Tancapkan Nama Baru, FILTHS Lebarkan Eksplorasi Metalcore

Dengan nama barunya, unit keras dari Bali yang telah bergerilya di skena indie sejak 2012 lalu ini akhirnya bisa melepas karya rekaman kembali, sebuah single yang bertajuk “Stagnation”. Lagu ini juga bakal menjadi gerbang menuju perilisan album penuh Filths tahun depan, yang saat ini sudah mencapai sekitar 40% dari keseluruhan proses produksi. 

“Lagu ini single untuk upcoming album yang mungkin dirilis tahun depan apabila lancar saat tracking, karena vokalis kami masih di Australia dan mengikuti lockdown di sana,” ujar pihak Filths kepada MUSIKERAS, membeberkan rencananya.

Lirik “Stagnation” sendiri menceritakan tentang keresahan, kesedihan atau depresi yang mendalam akibat pandemi dan diperburuk oleh oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan yang menyedihkan tersebut. Mereka merasakan pahit nan pengat membuat kaki seperti berdiri di atas titik nadir, raga dan akal sehat terjebak dalam belenggu, pun keadaan ini membuat pikiran kian kacau dan menutup asa, seperti mencari cahaya dalam kegelapan. 

“Ya, merasa seperti terkubur dalam halusinasi karena waktu yang terus berjalan, sedangkan langkah ini terus menepi dalam stagnasi. Kekecewaan, kepedihan itu yang menghipnotis jari jemari dalam menulis lagu ini. Namun hari demi hari mengingatkan kami akan keseimbangan. Siklus kehidupan terus berputar, pun demikian luka akan tetap membekas. Kami berusaha untuk tetap yakin bahwa kami bisa melewati ketidakpastian ini dengan penuh energi dari restu semesta, maka kami rangkum dalam satu bait chorus yaitu, ‘faith takes me to the place where I belong’.”

.

.

Sejak terbentuk, Filths yang tadinya mengibarkan nama Filth of Drama hingga 2020 lalu, mengeksplorasi konsep musiknya dengan mengombinasikan berbagai elemen dari metalcore, modern metalcore hingga post-hardcore. Para personelnya – Zola Septiawan (vokal), Dedik Suarjana (vokal/gitar), Yuda Tri Arsana (gitar), Bayu Semadi Swarna (bass), Hendra Sutrisno (synth/kibord) dan Krisna Satriadi (dram) – antara lain menyerapnya dari band-band semacam The Devil Wears Prada, Architects, Red Fang, Deafheaven, Polaris, Loathe, Knocked Loose, Counterparts hingga Spiritbox.

Selain itu, Filths juga menyuntikkan campuran genre lain macam grunge dan stoner rock serta sentuhan modern metalcore di “Stagnation”, namun dengan tuning yang tidak terlalu heavy.

“Tapi yang membedakan, pada beberapa riff gitar, kami masukkan sisipan grunge/stoner rock namun tetap dengan nuansa metalcore dan breakdown yang sederhana dan sisipan djent. ‘Stagnation’ ini single pertama kami yang cukup heavy dibanding lagu-lagu kami sebelumnya, namun masih dengan chorus yang easy listening/catchy.”

Proses kreatif penggarapan rekaman “Stagnation” sendiri cukup menyita waktu lama, lantaran domisili Dedik yang saat ini sedang bekerja di Australia. Jadi mereka harus menerapkan konsep yang memungkinkan seluruh personelnya tampil lengkap dalam satu frame. “(Jadi) Dari tracking hingga video musiknya kami kerjakan jarak jauh, dengan alat dan tempat seadanya jadilah single dan video ‘Stagnation’ ini.”

Sejak 29 Oktober 2021 lalu, “Stagnation” sudah tersedia di kanal digital seperti Spotify, Soundcloud dan YouTube. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *