Selain dibiarkan terburai di berbagai platform digital, kebrutalan album “Orgies of Sadism” ini juga bisa didapatkan dalam format fisik (CD) via Brutal Mind. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *